LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 78



setelah memberi kabar pada marcel tentang kematian jordan.baron langsung mengatur penerbangan menuju jakarta saat itu juga.setiba nya jenazah di rumah duka, tangis anas semakin menjadi jadi.


kepergian jordan yang mendadak menjadi pukulan berat bagi anas. hingga acara pemakaman selesai anas masih tak sadarkan diri.marcel terus mendampingi anas dan menitipkan Lean pada syifa.


waktu berlalu begitu cepat. anas mulai bangkit dan menerima semua yang terjadi.


*15 tahun kemudian *


Oliver dan Olivia kini sudah tumbuh menjadi gadis dan pria yang begitu menawan. banyak teman kuliah yang jatuh hati pada mereka.ditambah dengan Pesona Lean yang begitu sempurna membuat mereka semakin populer di kampus.


"kakak!"teriak via yang baru saja memasuki kelas. dia langsung duduk disamping iver dengan tatapan meledek.


"tidak kah kamu terlalu kekanak kanakan!" wajah serius yang membaca buku.


"kakak ku sayang, aku tadi ketemu murid baru loh! dia cantik dan ramah. mungkin aku akan berteman dengan nya" berkata dengan perasaan takjub dan kagum.


"Via!"iver menengok ke arah Via dengan tatapan yang begitu suram.


"e..eh iya kak" kaget melihat ekpresi sang kakak.


"pindahlah ke belakang bersama Lean" senyum paksaan ..


"ok..ok " langsung bergegas duduk disamping Lean.


"pasti kamu gangguin kakak lagi ya kak"doengg Lean menunjukkan ekpresi wajah yang begitu muram.


"loh kamu kenapa dek?"bingung dan kaget


"kakakk.. ayah menyuruhku untuk bekerja di perusahaan nya! aku harus bagaimana " sedih


"loh bukannya bagus ya"


"tapi kak.."


"pagi anak- anak!" dosen memasuki ruangan dengan diikuti seorang gadis.


semua murid berbisik membicarakan betapa cantik dan anggun nya gadis itu .


"loh kamu !"teriak via yang sempat berpapasan saat memasuki kampus pagi tadi


gadis itu tersenyum dan mengedipkan mata nya dengan sangat imut.


"kyaaaaa imut nya" teriak para murid laki laki


"ayo perkenalkan diri mu" mempersilahkan dengan ramah.


"hai!! nama ku elisa graneta . aku baru pindah ke jakarta karna ayahku dipindahkan tugas di kepolisian daerah di jakarta. salam kenal ya"


cringgggg...


elisa tersenyum dengan sangat cantik .membuat para murid laki laki terpesona


"wah primadona kelas kita bertambah nih" ucap salag seorang murid laki laki dengan semangat.


"baik pak. terima kasih!" ramah


elisa berjalan menghampiri bangku itu.


"hai salam kenal " sapa elisa pada Iver


"hmmm" sahut singkat Iver tanpa menoleh sedikit pun.


'is ngeselin banget sih!'batin elisa


elisa meletakkan tas nya di meja dan mulai duduk.sesekali Ia mencuri pandang ke arah Iver yang sedang membaca.elisa menyangga kepalanya dengan tangan dan tatapan penuh pesona ke arah Iver.


'hmmm kalau diliat liat ganteng juga ni cowok. tapi wajah nya kok mirip dengan' batin elisa. seketika menoleh ke arah Olivia


'benar! wajah nya mirip.'kaget


kringgggg....


kelas sudah berakhir. semua orang mulai keluar untuk makan siang.


"hai"melambaikan tangan menyapa elisa yang sedang merapikan buku.


"iya" tersenyum ramah


" kenalin nama aku via" mengulurkan tangan nya


"hai Via"


" kamu nggak makan siang? makan siang bareng aku gimana?" tanya Via dengan penuh harap


"hmmm.boleh!"


"baiklah, ayo ke kantin" gandeng Via dengan penuh semangat. sedangkan elisa pasrah saat Via dengan tiba-tiba menggandeng nya .


sesampainya dikantin sudah ada Iver dan Lean yang sedang menunggu Via.


"kakak!! Lean !!" tiba-tiba datang bersama elisa.


elisa menjadi canggung bisa duduk diantara para laki laki tampan yang banyak diidolakan para wanita .


"loe, murid baru tadi ya ?"Lean penasaran karna saat kelas tadi dia memilih tidur daripada mendengarkan pelajaran yang begitu membosankan .


"iya" tersenyum ramah


"Lean cepat makan makanan mu . setelah itu kembali ke kelas !" ucap Iver dengan datarnya.


"kakak !! kann aku baru dateng. masa kakak udah buru-buru mau balik ke kelas sih " cemberut


"bersikaplah dewasa sedikit Via. kamu juga jangan deket-deket sama orang yang baru kamu kenal kita nggak tau kalau nanti dia punya maksud buruk!" ucap Iver dingin


"CUKUPPP!!!, gue dari tadi udah diem ya! dan loe ngapain sih ngomong begitu! dasar gunung es " bentak elisa dengan sangat kesal dan marah