
" ini makanlah " syifa mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk tian.setelah itu ia meletakkannya di meja.
" terima kasih "tersenyum manja
"oh ya ma, kapan ayah pulang ?" tian penasaran.karna charles sudah lama belom pulang.
" ayahmu akan pulang minggu depan. mulai besok kamu bisa mengambil alih bisnis ayahmu yang dijakarta "
" baik mah tian mengerti!"melanjutkan makan
selesai makan malam syifa sibuk membaca buku parenting tentang tata cara perawatan bayi baru lahir. sedangkan tian menyuapi syifa buah dengan telaten.
" sayang!!" manja
" hmm "jawab syifa singkat
" apa seseru itu membaca buku?" kecewa
" seru-seru" mengunyah buah
" buahnya sudah habis " menaruh piringnya ke meja
" sayang "memeluk syifa
" ada apa?"
" aku ingin itu " mencium bibir syifa
" tapi aku malas sayang! besok saja" melepas pelukan tian
" hmm yasudah " marah dan berjalan keluar
" apa dia marah ya "bingung
" sebaiknya aku susul dia saja " mengikuti tian
tian masuk keruang baca dan menguncinya.tian memilih untuk tidur diruang baca karena kesal dan marah.
" sayang buka pintu nya "
tok..tok..tok..
" kamu tidurlah! aku akan tidur disini " sahut tian dari dalam
" kamu marah ya "
" nggak marah! kembali dan baca buku nggak berguna mu itu " kesal
syifa berusaha membuka pintu, tapi ternyata tian mengunci rapat pintu ruang baca.
" yasudah aku balik ke kamar deh " sedih
*keesokan harinya*
semua orang sudah berkumpul untuk sarapan kecuali tian yang baru saja keluar dari kamar.
" sini nak kita sarapan!"
" nggak mah, makasih " langsung pergi
dessy merasa aneh dengan sikap tian yang nggak seperti biasanya. dia juga melihat syifa tertunduk sedih.
" apa kamu bertengkar dengan tian nak?"
" iya, ada masalah apa kak. ngomong ajA!"
" nggak kok mah.aku sama tian nggak lagi berantem kok "
" kakak jangan bohong.kalau nggak berantem kenapa kakak sedih ?"
" sebenarnya aku nggak tau kenapa tian bisa marah !" tersenyum
"loh kok bisa nggak tau? kak tian nggak mungkin tiba-tiba marah kan ?"
" coba cerita sama mama kenapa tian bisa marah ?"
" hmm semalam kan aku baca buku sambil makan buah.selesai makan buah tian peluk-peluk, aku hanya bilang kalau aku lagi malas besok saja itu nya ! emang salah ya ma ?" malu-malu
" astaga dikira berantem karna masalah apa ternyata cuma gara-gara "itu" doang to"tertawa
" hmm sebenernya kamu salah sayang.sudah berapa lama kalian tidak bersama?"
" 2 bulan itu juga karna dokter tidak memperbolehkannya ma "
"pantes tian marah. yasudah nanti kalau dia pulang bujuklah dia "
" baik mah"
" dan kamu anas.kamu sebaiknya perbaiki hubunganmu dengan marcel "
" iya mah anas akan berusaha "
ting..tong..
" sepertinya ada tamu. syifa buka pintu dulu ya ma " berjalan untuk membuka pintu
" iya nak "
" iya siapa" membuka pintu
" hai kakak ipar " tersenyum ramah
" oh kamu marcel ! masuk! " ramah
" iya, makasih kak " berjalan masuk dan duduk di sofa
" mama ada marcel datang !!" teriak syifa
" iya sebentar nak " sahut dessy
dessy memaksa anas untuk menemui marcel
" oh nak marcel tumben datang pagi-pagi begini " duduk disofa diikuti oleh anas dan syifa
" aku cuma ingin melihat keadaan anas buk " ramah
" oh kalau begitu kami tinggal dulu ya! ngobrollah berdua " dessy dan syifa berjalan masuk