
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sebuah ikrar Ijab Qabul dengan satu kali tarikan napas berhasil Shaka ucapkan dihadapkan penghulu dan wali nikah dari mempelai wanita, sebagai mana semuanya tahu jika Violet bernasab pada ibunya yang dalam artian Sang Ayah tak berhak menjadi wali untuk Putri tunggalnya tersebut.
Tangis para orangtua pecah saat mengAamiinkan setiap bait doa untuk pasangan yang baru resmi menjadi suami istri itu.
Ini adalah kejadian pertama di keluarga Rahardian mendapat menantu yang punya ceritanya sendiri kelam di masa lalu, tapi beruntungnya mereka semua adalah para malaikat dunia yang berhati besar. Menerima Violet dengan segala kurang lebihnya adalah keputusan besar dan luar biasa sebab ada AIB yang tak bisa lagi di sembunyikan. Tapi, apapun itu Violet tetap berhak bahagia, yang salah adalah orang tuanya, ia tetap lahir dalam keadaan suci dan fitrah.
Shaka yang mungkin adalah orang yang paling bahagia hari ini, sedang tak sabar untuk mendaratkan ciuman pertamanya di kening wanita yang menjadi satu-satunya penghuni hati, jadi saat doa selesai ia malah buru-buru mencium kening istrinya, bukan hanya disana tapi juga di bagian lain yaitu kedua pipi yang kini merah merona.
"Shaka!" seru Violet saat ia mendengar suara riuh orang di sekeliling mereka.
"Bibir ku udah gak perawan," bisik Shaka.
Violet yang malu hanya bisa memejamkan matanya, selama mereka bersama tentu ini yang pertama jadi tak salah jika ia seolah ingin tenggelam kedalam lautan sekarang juga karena tingkah mesum suaminya.
Ya, Shaka bukan lagi sahabat kecil Violet, kini pria tampan kaya raya itu resmi menjadi miliknya seorang. Seluruh jiwa, raga dan hati akan di kuasai olehnya seorang diri yang ia harap tak akan terbagi oleh siapapun. Violet memang bukan pemegang tahta tertinggi di hati Shaka, karna ada Mommy nya yang paling utama. Tapi, sudah di cintai dengan sangat luar biasa saja sudah cukup bagi wanita itu adalah tulus dan setia.
"Aku malu," ujar Violet.
"Tapi aku mau," jawab Shaka, dan percayalah drama bucin tingkat dewa pun akan segera berlangsung setelah puas di tingkah kabupaten karna tak bisa melakukan apapun kcuali bicara saling berhadapan.
.
.
.
Acara Ijab Qabul selesai begitu pun dengan resepsi mewahnya. Semua sudah kembali ke kamar masing-masing di hotel begitu pun dengan Si pengantin baru.
Shaka yang duduk di sofa sambil bermain ponsel pun menoleh dan hanya mengangguk sebab ia sedang membalas beberapa pesan dari teman-temannya yang tak bisa hadir karna beberapa alasan.
"Pelan-pelan, nanti rusak."
"Ini udah pelan banget, Yang," jawab Shaka dengan senyum menggoda dan Violet bisa melihatnya dari kaca besar di hadapannya kini.
"Kamu kenapa?" tanya Violet.
Shaka yang melihat istrinya dari cermin hanya menggelengkan kepala dengan senyum yang masih sama tapi tangannya kini justru sudah melingkar di pinggang ramping istrinya.
"Shaka, sudah ku bilang kalau aku takut jika melihatmu senyum seperti itu."
"Lalu aku harus apa?" godanya yang kini mulai terkekeh kecil karna gemas dengan ekspresi wajah Violet.
"Senyummu itu lain, aku takut."
"Setakut apapun kamu, justru akulah yang paling takut. Takut di abaikan dan takut di tinggalkan olehmu," jawab Shaka yang sudah menjatuhkan dagunya di bahu kanan Violet.
Senyum kini terukir di ujung bibir Nona muda Rahardian sampai akhirnya Shaka yang tak kuat lagi merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya pun mulai berbisik.
.
.
.
Sekarang ya, biar cepet ada RAPAT ORANG GANTENG...