
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Sayang, kita pulang sekarang ya. Mbaknya lagi di jalan mau ke Apartemen," ucap Shaka pada istrinya. Ia memang sempat mendapat telepon dari seseorang yang tak lain adalah Si pengasuh Nirmala nantinya selama mereka tak ada di Apartemen atau sibuk kuliah.
"Tunggu Lala selesai makan dulu, Kha." Violet melirik kearah Nirmala yang nasi dan ayam nya memang tinggal sedikit itu. Jelas terlihat nyatanya Lala memang lebih lahap dari sebelumnya sampai Violet merasa ikut kenyang meski hanya melihat anak itu makan di depannya.
"Ok," jawab Shaka tak masalah, ia akan meminta orang tersebut menunggu di Lobby Apartemen jika ia yang lebih dulu sampai di bangun tinggi gak pencakar langit tersebut.
Kurang lebih 15 menit, Nirmala pun selesai makan dan mencuci tangannya sendiri di wastafel yang tak jauh dari mereka duduk sekarang. Sambil menunggu, Shaka dan Violet pun membereskan barang mereka yaitu kembali memasukkan ponsel kedalam tas dan juga saku celana. Jika sedang berjalan mereka memang di biasakan tak pernah memainkan Si benda pipih, demi keselamatan bersama dan juga menghargai sesama.
"Pulang ke rumah tinggi?" tanya Nirmala saat Shaka mengulurkan tangan karna semakin sore nyatanya Mall semakin ramai pengunjung yang datang dan Shaka tak ingin mengambil resiko dengan hilangnya Nirmala saat lepas dari jangkauan penglihatannya.
"Iya, Mbak mau datang, Lala mau ketemu Mbak gak?" tanya balik Shaka sambil tersenyum lebar karna tahu calon anak angkat resminya itu menunggu hal tersebut.
"Mau.. Lala mau ketemu Mbak," sahutnya yang berjingkrak senang, jika tangannya tak di pegang oleh Shaka sudah bisa di pasti kan Nirmala akan pertepuk tangan juga.
Kini, ketiganya menuju parkiran VVIP dimana mobil di parkir tak jauh dari pintu utama Mall, dan itu tentu sangat memudahkan tapi tentunya tak sembarang orang yang bisa menaruh kendaraan mereka di area tersebut, hanya orang terpilih dan itu termasuk keluarga Rahardian Wijaya.
Violet hanya tersenyum kecil, ia bingung harus senang atau justru sedih melihat sikap antusias Nirmala yang terlihat sangat gembira saat Shaka mengatakan jika Mbaknya akan datang hari ini.
Sebaik apa orang itu?
Violet langsung menarik napasnya dalam-dalam lalu di buangnya perlahan, dan sikapnya itu di sadari oleh Shaka.
"Kamu kenapa, capek?" tanya Shaka dengan pandangan aneh.
"Sedikit, Sayang."
Seperti biasa, Shaka akan menggandeng tangan Nirmala dan merangkul pinggang Violet. Jika ada yang melihat mereka sudah bisa dipastikan jika ketiganya kakak beradik. Sama seperti Sky dan Rubby yang selalu di anggap sedang mengasuh keponakan.
.
.
.
Sampai di Apartemen, ketiganya langsung membersihkan diri di kamar masing-masing. Tapi....
"Bisa diem gak?" omel Violet pada suaminya.
"Enggak," sahut Shaka yang masih asik memainkan salah satu area sensitif Sang istri yang selalu membuatnya candu.
"Kok enggak?" tanya Violet semakin kesal.
Ia yang sedang buru buru justru semakin di buat lama dengan tingkah mesun suaminya yang memang akhir akhir ini jarang menjamahnya. Ada saja yang membuat keduanya tak jadi melakukan padahal dalam keadaan sama sama ingin
.
.
.
Kan tadi kamu tanya, "Bisa diem gak?", ya aku jawab " Enggak!"