
sesampainya dirumah Oliver langsung memarkirkan mobilnya di garasi.
" cepat turun!!" ucap Oliver dengan datar.
"iya. iya bawel!" menuruni mobil.
Oliver juga turun dari mobil dan berpindah ke belakang untuk membawa sang adik masuk ke dalam rumah.
" bisa pulang sendiri kan! gerbangnya disana " dingin dan langsung masuk ke dalam rumah.
" pak slamet tolong cuci mobil saya sampai bersih !" teriak Oliver.
"baik tuan " langsung mencuci mobil.
Elisa terheran-heran melihat sikap Oliver yang begitu angkuh . dia benar-benar dibuat kesal Oliver.
"tau gini tadi naik taksi aja deh" gumam Elisa sambil berjalan pulang.
didalam rumah Syifa heran melihat Oliver mencuci kembali mobilnya . padahal baru kemaren sore mobil itu di cuci.
" adik mu tidur nak?" tanya Syifa memasuki kamar Via.
"iya ma. mungkin dia kecapean" menyelimuti Via.
" yasudah. cepat ganti baju dan makan,ok!"
"ok ma" keluar kamar Via dan menuju kamar dia sendiri .
*dirumah Elisa*
" papa aku pulang!" memasuki rumah dan langsung menghempaskan badan nya di sofa.
"kok pulang nya lambat nak? dimana pak darto?" bingung melihat sang anak pulang seorang diri.
"gak tahu pah, Eli capek!" memejamkan mata
"jangan tidur di sofa nak. sana pindah ke kamar mu" ( papa Elisa bernama frans graneta seorang jendral di kepolisian angkatan darat )
" iya pah!" dengan malas Elisa berjalan menuju kamar nya.
Frans mencoba menghubungi pak Darto supir baru yang ia pekerjakan untuk mengantar jemput Elisa.
tutttttt tuttttt...
"( hallo tuan)"
"( maaf tuan. mobil nya mogok dan sekarang saya lagi di bengkel.tadi ingin memberi tahu nona tapi, saya lupa untuk meminta nomor ponsel nona )" merasa bersalah
"( oh begitu. ya sudah nanti biaya perbaikan akan saya bayar jadi tolong kirim nota nya kerumah ok)"
"( baik tuan)" menutup panggilan nya.
" sebaiknya aku memasak untuk putriku. pasti dia lapar sepulang sekolah " bersemangat.
Frans berjalan menuju dapur.Ia mulai membuka kulkas dan memilih beberapa bahan makanan yang mudah untuk dimasak.
*1 jam kemudian*
akhirnya Frans selesai memasak dan sudah terhidang beberapa makanan di meja.
Frans menuju kamar Elisa.
tok..tok..
"iya pa " membuka pintu kamar.
"mari makan! papa sudah masakkan makanan kesukaan mu " tersenyum
" iya pah " berjalan menuju meja makan bersama Frans.
*kilas balik *sejak umur 5 tahun Elisa diurus oleh Frans. Ibu Elisa kabur bersama kekasih nya karna tak kuat dengan ke ekonomian Frans yang saat itu bisa dibilang kurang dan hanya cukup untuk sehari-hari saja.
tapi alhamdulillahnya kini dengan berjalan nya waktu ekonomi frans bisa dibilang sudah kaya. Elisa juga tumbuh menjadi gadis yang baik dan bertanggung jawab.*kilas balik end *
"masakan papa memang yang terbaik " makan dengan lahap.
" makasih atas pujian nya nak "
" gimana tadi sekolah mu ?" penasaran.
" lumayan pah, aku juga dapet temen perempuan satu tapi.. ah nggak usah dibahas lah pah " kesal.
" kok kesal gitu? harus nya seneng dong dapet temen baru "
" aku sih seneng yah. temen ku itu baik dan ceria tapi kembaran nya itu loh pah nyebelin banget ! rasanya pengen ku getok pake panci!" marah dan kesal.
"kembar ?" bingung
" iya kembar tapi, kembarannya itu laki-laki super duper nyebelin ! mulutnya pedes banget kayak sambel "