
"(assalamualaikum papa)" ceria
"(waalaikum salam sayang. kamu sehat kan disana)"
"(alhamdulillah sehat pa! dimana mama)"
"(mama kamu lagi sibuk. nih ngomong ama bian aja)"
"(hai adik kecilku . makin gede makin jelek dah kamu)"ejek bian
"(ah kakak!! aku tu cantik tau. kakak tu yang jelek)" sebal
"(ihh bibir nya kayak bebek dah kalau kayak begitu )"
"(kakak jahat! kakak nggak sayang syifa lagi ya)" sedih
"(uluh uluh sayang . kakak sayang sama syifa kok, oh iya dimana suami kamu?)
"(tu lagi tiduran)"menunjukan tian yang sedang rebahan
"(oh. terus gimana kehamilanmu?)"
"( alhamdulillah baik kak. sayang banget aku nggak bisa liat kakak nikah)"
"(nggak papa .kakak ngerti kok , kamu jangan sedih lagi ya .nanti kalau kamu lahiran kakak akan datang bawa hadiah istimewa untuk kamu)"
"(benarkah! aku tunggu ya . awas kalau kakak ingkar janji )"
"(iya kakak janji. sudah dulu ya fa disini sibuk banget nanti dilanjut lagi ya bye sayangku)"
"(bye kakak)" menutup panggilannya
"huhh ini orang molor mulu dah. aku jadi lapar " pergi ke dapur
didapur dessy sedang membuat beberapa jus buah dan makan malam untuk semua orang.
" mama. aku bantuin ya" menghampiri dessy
"nggak usah nak! mama bisa kok sendiri. sebaiknya kamu duduk saja " pinta dessy
" syifa capek mah duduk mulu " eluh syifa
" ya sudah mari bantuin mama kupas buah saja "
"baik mah" mulai memotong motong buah
setelah selesai memotong buah dessy meminta syifa untuk mengantarkan beberapa buah untuk anas.
tok..tok..tok..
"masuk!!"
"dek, ini buah untukmu.makanlah!" meletakkannya di meja samping tempat tidur
"iya kakak ipar, terima kasih "
" yasudah aku pergi dulu !!"
" kak, tunggu!!" menahan tangan syifa
"iya ada apa dek?" berbalik badan
" duduklah disini" menepuk pinggir kasur
"ngomong aja, nggak usah sungkan." tersenyum
"maafkan aku kak !" tertunduk malu
" maaf untuk apa?" bingung
" sebenarnya yang membuat kakak keguguran dulu adalah aku! maafkan aku!" membungkukkan badan
" kenapa kamu lakukan itu dek? itu bukanlah perbuatan yang baik "
"maafkan aku kak.aku dibutakan oleh rasa cintaku pada kak tian "
" itu bukan cinta dek.cinta itu sampai kapanpun dan bagaimanapun keadaanmu dia tetap setia berada disampingmu hingga akhir hayat. kalau yang kamu lakukan itu hanya akan membuat orang itu semakin membencimu ! " nasehati syifa
" aku ngerti kak " sedih
" aku juga sudah memaafkanmu! masa lalu biarlah berlalu sekarang lebih baik memikirkan masa depan apalagi sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu" tersenyum
" terima kasih kak,kakak sudah baik sama aku " memeluk syifa
" iya sama-sama. aku sudah menganggapmu seperti adik kandungku sendiri" melepaskan pelukan anas.
" dek. aku juga ingin kamu coba terima marcel! dia itu baik dan perhatian . kasian jika kamu terus saja menolaknya "
" tapi kak aku belom bisa menerima nya . hatiku belom siap"
" belajarlah menerima marcel, bukalah hatimu untuknya"
" baik kak, akan aku coba"
" aku pergi dulu dek. aku ingin membangunkan kakakmu dulu " berjalan pergi
" iya terima kasih kak " tersenyum
setelah dari kamar anas, syifa kembali kemeja makan. dessy sudah selesai mempersiapkan makan malam .
" dimana tian nak "
" tidur ma!"
" tolong kamu bangunkan dia untuk makan malam "
" baik mah " berjalan menuju kamarnya
*dikamarnya*
tian baru selesai mandi dan lagi berganti baju
terdengar orang membuka pintu
" sayang, apa kamu sudah bangun?"
" sudah! "
" cepat menyusul ya ke meja makan " menutup pintu
" tunggu !!" tapi syifa sudah menutup pintu
" aishh syifa makin lama makin nggak peka " kesal
setelah mengganti pakaian, tian menyusul syifa kemeja makan.dimeja makan terlihat dessy dan syifa sudah terlebih dulu makan.