
🍂🍂🍂🍂🍂
"ManDa?" tanya Nirmala yang bingung, tentu itu asing baginya karna ia adalah orang dari kalangan biasa.
"Iya, kan kamu sudah punya Ibu, dan itu tak akan terganti oleh siapapun dan apapun, jadi untuk Onty kamu bisa panggil ManDa dan Uncle Shaka kamu bisa panggil YanDa ya," jelas Violet.
Meski masih heran tapi Nirmala mengangguk kan kepala, ia yang memang anak baik selalu menghargai apapun itu meski rasa-rasanya terkesan aneh.
"Iya, Man--Da," sahut Nirmala sambil tersenyum.
"Terimakasih," ucap Violet yang hanya mengusap pipi Nirmala dengan tangannya.
Tanpa mereka sadar, ada sepasang mata sedang memperhatikan di ambang pintu kamar dengan berkaca-kaca, sungguh ini jauh lebih dari yang di harapkan oleh Shaka, meski tak ada pelukan tapi melihat Sang istri bisa sedekat ini dengan orang baru itu sungguh luar biasa bagi Shaka yang selama belasan tahun menjadi satu-satunya teman wanita cantik itu.
"ManDa keluar dulu ya, kamu bisa mandi sekarang," pamit Violet.
Shaka yang tahu istrinya akan keluar tentu menjauh dari kamar Nirmala, ia memilih kearah dapur untuk berpura-pura membuat minuman.
"Sayang--," panggil Violet dan itu langsung membuat Shaka menoleh seraya tersenyum.
"Iya, Vi."
"Kita makan malam dengan apa?" tanya wanita cantik yang memiliki masa lalu tak seberuntung orang lain.
"Hem, kamu maunya apa? mau kita keluar atau pesan dan makan disini?" tawar Shaka.
"Aku mau makan disini, aku lelah, Kha. Kasian Nirmala kalau kita keluar lagi, besok pagi kita ke harus daftar sekolah untuknya. Kamu juga jangan lupa hubungi calon pengasuhnya ya," ujar Violet sambil masuk kedalam pelukan suaminya.
Mendengar semua penuturan Sang istri, Shaka langsung menciumi wanita itu dengan terus mengucapkan syukur dan terima kasih dalam hati, ini kali keduanya Violet ingat dengan Nirmala tanpa sedikit pun ia menyinggung lebih dulu tentang anak itu, dan itu sangat menyenangkan bagi Shaka karna sepertinya niat baiknya untuk mengadopsi Nirmala terbuka lebar dengan dukungan dari Sang istri karna dari pihak keluarga besarnya semua tak ada masalah sama sekali tapi meski begitu mereka tak berhak memaksa Violet karna ini adalah masalah rumah tangga anak dan menantunya.
"Siap laksanakan Tuan Putri," jawab Shaka dengan tegas dan itu membuat mereka tertawa bersama.
"Ups, aku lupa, Maaf ya, Cantik," tutur Shaka yang kembali mengeratkan pelukannya.
Tak ingin membuang waktu yang pastinya semakin malam semakin lapar, Shaka pun langsung memesan makanan di restonya dan waktu menunggu itulah yang di pergunakan pasangan suami istri tersebut untuk membersihkan diri.
"Ayo, Kha, aku lapar," rengek Violet yang malah sibuk mencumbu lehernya.
"Hem, aku ingin, Sayang," bisik Shaka dengan suara beratnya.
"No! aku mau makan, ayo," ajak Violet sambil berusaha melepaskan pelukan Shaka dan juga lehernya dari bibir pria tersebut.
Violet yang menarik tangan suaminya kaget saat keluar dari kamar ternyata ada Nirmala yang sepertinya ingin mengetuk pintu.
"Ada apa?"
"Ada yang kasih ini, ManDa," jawab Nirmala yang ternyata itu adalah pesanan makanan yang baru datang.
"Ah, Ok. Kita makan dulu ya, biar ManDa yang bawa ke meja makan," ujar Violet sambil mengambil apa yang ada di tangan Nirmala.
"Iya, Lala mau ke kamar dulu sebentar."
"Loh, mau apa? kita kan mau makan, ngapain masuk kamar?" tanya Violet bingung.
.
.
.
Ambil minyak, ManDa di gigit nyamuk kan lehernya?