LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 47



akhirnya mereka sibuk berdebat dengan obrolan mereka yang nggak bermutu. sedangkan syifa dikamar lulu begitu sedih dan mengadu pada lulu.


" loe ngapa sedih " sambil menyusui bayi nya.


"tian bentak gue huaaa" bersedih


" kok bisa, pasti loe bikin tian kesel kan!"


" nggak kok. tadi gue tu cuma beliin kado buat dede bayi nggak terasa udah 1 jam dan aku belom kelar milihnya eh tian dateng marah-marah " menundukkan wajahnya.


" ini ni ****** dipiara. tian tu marah karna nungguin loe lama. coba kalo loe suruh nunggu segitu lama nya marah nggak "


" marah sih " dengan nada pelan


" nah itu tau jadi nggak usah sedih ok "


" bener kata loe, gue nggak boleh sedih mending gur gendong anak loe. sini gue gendong bentar ya " antusias


" nih . awas pelan-pelan"sambil menyerahkan anknya.


syifa begitu bahagia bisa menggendong bayi itu.


" nama nya siapa ?"


" namanya samuel aditya"


" wah baby sam kamu lucu banget . tanganmu mungil banget " gemes menciumi wajah baby sam


tapi tiba tiba samuel nangis dengan sangat kencang karna tidurnya tidak nyenyak diganggu oleh syifa.


" loh kok nangis sih sayang. ini ama mamah syifa "


" oekkkk...oekkkkkkk " tapi tangisan samuel semakin kencang


lulu segera mengambil alih samuel dan menyusui nya kembali. kini samuel terlelap kembali.


" maaf ya fa , samuel emang gini nggak mau dipegang sama orang baru "


" ya gue ngerti kok. bayi kan lebih nyaman didekapan ibu " tersenyum


" (ya Allah kapan Hamba mu ini diberikan bayi kecil seperti ini)" batin syifa sambil memandangi wajah kecil samuel.


"woyy jangan bengong . kita pindah ke sofa sini aja biar anakku tidur" ucap lulu sambil meletakkan samuel dalam box bayi.


merekapun beralih ke sofa samping tempat tidur lulu.


" ngomong-ngomong gimana rasanya jadi ibu " tanya syifa .


"rasanya luar biasa fa bahagia banget. ya walaupun sempat kawatir karna anakku lahir prematur! kekawatiran itu hilang saat keadaan samuel stabil dengan cepat"


" belom. mungkin Allah belum memberiku kepercayaan" menunduk sedih


"sudah-sudah jangan sedih . mungkin loe ama tian kurang rajin bikin nya" sambil menghibur syifa.


"dikira bikin nggak cape kali ya "


" capek? enak kali .."


" nggak enak tau pinggangku rasanya remuk semua stamina tian terlalu kuat nyerah gue " menghela nafas


"sayang ini makan siang nya !" masuk ke kamar lulu


" wah makasih sayang "sambil mencium andra.


"hmm hmm gue disini woy bisa nggak sih jangan mesra-mesraan di depan gue "


" sorry ya fa loe kan ada tian , sono ajak tian mesra-mesraan !"


" ogah , gue mau nemenin baby samuel disini aja . gue lagi sebel ama dia "


"yaelah ngapa loe sebel . tadi kan dah gue ceramahin masih kurang loe jangan egois fa ditinggal tian aja baru tau rasa ntar "


" ngomong-ngomong soal tian. tian dah pergi dari tadi katanya capek.. " terhenti


"apa pergi!. kok nggak bilang dari tadi sih kalo tian pergi. " kaget dan langsung berlari keluar mengejar tian


"sayang bener tian pergi ? " tanya lulu


"iya tian pergi istirahat dikamar tamu ! orang katanya capek nungguin syifa belanja lama banget "


" wuahahaha syifa pasti salah paham tu dikira ditinggal tian pulang " sambil tertawa


" sudah tertawanya cepat makan mumpung samuel masih tidur !"


syifa begitu panik takut ditinggal tian pulang. syifa lari keluar tapi ia kaget melihat mobil tian yang masih terparkir di garasi andra .


" loh ni mobil tian . andra ni pasti boongin gue pasti " gumam syifa sambil berbalik masuk


" andraaaaa!!"panggil syifa


" iya apa syifa . ngapa teriak-teriak sih samuel lagi tidur tau " dengan suara pelan.


" oh iya sorry. tadi loe bilang tian pergi tapi kok mobilnya masih ada ?" tanya syifa


"iya tian pergi istirahat dikamar tamu ! makanya kalo orang ngomong tu jangan dipotong "


" satu lagi tu makan siang udah siap. ambilin tian makan sekalian loe makan juga !"