
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cemburu!!
Benarkah Violet cemburu saat melihat kedekatan Nirmala dan Lina di depan matanya barusan?
"Tidak, itu tidak mungkin. Sikap mereka sangat wajar dan memang seharusnya Lina baik pada Nirmala, Shaka menggaji nya untuk itu, bukan?" gumam Violet untuk menepis perasaan tak baik dalam hatinya.
Tak bisa di pungkiri memang masih ada benteng tinggi diantara Violet dan Nirmala padahal anak itu termasuk yang mudah akrab terbukti ia langsung nyaman saat di kediaman Rahardian terutama saat berdekatan dengan Mommy dan juga Rubby ketika bermain dengan Si kembar.
"Aku juga bisa, aku bisa dekat dengan Lala karna aku ManDanya," tegas Violet meyakinkan diri sendiri agar kelak perasaannya jauh lebih baik.
Tapi... hatinya ternyata tak sekuat yang ia kira karna sabarnya pun hanya setebal kulit bawang jika ada hambusan angin pasti akan melayang tanpa arah.
Ia yang tak bisa tidur karna obrolannya dengan Shaka terus mencari posisi nyaman meski rasanya kantuk tetap tak kunjung datang. Sesekali menoleh kearah Sang suami yang justru sudah lebih dulu terlelap malah membuatnya mengingat masa masa indah selama belasan tahun.
"Menjalani proses pendewasaan denganmu itu menyenangkan, jangan pernah ada kata bosan bersamaku ya, Kha."
Satu kecupan pun diberikan Violet pada Shaka yang disertai banyak do'a untuk pernikahan mereka yang baru menginjak di usia yang pertama. Akan masih banyak batu kerikil hingga badai besar yang pasti mereka lewati bersama dengan harapan masih saling menggenggam tangan.
.
.
.
Violet yang tak bisa tidur hampir semalaman benar-benar bangun terlambat, sedang Shaka justru kebalikannya. Ia yang sudah siap untuk sarapan ragu-ragu membangunkan Sang istri.
"Manda, mana?" tanya Nirmala saat di meja makan berdua saja dengan Shaka.
"Belum bangun.".
"Sakit lagi?" Nirmala kembali bertanya dengan raut wajah serius.
"Enggak kok' mungkin masih ngantuk, kita sarapan duluan ya, biar ManDa nanti nyusul," ujar Shaka yang di iyakan lewat anggukan kepala oleh Si anak manis.
Biasanya, jika Vio terlambat bangun Shaka akan menunggu sampai wanita halal itu mengerjapkan kedua matanya, tapi tidak untuk hari ini karna ada Nirmala yang sudah menunggu sejak pagi seperti biasa. Anak itu sudah paham dan langsung mengerti dengan aturan yang di terapkan ManDanya tanpa banyak protes sama sekali termasuk aturan jam makan pagi tanpa harus di panggil lebih dulu, jika sudah siap ia bisa langsung ke meja makan. Violet yang memang keturunan orang terpandang dan kaya raya tentu sudah biasa juga dengan hal tersebut.
"Kha---," panggil Sang istri dengan suara serak khas bangun tidur.
"Sayang, ayo sini sarapan." Shaka langsung mengulurkan tangannya yang di sambut oleh Violet.
"Kamu gak nungguin aku?"
"Maaf, aku temenin Lala sarapan. Aku gak tega bangunin kamu, Vi," jelas Shaka yang memang serba salah.
Violet menoleh kearah Nirmala lalu mengangguk pelan. Ia yang benar-benar baru bangun tidur tentu tak selera jadi cukup meneguk air putih saja untuk membasahi kerongkongannya.
"Tidak, terimakasih," tolak Violet yang tak berselera apapun.
Ia yang melihat Nirmala makan saja nyatanya sudah kenyang duluan.
"Nanti ManDa dan YanDa kuliah, Lala sama Mbak Lina ya," ucap Violet memulai obrolan dengan Nirmala.
"Iya, Nda."
"Mbaknya dimana sekarang?" tanya Vio sambil menoleh ke belakang tapi hanjay ART nya saja yang ada.
"Tadi ada di kamar Lala, mungkin lagi beres beres," sahut Shaka yang langsung membuat Violet mengernyit kan dahi tapi setelahnya ia mengangguk pelan.
Tak ingin punya pikiran macam-macam, Violet akhirnya memilih untuk mandi berharap setelah itu ia akan bernapsu untuk makan.
.
.
Ceklek
Masuknya Violet ternyata di ikuti oleh Shaka, ia peluk wanita itu dari belakang karna sadar isrtinya seperti tak baik baik saja.
"Bulan depan kita ambil cuti, kita liburan, bagaimana?" tawar Shaka dengan bibir terus menjelajah bahu Violet yang masih memakai piyama tidurnya
"Berdua--atau bertiga?"
"Berdua, Sayang. Nirmala ada Lina mereka bisa disini atau di rumah Mommy," jelasnya.
Hampir satu bulan ini rumah tangga mereka di hantam habis habisan oleh masalah dan juga perasaan perasaan tak enak juga kurang nyaman pada diri masing-masing jadi tak salah rasanya jika sedikit meluangkan waktu berdua demi membaiknya hubungan pernikahan mareka.
"Di rumah Mommy saja ya, aku tek percaya jika mereka berdua disini, tak ada yang menjaga Lala lagi nantinya," ujar Violet yang tentunya bukan orang yang mudah percaya.
"Tentu, Sayang."
Violet yang sudah mandi pun di temani sarapan oleh Shaka, ia harus selalu ingat jika istri adalah prioritas utama dan jangan sampai ada kecemburuan diantara keduanya nanti. Jika yang kandung saja sering terbersit rasa itu lalu bagaimana dengan yang hanya anak angkat?
"Sudah, ayo siap siap ke kampus," ajak Shaka yang sebelum bangun dari duduk ia mencium sekilas pipi bidadari dunianya.
.
.
.
Memanjakanmu, kenapa selalu menyenangkan sih?