Little Bride

Little Bride
Little Bride 14



🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Hari pertama sebagai sepasang suami istri baru di rasakan Shaka dan Violet di dalam Apartemen. Untuk saat ini keduanya memang belum memakai jasa ART tetap, jadi untuk bersih-bersih masih mengandalkan pelayan dari Kediaman Rahardian meski ada yang di kerjakan oleh Violet sendiri nanti, salah satunya adalah melayani Sang suami saat makan bersama meski ia tak menjanjikan untuk memasak sesering mungkin.


Seperti pagi ini, Violet yang bangun lebih dulu sudah membuatkan sarapan untuk mereka berdua. Bukan makanan mewah tapi setidaknya bisa mengganjal perut mereka sebelum akhirnya makan makanan berat.


"Masih perih aja ya," gumam Violet yang duduk di salah satu kursi meja makan setelah menata hidangan dengan rapi agar menggugah selera.


Bagaimana tak perih, Shaka mendadak seperti bocah yang mendapat mainan baru hingga ia lupa diri dan waktu. Mencelap celup Si Jamur gundul di dalam lorong rahasia sampai memuntahkan lahar cintanya tersebut.


Violet yang terus meringis jika bangun dan berjalan hanya bisa mengigit bibirnya. Untungnya saja tak ada siapa pun disana jadi ia tak malu untuk berekspresi.


Unit Apartemen mewah yang di tinggali memang miliknya dan atas namanya, itu tak lain karena ini adalah hadiah pernikahan dari Shaka. Wanita mana pun pasti sangat senang, begitu pula dengan anak angkat Hardinata.


Harta yang berlimpah dari Shaka tak ada nilainya dengan kebahagiaan Sang istri, meski berulang kali Violet katakan jika ia hanya butuh ke setiaan pria itu.


.


.


.


Ceklek


Shaka yang baru bangun hampir di waktu siang langsung menuju dapur sebab semalam wanita itu sudah bilang jika akan masak untuk sarapan mereka.


"Pagi cantiknya Shaka," bisiknya saat memeluk Violet dari belakang tepat di depan lemari pendingin.


"Sudah bangun?"


Semakin tak paham, pria itu akan semakin gemas saat melihat ekspresi wanita halalnya karna Violet hanya tahu dari apa yang di ajarkan padanya bukan kode kode tak jelas yang di berikan Sang suami apalagi di pagi hari seperti ini.


"Memang ada acara apa?"


"Gak ada. Vi, aku kangen," ucap Shaka mengerat kan pelukan. Pelukan yang baru di rasakan meski sudah lebih dari 13 tahun mereka bersama.


"Udah semaleman di peluk, masih kangen aja, bohong banget!" ledek Violet yang malah membuat Shaka terkekeh kecil.


Keduanya pun langsung menuju meja makan tempat mereka akan memanjakan perut, karna ada beberapa rencana yang di lakukan hari ini termasuk makan malam di kediaman Rahadian setelah resmi menjadi pasangan suami istri.


"Mau kesana sore atau malam?" tanya Shaka.


"Sore aja, gak enak kalau datang langsung makan," jawab Violet.


Ia yang sekarang tentu tak sama dengan ia yang dulu yang tanpa ikatan apapun dengan Putra Baratha Rahardian tersebut. Kini ia akan datang sebagai menantu di rumah mewah yang selalu terasa hangat bagi yang merasa kesepian dan kurang kasih sayang.


"Hem, Ok. Tapi nanti siang jadi kan?"


Violet hanya mengangguk, tak hanya di hujani cinta dan sayang tapi ia juga di limpahi harta tak terkira padahal biaya pernikahan kemarin cukup menguras uang suaminya.


"Kenapa, kok diem?" tanya Shaka saat hanya melihat senyum simpul di ujung bibir istrinya.


.


.


Rasa-rasanya aku sudah menemukan pasangan yang takut kehilanganku, bangga memilikiku dan siap berdebat denganku tapi tak pernah meninggalkanku..