LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 68



setelah mengantar dessy pulang,marcel membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam.


ini pertama kali nya dia belanja di pasar tradisional . semua orang menatap heran marcel.


"wah ada orang korea"


"iya ganteng banget ,dijadiin istri juga mau aku"


"udah punya pacar belom ya?"


kurang lebih begitu mereka membicarakan marcel.


"mbak beli ini,ini,ini,sama ini ya " memilih beberapa sayur dan bumbu masak


"iya,iya" mata tak bisa teralihkan melihat wajah tampan marcel


"berapa semua mbak?"


"gratis aja deh buat mas ganteng" mata berbinar binar


"gak boleh gitu mbak! ini untuk mbak,kembalian nya ambil aja" memberikan beberapa lembar uang lalu pergi


Kyaaaa....


"gantengg!!"ambruk


"hmm sayur udah,daging udah , kayaknya ini udah cukup deh" gumam marcel melajukan mobilnya pulang.


sesampai nya dirumah marcel langsung masak.


tapi tiba-tiba ac dapur tak bisa menyala .marcel memutuskan untuk membuka kaos nya dan hanya memakai celemek untuk memasak.


bau harum masakan tercium hingga kamar. membuat anas lapar dan ke dapur.


"kak, masak apa?" duduk di meja makan tak memperhatikan marcel.


"aku masak steak dan salad untukmu"sringgg... senyum penuh pesona


"astaga ganteng banget" pipi anas memerah


"ka..kkamu kenapa nggak pake baju?" kaget


"gerah ! ac nya mati. besok baru panggil tukang servis"


"oh gitu" menahan malu dan tanpa disadari anas mimisan melihat tubuh indah marcel


"kamu kenapa ? apa kamu sakit" mendekati anas karna melihat anas mimisan


" e..eh gakpapa kok" berusaha mengelapnya dengan tangan


"jangan pake tangan! sini aku bersihkan" mengelapnya dengan tisu


badan marcel terlalu dekat membuat anas merah merona.


"sudah , sudah ayo makan" mendorong marcel pelan


" apa kamu nggak papa Nas? wajahmu memerah"kawatir


" aku gakpapa tenang aja" berusaha tenang


"kalau dipikir-pikir baru pertama kali aku lihat badan nya kak marcel dengan jelas" batin anas


selesai makan anas mencuci semua piring kotor.


"sudah biar aku yang cuci!" penuh perhatian


" nggak usah! lagian aku nggak ada kerjaan" tolak anas


"maafkan daku ya anas!"memeluk anas dari belakang.


deg..deg..


anas kaget marcel memeluknya dari belakang!


"hmm.hmm maaf untuk apa?" gugup


"untuk semua yang terjadi"


"oh.sudahlah ini semua sudah terjadi tak ada yang perlu di sesali "


"iya" bernafas ditengkuk leher anas


"kak,bisa lepaskan aku nggak?"


marcel membalikkan badan anas.wajah marcel semakin dekat dan dekat.


"kakak mau ngapain?" bingung


cupp...


marcel mencium dan ******* bibir anas. anas hanya terdiam karna kaget hingga ia memutuskan untuk pasrah.


semakin lama ciuman marcel semakin dalam dan intim membuat anas mengikuti alur yang diinginkan marcel.


hah..


"apa aku boleh" ijin marcel


anas mengangguk yang mengartikan bahwa anas memperbolehkan nya.


"tapi jangan disini"gugup


"baiklah, ayo ke kamar " menggendong ans


" tunggu kak.." kaget karna marcel tiba-tiba menggendong nya.


mereka melanjutkan nya dikamar.


.


.


.


.


hingga akhirnya mereka selesai.


"apa masih sakit Nas?"


"sedikit" membelakangi marcel karna malu


"walaupun aku selalu kasar padanya.tapi dia begitu baik padaku"tersenyum


keesokan pagi nya Anas dan marcel berangkat mengantar dessy kebandara.sebelum nya mereka kerumah tian dulu untuk bersama-sama mengantar dessy.


tian, syifa dan dessy sedang sarapan bersama.terdengar suara ketukan pintu.


dengan segera tian membuka pintu.


"eh marcel, anas kalian sudah datang! sarapan bareng dulu sini sebelum berangkat "


"iya makasih kak " ucap serentak anas dan marcel.


"hmm kompak ni " sindir tian


" ih kakak apaan sih !" malu dan langsung duduk untuk ikut sarapan.


"kamu sudah datang nak! ibu ambilkan makanan untukmu !" mengambilkan makanan


"nah makan sayang " perhatian


" makasih bu " tersenyum


" tunggu! di bawah kuping mu itu apa ?" bingung dan melihatnya dari dekat


"oh.. abis ngapain kalian semalam " tian meledek anas


"uhuk..uhuk .." marcel tersedak


" dah lampu ijo aja ni " dessy tersenyum


" ah ibu ,kakak apaan sih! ini kan cuma digigit nyamuk" malu


" iya nyamuk gede ya " tertawa puas karna meledek anas


" sudah,sudah sayang.kasian dek anas malu ! wajah nya sampe merona "


" hmm kak ini udah jam 8 penerbangan kan jam 10 " ucap marcel mengalihkan perhatian