Little Bride

Little Bride
Little Brude 42



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Shaka yang mendapat telepon dari Pengasuh Nirmala bergegas keluar dari Unit Apartemennya, ia temui wanita muda itu lalu mengajaknya untuk masuk. Semua masih nampak sama maka itu ia bisa langsung mengenalinya.


"Mari masuk," tutur sopan Shaka, tak perduli siapa lawan bicaranya yang jelas ia harus menghormati orang tersebut, karna apalah daya harta dan kuasa jika tak ada tata krama.


"Terimakasih, Tuan."


Wanita itupun langsung di persilakan duduk di ruang tamu, meski ini adalah Apartemen tapi luasnya tak kalah seperti satu rumah yang punya beberapa ruangan. Termasuk ruang tamu dan ruang tengah yang terpisah.


Sementara itu Shaka lebih dulu masuk kedalam kamar Nirmala untuk memberitahukan jika orang yang di tunggu anak itu sudah datang. Senyum sumringah dan tatapan mata yang berbinar jelas di lihat oleh Shaka hingga rasanya ia tak salah jika harus menitipkan Nirmala di orang yang sama.


"YanDa panggil ManDa dulu ya, Lala temani Mbak di ruang tamu. Ingat, Lala harus menyapa dengan sopan," pesan Shaka yang di iyakan Nirmala.


Anak itupun bergegas keluar dengan sedikit berlari menuju tempat yang di katakan oleh Shaka, sedangkan ia berlalu ke kamarnya sendiri untuk memanggil Sang istri.


Cek lek


"Sudah datang, Kha?" tanya Violet.


"Sudah, Sayang. Ayo temui dulu," jawab Shaka pada wanita halalnya yang masih merias diri.


Violet pun mengangguk lalu bangun dari duduknya diatas kursi meja rias. Ia pun segera meraih tangan Shaka yang terulur di depannya tersebut.


.


.


"Siapa namamu?" tanya Violet dengan nada bicara datar, ia memang tak pernah bisa untuk langsung santai jika berhadapan dengan orang baru.


"Lina, Nyonya," jawab Si mbak pengasuh yang diatas pangkuannya kini ada Nirmala, satu hal yang tak pernah di lakukan anak itu pada Violet meski kini mereka sudah berada di satu atap yang sama.


"Sudah tiga tahun, biasanya yang saya urus LanSia, tapi untuk anak-anak baru kali ini," jelasnya yang seraya melirik kearah Nirmala yang tersenyum.


Lagi lagi seulas senyum anak itu seolah candu dimana mereka pun bisa mengikutinya.


Semua pertanyaan di jawab dengan lugas oleh Lina, ia nampak pintar dan cekatan terlebih sangat seksama mendengar apa yang sedang di jelaskan oleh Shaka dan Violet. Lina juga akan bertanya saat ia kurang paham atau tak sesuai dengan pengalamannya dan itu cukup meninggalkan kesan baik untuk Violet.


Dan malam yang semakin larut pun, membuat semuanya kembali masuk kedalam kamar masing-masing untuk beristirahat.


"Hari ini cukup melelahkan ya, Kha," ujar Violet saat masuk kedalam selimut yang sama dengan suaminya.


"Hem, besok untungnya ada kuliah siang. Lala juga akan di urus oleh Lina," jawab Shaka.


"Mereka dekat ya, bahkan sangat dekat," ucap lirih wanita itu dengan tatapan yang kosong dan Shaka peka hal tersebut.


"Maksud mu bagaimana? Lina yang mengurus Nirmala saat dirumah sakit menggantikan ibunya. Hanya dia satu-satunya saat itu," jelas Shaka.


"Iyakah? baguslah. Kamu memang terbaik, Sayang. Kamu tak mengabaikan Lala dan langsung mencari pelindung untuknya," puji Violet.


"Dan aku senang melihatnya," sambungnya lagi yang kali ini dengan senyum getir.


.


.


.


Kenapa, Vi? apa kamu cemburu??