LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 6



tak terasa hujan turun dengan lebat, suara gemuruh terus terdengar.


"yaelah pake ujan segala lagi . gimana gue pulang kalau kayak gini " eluh tian


"pulang tinggal pulang apa susahnya .. "ketus


"loe punya payung nggak? "


"nggak punya .. payungnya rusak belom beli lagi "memalingkan muka


"tapi hujannya makin deres.. boleh ya nginep disini semalem aja "pinta tian


"nggak boleh "


"plis..pliss boleh ya "pinta tian


"yaudah kalau nggak boleh.. besok camping kamu juga dilarang untuk ikut!!! gue bakal ngomong ke guru pembimbingnya " ancam tian


"loe kok gitu sih mentang mentang loe guru disekolah gue ..loe bisa seenaknya gitu "marah


"terserah gue dong "


" serah deh serah tidur sono dikamar tamu.. kalau loe berani macem macem gue bakal teriak "berlalu pergi


tian pun menuju kamar tamu


hatinya berbunga bunga bisa dekat dengan syifa..


"terima kasih hujan kali ini loe udah bantuin gue "membaringkan tubuhnya


hujan semakin lebat tiba tiba listrik pun jugA padam


"aaaaaaaaaaaarrhhhh .... " suara teriakan syifa


tian langsung bergegas ke kamar syifa dengan membawa lilin


"loe kenapa??"panik


" gue takut gelap.. huwaaaa.. "menangis


"nih gue bawain lilin..loe jangan takut ok "


"tapi gue takut sendirian "


"yaudah gue tidur disofa nemenin loe dikamar ini "ingin menuju ke sofa


tapi tangan tian ditahan oleh syifa


"disini aja "sambil menepuk pinggir tempat tidurnya


"baiklah "sembari duduk disebelah syifa


syifa memeluk tangan tian dengan erat seperti enggan untuk dilepaskan .tian juga merasa tidak tega melihat syifa ketakutan.


tak terasa jantung tian berdebar dengan kencang .tian baru menyadari kalau syifa memakai daster mini sepaha hingga menunjukan pahanya yang mulus.


"tahan tian tahan..loe harus bisa tahan, ini cobaan " batin tian dengan wajah memerah


tian pun memilih untuk memejamkan matanya dan ikut terlelap dikasur syifa


keesokan harinya vino dan zahra pulang lebih cepat karna urusan bisnis selesai dengan mudah..


vino mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada sautan akhirnya zahra mengeluarkan kunci cadangan yang berada di tasnya.


vino membuka pintu


"syifa.. " panggil vino


tapi tidak ada jawaban.zahra pun menghampiri kamar syifa.betapa terkejudnya zahra melihat tian dan syifa tidur dlbersama di ranjang.


"ayahhhh... " teriak zahra


"apaan sih teriak-teriak! ada apa? "menghampiri Zahra dengan cepat


"lihatlah kelakuan anakmu " menunjukam tian dan syifa yang sedang tidur bersama.


"syifa! ... tian! ... bangun kalian " teriak vino membangunkan mereka berdua


"hhmmm huahhh.. "tian mencoba membuka mata


"ayah ,, mamah,, kapan kalian pulang" syifa senang


"jelaskan pada ayah apa yang kalian lakukan " teriak vino


sontak tian terbangun dan berdiri dengan panik


"maaf om. ini salah paham " jelas tian menunduk bersalah


"iya yah ini salah paham.ini nggak seperti yang ayah dan mama bayangin, aku dan tian nggak ngapa ngapain percaya sama syifa yah "sedih


"woyyy jelasin dong "imbuh syifa


"semalem hujan deres om dan mati lampu .. syifa ketakutan katanya takut gelap jadi aku temenin sebentar eh aku malah ketiduran "jelas tiap gelagapan


"apa omonganmu bisa dipercaya tian " ancam vino


"tante boleh cek syifa , masih perawan kok .. lagian saya juga mikir om saya nggak mau ngerusak anak orang demi hawa nafsu semata "


"baiklah kami percaya " ucap vino dan zahra


"bersihkan diri kalian dan keluarlah untuk makan tante akan memasak sarapan"


"baik tante "meninggalkan kamar syifa


"oh ya tante biar aku aja yang masak sebagai permintaan maafku.. kalian pasti lelah habis perjalanan jauh "


"memang kamu bisa masak "ragu ragu


"alhamdulillah bisa om. saya dari dulu hidup mandiri jadi mau nggak mau saya belajar memasak demi menghemat pengeluaran "


"wahhb hebat.. muda ganteng mandiri lagi " melebih-lebihkan


"hemmm emang suami kamu ini kurang ganteng .aku juga bisa masak " cemburu


"ya ya suami ku memang yang terhebat "puji zahra


"biasa aja tuh "syifa merasa kesal . dia segera memasuki kamar mandi


tian pun pergi ke dapur untuk memasak.1 jam berlalu tian sudah siap untuk menghidangkan makanannya..


"hmmm harummnya" langsung duduk dimeja makan


"iya .. ini pasti enak.. oh ya tante lupa kasih tau kalau dikeluarga kami hampir semua alergi lada "


"tian tau kok tante .. syifa udah kasih tau "


"kasih tau apaan "timpal syifa yang baru saja keluar dari kamarnya


"bukan apa apa kok.. ayo makan ayah udah laper "


mereka pun mencicipi masakan tian


"wahhhhhh enak banget udah kayak masakan koki terkenal aja.kamu hebat nak tian " terkagum -kagum


"iya mah ini enak banget.. cocok deh jadi mantu idama"


"uhukk.. uhukkk.. ayah ngomong apa sih "ucap syifa tersedak mendengar kata-kata vino


"emang bener kok enak " jawab zahra


" biasa aja tante ini nggak seberapa masih enakan masakan tante malah" merendahkan diri


"emang enak sih tapi kalau gue akuin gengsi dong gue " batin syifa


"iyalah masakan mama yang paling enak "


tian tertunduk sedih.seperti sedang menahan air matanya.