
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Anak perempuan tunggal manja memang tersemat sejak dulu dalam diri seorang Violet Hardianta, ia bagai pelita bagi pasangan suami istri yang mendamba HADIRNYA SEORANG BUAH HATI ditengah masalah sulitnya mendapatkan keturunan. Ia mendapat apa yang di mau dengan sekali ucap, sebab semua orang tahu jika ia diinginkan juga di rencanakan sebelumnya dan Tuhan memilihnya untuk menjadi anak angkat dari Nyonya Maya dan Tuan Rafi Hardianta.
Jika ada yang membandingkannya dengan Nirmala tentu jauh berbeda. Violet bukan anak yatim piatu, ia hanya anak yang bernasab pada ibunya yang tak berhak di hakimi karna kesalahan ada pada orangtuanya, semua anak lahir suci tanpa dosa walau ia ada di luar ikatan tali pernikahan. Violet di angkat dengan rasa bahagia sebab hari itu sudah di tunggu dimana ia akan mendapatkan banyak limpahan kasih sayang dari orang yang memang mengharapkannya.
Lalu Nirmala?
Ia hanya korban kelalaian Shaka yang ada sebagai bentuk tanggung jawab yang sejak awal tak pernah di ketahui oleh Violet, mungkin akan lain ceritanya jika semua di bicarakan dan di kenalkan dari awal masalah itu muncul.
"Mungkinkah ia cemburu?" tanya Shaka pada mommynya, ia baru sadar jika memang selama ini semua di dapat Violet SECARA UTUH.
"Bisa jadi, tapi bukan berarti ia cemburu layaknya seorang istri pada wanita lain, Nak. Ia hanya belum biasa melihatmu berbagi perhatian dan juga melihatmu bergandengan tangan dengan selain dirinya. Kamu dan dia sudah terbiasa berdua selama belasan tahun, itu tak sebentar, Kha," jelas Mommy yang ingin putranya lebih peka.
"Iya, Mom. Aku paham. Tapi apa aku harus diam diam memberi perhatian pada Nirmala?" tanya Shaka bingung.
Violet yang selama ini bagai Ratu dalam hati Shaka harus rela memiliki selir dari seorang anak kecil polos sebatang kara yang mulai sekarang menggantungkan hidupnya pada mereka berdua.
"Meski sulit, aku akan berusaha adil. Aku tak akan mengurangi perhatian dan juga waktuku dengan Vio, Mom."
"Baguslah, tak ada yang salah dalam masalah ini dan jangan sampai bermasalah karna kurangnya berkomunikasi. Bagaimanapun ia tetap istrimu," balas Mommy yang juga pernah membicarakan ini dengan suaminya.
Meski mengangkat anak bukan hal baru dalam keluarga besar Rahardian, tapi setiap keluarga juga punya masalah nya sendiri-sendiri.
Tak ada yang sama dan harus di samakan satu sama lain, ujian rumah tangga pun tak harus perihal ORANG KETIGA karna jika mau, habisnya garam di dapur pun bisa jadi konflik dalam rumah tangga, hanya saja bagaimana pintarnya dua kepala menghadapi setiap kerikil dalam pernikahan yang pastinya tak akan selalu indah.
Shaka yang kini punya tugas baru sebagai kepala rumah tangga pun hanya bisa menambah rasa sabarnya, jika ujian setia bisa ia lewati dengan mudah selama ini mungkin akan ada ujian lainnya yang sedang menunggunya.