
deg..geg..
blushh..
wajah tian memerah..
"nanti malem aja ya sayang. aku capek banget!" tersenyum
" iya,iya baiklah" bahagia
" kamu istirahatlah! aku ingin mengerjakan pekerjaan kantor.kalau butuh apa-apa panggil saja ya "
"iya,aku ngerti "
cupp..
tian mencium kening syifa dan beranjak pergi ke ruang baca.banyak pekerjaan kantor yang sudah menunggu nya.
dari siang hingga malam tian sibuk mengerjakan pekerjaan nya.tian berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan nya karena dia ingin menghabiskan waktu bersama syifa.
malam sudah larut.tapi tian belum keluar juga dari ruang kerja nya.akhirnya syifa memutuskan untuk memasak, siapa tau tian belom makan.
selesai memasak,syifa mengantarkan makanan ke ruang kerja tian.
tok..tok..
"masuk sayang!"
syifa membuka pintu dan menghampiri tian.
" mari makan bersama sayang.pasti kamu sudah lapar kan " tersenyum dan meletakkan makanan di meja
" baiklah " bangkit dan ikut duduk di sofa tempat syifa duduk.
" apa pekerjaanmu belum selesai sayang?" mengambilkan makanan
" sedikit lagi kok"
" nih makan dulu !" menyodorkan piring makan
" terima kasih sayang " tersenyum
" iya " ikut makan
hari berlalu dengan cepat tak terasa kini sudah 5 bulan berlalu.syifa sudah menunjukan tanda-tanda ingin melahirkan . charles dan dessy juga sudah berada dirumah.mereka tak ingin melewatkan kelahiran cucu pertama mereka.
malam itu syifa dan tian tidur dengan nyenyak.hingga syifa merasakan sang bayi menendang perutnya.
dug..
syifa terbangun dan mengelus perutnya.
"kamu kenapa sayang?" mengelus perutnya.
tapi lama kelamaan muncul rasa sakit yang amat luar biasa.syifa mencengkeram kuat tangan tian dan berusaha membangunkan tian.
"ish.. sayang bang..ngunn.. perutku sakit " menahan sakit yang luar biasa.
tian yang kaget merasakan syifa mencengkeramnya dengan kuat pun terbangun.
" kamu kenapa sayang " panik
" pe..rutku sakit.." menahan sakit.
" tunggu! aku panggil mama sama ayah dulu " melepaskan tangan syifa dan berlari ke kamar charles.
tokk..tok..
"mama!"
dessy bingung mendenar tian yang mengetuk pintu nya dengan keras. dessy pun membukakan pintu untuk tian.
" iya ,ada apa nak?" bingung
" syifa ma, syifa mau lahiran!" panik
" apa!! tunggu sebentar mama siap-siap" kembali masuk kamar
sedangkan tian kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan barang bawaan syifa.
" yah, yah bangun! syifa mau lahiran " membangunkan charles.
" apa! ayo cepat " kaget dan langsung mengambil jaket.
charles dan dessy menghampiri syifa dikamarnya.
" apa yang sakit sayang " dessy kawatir
" perut.. ku sakit ma "
tian dengan sigap membopong syifa ke mobil.
" biar ayah yang nyetir.kamu dampingi saja istrimu "
" iya yah " mengangguk mengerti
mereka dengan segera menuju kerumah sakit.tapi ditengah perjalanan terjadi hal yang dilyar dugaan mereka.
" sayang kok banyak air " tian bingung
syifa sudah tak mampu menjawab pertanyaan tian karna merasa sakit yang luar biasa.
" air? jangan-jangan ketubannya sudah pecah !" semua orang semakin panik.
" tian.. aku sudah nggak tahan lagi..erghhh " mencoba mengejan.
" sabar sayang sebentar lagi sampai !" menenangkan syifa.
" iya nak, tahan,sebentar lagi kita sampai " charles semakin menambah kecepatan.
" tarik nafas lalu buang. seperti itu terus nak " dessy memberi intruksi
" huhhhh hahhhh" syifa mengikuti intruksi dessy.
hingga " erghhhhh " syifa mengejan dengan kuat
" ooekkkk" bayinya keluar
" astaga ! bayi nya keluar " tian panik
dessy pun menurunkan kursinya hingga ia menghadap syifa. dessy mencoba membantu syifa dengan membersikan bayi itu dan memotong tali pusarnya dengan gunting baru yang ada di mobil.
" anak kita sudah lahir sayang " tian bahagia
" iya" syifa tersenyum
tapi tiba-tiba perutnya terasa sakit kembali.
" aduh.. perutku sakit lagi !!" teriak syifa
" tian cepat gendong istrimu! kita sudah sampai "
tian dengan segera menggendong syifa.
" perutku makin sakit sayang!"
syifa langsung dimasukkan keruang bersalin.setelah di cek dokter ternyata masih ada 1 bayi lagi yang belum keluar.
" ayo bu dikit lagi! kepalanya sudah terlihat " dokter menyemangati syifa
" eghhhhhhhhhhhh"
" oekkkk...oekkkkk "
" selamat ya bu. putri anda sangat cantik " mendekatkan nya pada syifa.
disisi lain dessy membawa bayi yang satu lagi untuk dibersihkan dengan benar.
"wah cucuku ternyata laki-laki " charles senang saat melihat kain di buka
" iya sayang "
sedangkan tian tak sanggup berkata-kata melihat putra nya sudah lahir.
" pak tian! pak tian!" dokter keluar menggendong seorang bayi
" iya dok ada apa ?" menghampiri dokter
" selamat ya pak.putri anda sudah lahir " menyerahkan seorang bayi
" mama! ayah ! aku punya seorang putri " teriak tian
" oh iya dok,bagaimana keadaan istri saya ?"
" kondisi istri anda sudah stabil. sekarang sedang proses penjahitan .selesai nanti dia akan dipindahkan keruang rawat biasa" jelas dokter
" terima kasih dok"
dokter pun pergi meninggalkan tian.dessy dan charles mendekati tian.
"astaga ! cucu kita kembar " charles bahagia
" iya yah. aku sangat bahagia diberi seorang putra dan seorang putri sekaligus " berlinang air mata
" oh anak mama. nah sekarang udah jadi bapak ,jangan suka ngambek-ngambek nggak jelas ya "
" hehehe iya mah " tersenyum bahagia