
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Shaka yang baru di sidang hanya bisa menunjukan wajah merah meronanya karna jadi bahan ledekan para pria Rahardian.
Ya, karna para menantu pria nyatanya bisa bernapas lega sebab tak ada rapat orang ganteng bagi mereka.
"Pulang dari sini praktek lagi ya, Kha," bisik Sky, adik kembarnya.
"Yuk, balapan. Kali aja Si kembar punya adek lagi abis ini," jawab Shaka sambil menaik turunkan alisnya.
Tapi Sky hanya tersenyum kecil sebab rasanya sedikit kemungkinan hal tersebut terjadi, mengingat ada penghalang di tubuh Sang istri tercinta.
"Duluan deh, Akash dan Azurra masih kecil."
"Biar gedenya bareng," kekeh Shaka lagi.
Satu persatu para SUHU meninggalkan rumah utama, kini tinggalah Para kembar yang berkumpul di ruang tengah tanpa membahas apapun yang tadi di bicarakan di ruang kerja Sang Tuan besar Rahardian.
"Apain sih lama-lama? jangan ambil Phiu Lilin ya!" ancam Lintang. Setelah Sky, kini Shaka yang membuat ia sangat curiga tetang apa yang sebenarnya terjadi pagi tadi.
"Kepo!" jawab kembar Barata sambil mencibir.
"Hahahaha, Yiyin, kepo!" gelak tawa El yang baru datang langsung mendapat sorot mata tajam dari kakak sepupunya.
"Diem anak kecil!" balas Lintang
Sean yang ternyata ada di belakang adiknya itu langsung menarik tangan El untuk menjauh, akan pusing rasanya jika lagi dan lagi keduanya terus berdebat tentang hal yang tak penting. Karna buka RaXel namanya jika belum membuat Lintang bertaduk sampai memaksa bocah remaja itu cepat masuk nerakanya.
"Ada apa?" tanya Fajar pada Sean.
"Anter Mamih, tadi Papih kesini ya?" tanya balik Sean. Di banding El, tentu ia yang seumuran dengan Si kembar Lima. Jadi tak salah jika Lintang selalu menyebut El anak kecil hingga sekarang.
Shaka yang anteng berdua dengan Angkasa entah apa saja yang mereka obrolkan saking banyaknya, mengingat sepupunya itu sudah punya pawangnya sendiri sejak BALITA.
"Cepet nyusul, enak loh, tanya aja Sky." Shaka terus menggoda Angkasa sambil tertawa.
"Apa yang kecil?" tanya Shaka yang melihat ke bagian lain sepupunya itu.
"Heh! apa liat liat?"
Sky yang mendengar dan tahu apa yang di obrolkan kakak dan sepupunya hanya bisa geleng-geleng kepala. Tak apa yang di racuni Angkasa atau Fajar asalkan bukan Lintang.
"Kha, mau pulang gak?" ajak Sky sambil bangun dari duduk.
"Iya, tapi anter ke Apartemen ya," pinta Shaka.
"Gak pulang kerumah dulu?"
"Nanti aja makan malam kesana sama Vio, udah bilang juga kok sama Mommy," jawab Si sulung.
Mereka yang berpamitan langsung pulang dengan Shaka ke Apartemen. Sedangkan Sky tak bisa lama-lama keluar karna selalu khawatir dengan Rubby yang bersama dengan kedua anaknya.
"Gak mampir?"
"Ngapain? ntar malem juga ketemu lagi," tolak Sky yang membuat Shaka tertawa. Rona bahagia masih terlihat jelas pada pria yang baru merasakan nikmatnya surga dunia tersebut.
Langkahnya yang sudah masuk kedalam gedung bak pencakar langit, membuat Shaka ingin cepat sampai di Unit Apartemen nya. Bayangan Sang istri terus menari di pelupuk mata saking ia rindu dengan sosok wanita itu.
Dan segaris senyum kembali terukir lagi ketika melihat Violet sedang meringkuk diatas ranjang dengan buku novel yang masih di tangannya.
.
.
.
.
Vi, bangun, Sayang. Aku mau eksekusi gaya baru nih...