
"pffftt" tian menahan tawanya.
"loh biasanya yang ngomong kayak gitu kan ayahmu ?"
"ntahlah tante An nggak leti jalan pikilan olang dewasa" dengan nada datar.
tak terasa sudah sampai di depan rumah marcel.
" makasih ya tante. udah antel lean pulang " membuka pintu dan menuruni mobil.
" dah kakak iver, kak via .aku pulang dulu " melambaikan tangan.
" bye !" ucap via sedangkan iver sibuk membaca buku.
setelah itu An masuk kedalam rumah dan tian melajukan mobil nya pulang.dirumah marcel. An membuka pintu dan berjalan memasuki rumah.
"bunda!! aku pulang !" langsung duduk di meja makan.
"wah putra ibu sudah pulang! gimana sekolahnya suka nggak?" penasaran.
" biasa aja " mengambil piring dan makan.
" nggak ada yang seru gitu?"
"nggak ada bunda. ayah dimana?"
"ayah kan dikantor,nanti malam baru pulang !"
nyam.. nyam..
An memakan makanan nya dengan lahap. terkadang Anas merasa bingung bagaimana An bisa memiliki sifat dingin seperti ini.
" coba kamu bersikap layaknya anak kecil ,pasti lucu banget " gemas
"ih bunda, aku itu udah gede bukan anak kecil lagi " kesal.
" huh bunda jadi sedih,lean nya bunda nggak sayang sama bunda " berpura-pura sedih
" bunda jangan nangis. sini aku sayang " menuruni kursi,menghampiri Anas dan memeluknya.
"aku sayang sama bunda kok,iya kok. bunda jangan sedih ya !" membelai wajah Anas.
"iya, hmm bagaimana jika kita baca buku cerita aja !" ajak Anas
"buku celita lagi huhh bosan aku tuh " cemberut
" terus mau main apa?"
" ayo kita baca buku bisnis punya ayah aja " bersemangat dengan wajah yang amat sangat imut.
" astaga, anak ini mulai lagi. ok,ok ayo kita ke ruang kerja ayah .tapi sebelumnya kamu mandi dan ganti baju dulu ok !"
" ok bunda " berlari menuju kamarnya.
drttt..drttt..
"(hallo)"menggeser warna hijau
"(hai sayang. lagi apa? Lean sudah pulang kan?)"
"(hahhh.. aku lagi duduk di meja makan. sudah, sekarang dia lagi ganti baju)" ucap anas menghela nafas panjang
"(kamu kenapa kok nada bicaramu begitu?)"
"(biasa,si lean. kenapa dia tak bertingkah layaknya anak kecil malah diumur nya yang terbilang muda malah bilang ingin baca buku bisnis!)"ucap anas dengan kesal.
"(tenang sayang. keturunan dari keluarga kami memang mempunyai IQ yang tinggi diatas rata-rata . jadi kita harus bersyukur karna anak kita itu jenius )"
"(hmmm sudahlah, terus kamu pulang jam berapa?)"
"(aku lagi dijalan mau pulang. kamu mau aku beliin apa?)"
"(nggk usah. hati-hati dijalan )"menutup ponselnya.
disisi lain tian dan syifa baru saja tiba di rumah.tian memarkirkan mobilnya digarasi.Oliver dan Olivia sudah lebih dulu menuruni mobil.disusul tian dan syifa berjalan masuk kedalam rumah.
Oliver dan Olivia menghampiri oma dan opa nya yang sedang duduk berbincang diruang tv.
"oma! opa!"via dengan semangat memeluk dessy dan charles. sedangan iver langsung duduk di sofa.
"aduh cucu-cucu oma udah pulang "
"iya oma " via tersenyum dengan manis.
" loh kok iver nggak peluk oma sama opa?" ucap charles bingung melihat ekspresi Oliver yang sedang kesal.
" aku cape!" menyenderkan badan nya dan menutup mata nya.
"kakak kamu kenapa via?"
"anak anak pelempuan di sekolah ngejal-ngejal kakak telus kan kesel jadinya " mendengkus kesal dengan ekspresi yang begitu imut.
"hahaha kasian cucu opa" charles tak bisa menahan tawanya karna melihat ekpresi lucu yang cucu.
"kalian orang dewasa hanya bisa mentertawakan aku! huh menyebalkan " Oliver bangun dari duduknya dan pergi ke kamar dengan kesal.
" ih kamu sih kan cucu kita jadi ngambek !" dessy memarahi charles.
"oma, ayo makan aku lapel " tarik via
"oh iya , ayo oma suapin kamu ya " berjalan bergandengan ke meja makan.dengan tingkah lucu nya via berusaha naik kursi nya sendiri.
"pfftt.. sayang lihatlah anak kita lucu banget " ucap syifa
" via,mau ayah bantu !" menawarkan diri
" nggak usah! aku bisa sendili .. ughh " berusaha naik dan akhirnya bisa duduk dengan benar di kursi.
dessy mengambilkan nasi dan beberapa lauk ke piring.setelah itu dessy duduk disamping via. Ia menyuapi via dengan penuh perhatian .