LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 42



" maaf nyonya diluar ada seorang laki-laki yang mengaku sebagai putra anda " ucap satpam


"oh itu pasti tian . ok aku akan menemuinya!"


" baik nyonya" ucap satpam meninggalkan kamar dessy


"anas, mari ikut ibu pulang kerumah ibu mau kan?"


"aku mau. ayo kita pergi sekarang"


dengan semangatnya anas mengikuti dessy keluar dan menghampiri sebuah mobil.


kaca mobil pun terbuka


" loh tian ngapain kamu disini ?"


" kamu sudah kenal tian nak? "


" iya bu , aku udah kenal lumayan lama sama tian!"


" bagus kalau begitu . mulai seterusnya kamu harus panggil tian kakak "


"oh ternyata kamu adik kecilku " meledek


" kakak!" bingung


" iya , tian putra kandung ibu walaupun kalian beda ayah tapi kalian adalah anak yang ibu lahirkan!"


raut wajah anas berubah kecewa. ternyata selama ini dia menyukai kakak nya sendiri.


"baiklah bu" berusaha tersenyum menerima kenyataaan .


" nah sekarang loe jadi adek gue jadi loe harus hormat sama gue " dengan sombongnya.


"dih gitu dah.. ibu kak tian jahat" mengadu pada dessy.


"sudah hentikan jangan menjahili adikmu"


"ayo cepat naik kita harus segera pulang!"


"iya bawel"


mereka pun menuju kerumah charles.sesampainya dirumah dessy langsung masuk rumah dengan menggandeng anas masuk.


"kalian sudah pulang!" tersenyum ramah.


"sudah sayang. oh iya ini suami ibu , kamu bisa memanggilnya papa atau senyamanmu saja!" pada anas.


"salam kenal pa! saya anastasya putrinya ibu"


" wah kamu sangat cantik dan manis ya"


"ah papa bisa aja!"malu


" syifa!!!" panggil charles


" iya pa aku datang"sambil menuju arah charles


" ini kenalkan adiknya tian , namanya anas"


" hai kakak ipar hehehe" berusaha akrab


syifa hanya membalas dengan senyuman .


"wajah anas seperti familiar ya? dimana ya aku pernah melihat?" batin charles


"oh iya aku ingat , anak ini kan dalang dari kegugurannya syifa! sebaiknya aku sembunyikan masalah ini kasian istriku baru bisa berkumpul dengan putrinya" batin charles


"sayang kenapa kamu bengong ayo kita makan bareng . sudah lama kita tak berkumpul seperti ini" ucap dessy dengan raut muka yang begitu bahagia.


"nggk kok. ayo kita makan "


saat makan anas menitihkan air mata. sedari kecil anas selalu makan sendirian . sang ayah setiap hari sibuk bekerja hingga larut malam.


"kenapa kamu nangis "


"nggak nangis kok. anak cuma bahagia"mengusap air matanya.


"biasa ma anak manja jadi cengeng " ledek tian


sontak tian langsung dicubit pahanya oleh syifa yang menegurnya.


"ihh kamu apaan sih sakit tau " eluh tian


" lagi orang pada serius malah becanda !"


"hehehe maaf "


"ayah nggak pernah ada waktu untuk menemaniku makan . dari kecil aku hanya ditemani oleh pengasuhku seorang " dengan muka sedih


dessy pun memeluk anas. dessy merasa sangat kasian melihat putrinya begitu rindu kasih sayang .


"maafin ibu ya sayang. ibu nggak bisa ngerawat kamu dari bayi"merasa bersalah.


"sudah jangan pada nangis . oh iya nak anas kamu sudah ijin ayahmu kalau kamu nginep disini "


"belom pa! nanti aja aku ijin"


"jangan sampai lupa ijin ingat ya!"ramah


"iya pah aku ngerti." ucap anas


"ternyata begini rasanya punya keluarga" batin anas dengan tersenyum


selesai makan mereka saling bercengkrama hingga larut malam. suasana kehangatan begitu terasa.


dikamar tian


"maaf ya sayang .kemaren aku salah paham, aku kira dia selingkuhan kamu " merasa menyesal telah menuduh suami nya telah berselingkuh.


"iya gakpapa.aku paham! kamu pasti cemburu.aku juga bakal cemburu kalau liat kamu sama laki-laki lain" yang sebenarnya ingin tertawa karna tian juga baru tau kalau anas adalah adiknya.


" ya aku ngerti kok . aku bakal setia sama kamu "


"yaudah mari tidur . ini sudah malam kamu harus cukup istirahat biar kita cepet bisa punya anak "


"ah kamu bisa aja "tersenyum