
🍂🍂🍂🍂🍂
Rapat orang ganteng adalah sebuah perkumpulan para keturunan Rahardian Wijaya setelah melakukan MALAM PERTAMA.
Tapi tidak untuk para menantu, karna suhunya tentu tak mau menistakan para bidadari keluarga di ruang kerja Sang Tuan besar.
Shaka dulu hadir di rapat adiknya, dan itu cukup menyenangkan dan ia yakin hal serupa akan terjadi juga padanya nanti setelah sah menjadi seorang suami, tapi syaratnya tentu setelah ia berhasil kukurusukan kedalam Lorong Rahasia yang gelap gulita.
"Aku lelah, Kha," jawab Vio yang matanya saja sedang ia paksa untuk terbuka.
"Tunda dong." jawab Shaka yang sudah mendaratkan ciumannya di bahu polos Sang istri.
"Masih ada malam lain, Sayang."
"Tapi ini malam pertama, Vi." Shaka yang melayangkan protes langsung membuat wanita tertawa kecil.
Sungguh, ini adalah sisi lain dari Shaka yang baru di ketahui oleh Violet padahal sudah 13 tahun mereka bersama dalam segala hal dan keadaan.
Ia tampak begitu manja menggemaskan saat merengek seperti ini, padahal dulu seringnya Shaka yang bersikap dewasa.
Betulkah tentang apa yang pernah ia dengar dulu?
Jika pria setia dan punya cinta luar biasa akan bersikap manis seperti bayi?
Entahlah, tapi Violet justru merasakan hal tersebut malam ini, malam dimana mereka resmi menjadi pasangan suami isteri yang sah secara agama dan negara.
"Bersih-bersih lah lebih dulu, Kha," titah Violet yang masih canggung sebab sebelumnya mereka tak pernah melakukan hal di luar batas, pelukan dari belakang begini saja baru pertama kalinya mereka lakukan.
"Hem, tapi nanti ya... ok.. ok," goda Shaka penuh harap dan Violet hanya tersenyum simpul.
.
.
.
"Vi, terima kasih ya," ucap Shaka yang perasaannya sekarang tak karuan.
"Untuk apa lagi, aku tak melakukan apapun untukmu, bukankah justru sebaliknya ya?" tanya Violet.
"Terimakasih sudah mau menjadi rumah dan tujuanku pulang selama ini, Terima kasih sudah percaya padaku jika aku bisa memeberimu rasa aman dan sebuah perlindungan. Terima kasih untuk segala rasa yang tak bisa ku jabarkan satu persatu," ungkap Shaka yang malah suaranya parau hingga Violet langsung mendongak untuk melihat apa yang sedang di rasakan suaminya.
"Kha, aku yang justru berterima kasih sebab kamu sudah menjadi peluk dalam pelikku," jawab Violet yang sama terharunya.
Jangan tanya sebesar apa cinta Shaka pada wanita halalnya karna tak sedikit pun ada niatan di hati pria itu untuk berpaling meski hanya hitungan detik. Sumpahnya untuk menjaga pandangan akan tetap Shaka lakukan hingga di ujung waktu nanti mereka bersama.
"Entahlah, Vi. Aku bahagia sekali, aku harap akan banyak kebahagiaan lain yang menyusul di pernikahan kita ya," ujarnya yang semakin mengeratkan pelukan.
Apa yang di katakan Shaka barusan tentu di Aamiinkan oleh Violet, tapi obrolan mereka terhenti saat mendengar suara dering panggilan masuk di ponsel Shaka yang ia letakkan di atas nakas samping ranjang.
"Hallo, Dadd," jawab Shaka saat panggilan terhubung yang tak lain ternyata dari Daddy nya sendiri.
"Main kerambol yuk," ajak Skala tanpa dosa.
"Hah? apa?!" tanya Shaka yang sepertinya salah dengar.
" MAIN KERAMBOL "
"Dadd, kira kira aja dong, ini tuh Malam Pertama aku!" protes Shaka, ia tentu takut jika nanti di cap juga sebagai anak durhaka.
.
.
.
Justru itu, Daddy gak akan biarin rambut kamu basah besok pagi.