LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 64



suasana berubah begitu canggung.hingga marcel memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.


"hhaai" gugup


"hai"datar


" bagaimana keadaanmu?ada yang kamu inginkan kah?"


" lumayan lebih baik,sejauh ini nggak ada "


"hmmm. pak marcel tinggal disini saja bersama saya " memberanikan diri


" kamu nggak keberatan saya tinggal disini?" memastikan


" insya Allah nggak. saya sudah berjanji pada ibu untuk mencoba menerima anda " ragu


" baiklah kalau itu keputusanmu"


" akhirnya aku bisa deket pujaan hatiku " batin marcel berbunga-bunga


"oh iya ini aku bawakan sesuatu untuk kakak iparmu " menyerahkan sebuah tas


" wah lucu banget.makasih !"


"kamu kalau senyum manis deh " senyum


" maksud anda " berubah datar kembali


" bukan apa-apa" kecewa


" anda tak membawakan untuk saya juga?"


" nggak! . kehamilanmu masih terlalu muda, ibu bilang tidak baik jika membelikannya sekarang.tunggu 5 bulan nanti kamu bisa pilih sepuasnya kalau perlu 1 toko aku beli untukmu"


" lebaynya kumat deh " menghela nafas


"baiklah kalau begitu aku pamit dulu mau ambil beberapa baju untuk dibawa kemari"


" eh nggak usah nak, kamu bawa anas nya saja untuk tinggal bersamamu disanA"dessy tiba-tiba muncul


sedari tadi dessy menguping pembicaraan marcel dan anas .


"tapi buu" menolak


" sudah.kamu kan sudah janji dengan ibu "


"hmmm baiklah.tapi ibu sering-seringlah main kesana ya " sedih


" iya. sudah pergi sana! kasian marcel menunggumu " tersenyum


anas berjalan menuju mobil marcel.lalu mereka menuju rumah marcel.sesampainya dirumah .


"ayo masuk !"


" iya"


"sini aku anter kamu ke kamar " menuju kamar utama


"loh kamar pak tian kan diatas?" bingung


" oh iya. ini kamar untukmu! kamu sedang hamil, jadi nggak baik untukmu naik turun tangga "


"iya aku ngerti"


" untuk mengurus rumah biar mbak sani yang mengurusnya "


" oh dia, asisten rumah tanggaku yang baru.tapi lusa dia baru datang jadi sementara aku yang akan mengurus semuanya "


" tapi anda kan harus kerja!" merasa kasian


" nggak papa ini nggak seberapa. kesehatanmu dan calon anak kita yang terpenting "tersenyum


" tapi pak.."


"syuuut jangan panggil saya pak! panggil kakak saja biar lebih akrab atau bisa langsung panggil namaku "


" baiklah"


*dikantor *


suasana hati tian benar-benar buruk . semua orang dikantor ketakutan karna semua pekerjaan mereka serba salah.


"maaf pak, saya pulang duluan " pamit yasmin selaku sekertaris tian.


iya sekarang sudah waktunya jam pulang kantor.


"pergi sana ! "


*dirumah tian *


"mah, anas dibawa marcel ya "


" iya nak. nggakpapa biar mereka bisa lebih deket "


" iya bener tuh ma. kok tian belum pulang juga ya ?"


" iya ya seharusnya tian sudah pulang dari tadi nih "


" coba saya telfon satpam dikantornya tian dulu !" dessy


tuttttt


"(hallo)"


"(maaf pak satpam ini saya bu dessy)"


"(oh bu dessy , ada apa ya bu )"


"(pak tian sudah pulang belom ya?)"


"(oh pak tian sudah dari tadi bu! sepertinya beliau sedang banyak masalah ya. dari pagi pak tian selalu marah-marah)"


" (marah? hmmm baiklah pak terima kasih )"


"(baik bu sama-sama):" menutup telfon nya


"gimana ma?"


" tian sudah pergi dari tadi katanya "


" trus tian lemana ya ? apa tian masih marah ya ?" merasa bersalah


" jangan sedih sayang. tian begitu kekanak kanakan membuatmu kawatir begini "


"tapi ini salah syifa ma " sedih


" sudah, sudah nanti dia juga pulang"