
🍂🍂🍂🍂🍂
"Menjemput Nirmala untuk tinggal bersama kita, boleh kan?" tanya Shaka.
Violet yang mendengar permintaan suaminya langsung tercengang, ia kaget karna ini tak pernah ada dalam pikirannya bahkan ia lupa pada sosok anak kecil itu.
"Maksudmu?"
"Aku akan bertanggung jawab pada Nirmala, aku akan mengurusnya dengan baik dan aku harap kamu bisa menerima anak itu juga, Ok."
"Shaka, bentuk tanggung jawab itu banyak dan kamu tak perlu membawa anak itu kemari, kamu bisa kan membawanya ke---,"
"Aku akan tetap mengurusnya, jangan harap aku akan membawa Nirmala ke panti Asuhan," potong Shaka cukup lumayan tegas.
"Aku juga tak mungkin menitipkannya di rumah bersama Mommy karna ada Akash dan Azzura yang harus di urusnya juga," sambung pria itu lagi semakin serius.
"Kha, kita kuliah, dia mau sama siapa disini?" tanya Violet yang tak setuju dengan keputusan suaminya.
"Aku akan minta perawat kemarin di rumah sakit untuk menjaganya selama kita kuliah, kamu tak perlu khawatir."
Violet yang tak habis pikir langsung bangun dari duduk, kini ia jelas jelas merajuk pada suaminya yang menurut wanita itu berlebihan. Ia tak bisa atau mungkin belum bisa menerima Nirmala karna ini cukup sangat mendadak baginya. Hidup menjadi anak tunggal bahkan tak punya saudara dan semua bergantung pada orang tua dan Shaka memang membuat Violet sulit beradaptasi dengan orang baru termasuk anak anak karna ia pun masih terbilang sangat manja.
Sedangkan Shaka yang tahu istrinya sedang marah malah membiarkan lebih dulu, ini juga polihan yang sulit bayinya di tengah program hamil yang sedang mereka jalani.
.
.
.
Cek lek
Shaka membuka pintu kamar cukup lumayan pelan, ia berdiri sejenak di ambang pintu sambil menarik napas dalam dalam sebelum melanjutkan langkahnya ke arah tempat tidur tempat dimana istrinya sedang meringkuk.
"Sayang--," panggil Shaka saat ia berada di balik punggung istrinya.
"Maaf, mungkin menurutmu ini tak adil tapi ku mohon mengerti posisiku. Nirmala kini yatim piatu dan itu karna aku yang sudah membuat ibunya meninggal, Vi. Tolong pahami perasaanku yang merasa bersalah dan niatku untuk menebus salah itu, kamu wanita baik, aku yakin kamu tak akan keberatan menerima Nirmala bersama kita," ucap Shaka memberi pengertian untuk istrinya karna ini pun bukan keputusan yang mudah untuknya.
Anak seusia Nirmala masih sangat butuh perhatian dan kasih sayang, dan mungkin itu bisa di dapatkan dari Shaka dan Violet meski tentu rasanya tak akan sama.
"Terserah padamu, bukankah kamu sekarang bisa melakukan apa-apa sendiri tanpa melibatkan ku?" cetus Violet dengan suara parau khas orang habis menagis.
"Jangan bicara begitu, Vi."
"Ya sudah, kan sudah ku bilang terserah kamu, Kha. Lakukan saja apa yang kamu mau termasuk membawa anak itu untuk tinggal bersama kita," sahut Violet masih dengan penolakannya.
"Dia tak punya siapa siapa, aku hanya bertanggung jawab dengan cara mengurusnya," balas Shaka masih mencoba merayu.
Tapi Violet masih diam seribu bahasa, ia tak menjawab lagi karna itu akan menambah rasa kesalnya.