
suasana berubah begitu canggung.hingga marcel memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.
"hhaai" gugup
"hai"datar
" bagaimana keadaanmu?ada yang kamu inginkan kah?"
" lumayan lebih baik,sejauh ini nggak ada "
"hmmm. pak marcel tinggal disini saja bersama saya " memberanikan diri
" kamu nggak keberatan saya tinggal disini?" memastikan
" insya Allah nggak. saya sudah berjanji pada ibu untuk mencoba menerima anda " ragu
" baiklah kalau itu keputusanmu"
" akhirnya aku bisa deket pujaan hatiku " batin marcel berbunga-bunga
"oh iya ini aku bawakan sesuatu untuk kakak iparmu " menyerahkan sebuah tas
" wah lucu banget.makasih !"
"kamu kalau senyum manis deh " senyum
" maksud anda " berubah datar kembali
" bukan apa-apa" kecewa
" anda tak membawakan untuk saya juga?"
" nggak! . kehamilanmu masih terlalu muda, ibu bilang tidak baik jika membelikannya sekarang.tunggu 5 bulan nanti kamu bisa pilih sepuasnya kalau perlu 1 toko aku beli untukmu"
" lebaynya kumat deh " menghela nafas
"baiklah kalau begitu aku pamit dulu mau ambil beberapa baju untuk dibawa kemari"
" eh nggak usah nak, kamu bawa anas nya saja untuk tinggal bersamamu disanA"dessy tiba-tiba muncul
sedari tadi dessy menguping pembicaraan marcel dan anas .
"tapi buu" menolak
" sudah.kamu kan sudah janji dengan ibu "
"hmmm baiklah.tapi ibu sering-seringlah main kesana ya " sedih
" iya. sudah pergi sana! kasian marcel menunggumu " tersenyum
anas berjalan menuju mobil marcel.lalu mereka menuju rumah marcel.sesampainya dirumah .
"ayo masuk !"
" iya"
"sini aku anter kamu ke kamar " menuju kamar utama
"loh kamar pak tian kan diatas?" bingung
" oh iya. ini kamar untukmu! kamu sedang hamil, jadi nggak baik untukmu naik turun tangga "
"iya aku ngerti"
" untuk mengurus rumah biar mbak sani yang mengurusnya "
" oh dia, asisten rumah tanggaku yang baru.tapi lusa dia baru datang jadi sementara aku yang akan mengurus semuanya "
" tapi anda kan harus kerja!" merasa kasian
" nggak papa ini nggak seberapa. kesehatanmu dan calon anak kita yang terpenting "tersenyum
" tapi pak.."
"syuuut jangan panggil saya pak! panggil kakak saja biar lebih akrab atau bisa langsung panggil namaku "
" baiklah"
*dikantor *
suasana hati tian benar-benar buruk . semua orang dikantor ketakutan karna semua pekerjaan mereka serba salah.
"maaf pak, saya pulang duluan " pamit yasmin selaku sekertaris tian.
iya sekarang sudah waktunya jam pulang kantor.
"pergi sana ! "
*dirumah tian *
"mah, anas dibawa marcel ya "
" iya nak. nggakpapa biar mereka bisa lebih deket "
" iya bener tuh ma. kok tian belum pulang juga ya ?"
" iya ya seharusnya tian sudah pulang dari tadi nih "
" coba saya telfon satpam dikantornya tian dulu !" dessy
tuttttt
"(hallo)"
"(maaf pak satpam ini saya bu dessy)"
"(oh bu dessy , ada apa ya bu )"
"(pak tian sudah pulang belom ya?)"
"(oh pak tian sudah dari tadi bu! sepertinya beliau sedang banyak masalah ya. dari pagi pak tian selalu marah-marah)"
" (marah? hmmm baiklah pak terima kasih )"
"(baik bu sama-sama):" menutup telfon nya
"gimana ma?"
" tian sudah pergi dari tadi katanya "
" trus tian lemana ya ? apa tian masih marah ya ?" merasa bersalah
" jangan sedih sayang. tian begitu kekanak kanakan membuatmu kawatir begini "
"tapi ini salah syifa ma " sedih
" sudah, sudah nanti dia juga pulang"