LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 65



tian sebenarnya sudah pulang dan tidur dikamar tamu. tak seorang pun yang menyadari saat tian pulang.tian sangat lelah hingga terlelap tidur sangat lama.


hari mulai larut tian belum juga terlihat, membuat syifa semakin kawatir.


"mah kok tian belum pulang juga ya ? ini sudah malam!"


" tenanglah, mungkin dia lagi dijalan "


"tapi aku telfon dari tadi ponselnya terus tidak aktif"sedih


"sudah makanlah! kasian anakmu jika kamu tak makan"mengambilkan syifa nasi


"tapi mah..."


kreeet..


suara pintu terbuka


"hoammmm.."tian keluar dari kamar tamu


"tian ! kamu dari mana saja ? aku sangat menghawatirkanmu" menghampiri dan memeluk tian


" eh eh ada apa sayang? " bingung


"kenapa kamu baru pulang? ini kan sudah malam!"


"aku sudah pulang sore tadi ! aku liat kamu dan mama sibuk jadi aku langsung masuk ke kamar . saking ngantuknya aku jadi salah kamar" jelas tian


"hadehh kamu ini! istri kamu sangat menghawatirkanmu dan kamu malah enak-enakkan tidur" dessy menghela nafas


"hehehe maaf " tertawa kecil


" kamu juga jangan kekanak kanakan tian. mengertilah kondisi istrimu yang sedang hamil ini. wajar kalau dia tidak bisa menjalankan kewajiban nya jadi kamu nggak usah marah" nasehati dessy


" siapa yang marah mah. semalam memang marah tapi sebentar doang kok. soal moodku beberapa hari ini memang cepet banget berubah .emosiku juga kadang meledak ledak membuatku keheranan sendiri"


" mungkin bawaan anakmu. karna istrimu tak merasakan perubahan mood jadi kamu yang ngalamin"


"bisa begitu ma?" bingung


" bisa dong! apa sih yang nggak mungkin terjadi jika Allah sudah berkehendak maka terjadilah"


"hmmm iya, iya. ngomong-ngomong sayang tidak kah kamu ingin melepaskan pelukanmu ? aku ingin mandi" wajah memerah


" oh iya maaf" melepaskan pelukan nya


"yasudah aku ingin mandi dulu" pergi ke kamarnya


*dirumah marcel*


anas terheran-heran melihat marcel melakukan segala nya sendiri.anas merasa lega kehamilan nya ini sangat mudah tak ada ngidam-ngidam berlebihan.mual jugA sudah mulai hilang.kini marcel sedang memasakkan makan malam untuk anas.


marcel sengaja membuat makanan yang sehat dan bergizi, demi menunjang perkembangan sang buah hati..


jreeeenggg


meja penuh dengan makanan.membuat anas tercengang melihatnya.


" maaf kak, apa ini nggak berlebihan?" bingung


" nggak kok! ini kan juga demi calon anakku"


" hmmm begitu ya. tapi tolong bantu saya menghabiskan ya" tersenyum terpaksa


" saya minta tolong, jangan panggil saya sayang! itu terdengar sangat menjijikan "


"baiklah jika dikau meminta" cringg..cringgg senyum penuh pesona


" astaga laki-laki macam apa dia " batin anas


selesai makan anas menonton tv dikamar.marcel menyediakan beberapa potong buah untuk anas makan.


"kak, aku sudah kenyang! aku tak ingin makan buah "


" baiklah, aku letakkan dimeja ya!" meletakkan buah nya


setelah itu marcel mendekati anas.


" apa kamu lelah?"


" apa mau aku pijit?"


"apa ada yang kamu inginkan? dan bla bla bla.. ?"


membuat anas tertekan karna marcel terus saja berbicara.


"DIAMMM"penuh aura suram dan kesal


"maaf, apa dikau marah?"


" keluar!!! jangan masuk kalau saya nggak nyuruh anda masuk " teriak anas kesal


" hmm, baiklah " menunduk sedih dan berlalu keluar kamar


melihat ekrpresi sedih marcel, anas merasa sedikit berasalah karna sudah mengusirnya.


" apa aku keterlaluan ya? sudahlah,lagian suruh siapa nggak bisa diem "


diluar kamar


marcel merasa sedih karna tidak bisa dekat dengan anas.tak terasa kini sudah pukul 23.00 tv dikamar anas masih menyala.


marcel yang penasaran, dia pun masuk ke kamar untuk melihat apa anas sudah tidur atau belum.


ternyata anas belom tidur! dia masih asik nonton drama romantis.


" kamu belom tidur?" tegur marcel


" belum, kamu sendiri kenapa masuk ? " datar


" aku kan mau tidur " merebahkan badan disamping anas


suasana menjadi sangat canggung saat adegan drama tersebut menunjukan adegan dewasa. secara spontan anas langsung mematikan tv karna malu.


anas langsung membaringkan tubuhnya.dia masih teringat adegan tersebut hingga muncul bayang-bayangan yang membuatnya merah merona.


"wajahmu merah , apa kamu sakit?" mengecek suhu dahi nya syifa


" nggak demam kok? apa kamu baik-baik saja ?" tany Marcel kawatir


deg..deg..


"duh kenapa deg deg an gini"batin anas


"ng..gakpapa kok" gugup