Little Bride

Little Bride
Little Bride 32



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Violet yang tak sadarkan diri tentu langsung di bawa pulang kembali oleh Shaka menuju Apartemen mereka, pria itu tak mau hal lebih serius terjadi pada istrinya hingga ia langsung memanggil dokter pribadi keluarganya untuk memeriksa keadaan Sang wanita halal.


"Bagaimana, Dok?" tanya Shaka yang raut paniknya tak bisa ia sembunyikan.


"Tak perlu khawatir, Tuan, Nona muda hanya kelelahan di tambah tekanan darahnya juga menurun. Nona juga seperti stres berat," jelas Dokter paruh baya itu yang pastinya seorang wanita. Shaka tak pernah suka ada yang menyentuh Violet meski itu hanya pergelangan tangannya saja.


"Apa harus di rawat?" tanya Shaka lagi.


"Tidak, Tuan. Saya akan memberikan beberapa resep untuk di minum secara rutin tapi dengan makanan yang seimbang juga dan yang terpenting adalah membuat pikiran Nona tenang," sahut Dokter yang di iyakan oleh Shaka.


Violet yang sudah sadar tak memberi respon apapun hingga Sang Dokter sudah pergi barulah tangisnya pecah.


"Kenapa, Vi? apa aku buat salah padamu lagi, hem?" tanya Shaka yang sedih melihat wanita kesayangannya itu terisak tanpa ia tahu alasannya.


"Sayang--, ayo katakan padaku," mohon Shaka yang kini matanya sudah ikut berkaca-kaca.


Ia raih tubuh Violet untuk masuk kedalam pelukannya, Shaka terus di buat bingung karna Sang istri belum juga angkat bicara dengan apa yang dirasakannya.


"Aku minta maaf ya, ini tak mudah bagimu 'kan?" ucap lirih Shaka yang memancing Violet buka suara.


"Marahi aku, Vi. Pukul aku sampai kamu puas tapi jangan di pendam sendiri seperti ini ya, Sayang," mohonnya lagi yang air matanya kini sudah jatuh juga ke pipi.


"Aku--, aku bingung harus bagaimana, Kha," jawab Violet dengan suara serak di sela isak tangisnya.


"Ada apa? ayo ceritakan padaku."


"Aku tak tahu caranya bersikap pada Nirmala, Kha. Dia harus ku anggap apa?" tanyanya yang belum bisa menempatkan dirinya sendiri harus menjadi apa bagi anak itu.


Hidupnya hanya ada Shaka, Shaka dan Shaka saja selama ini.


"Ini yang ingin ku bicarakan padamu, Sayang. Aku ingin mencari waktu yang tepat untuk berdiskusi tentang Nirmala terutama tentang rasa tanggung jawabku pada anak itu," sahut Shaka yang langsung menunduk.


"Tapi, melihatmu seperti ini aku semakin serba salah untuk mengutarakan niatku, kamu pasti tertekan juga kan dengan keadaan ini?" sambung Shaka yang dengan kejadian seperti sekarang membuat ia sadar jika istrinya sedang menyimpan banyak rasa.


"Memang apa lagi niatmu, Kha?" tanya Violet yang sudah menebak apa inginnya Shaka.


"Aku---, ingin mengadopsi Nirmala secara resmi yang sah dimata negara. Tapi itupun jika kamu setuju, agar ada kejelasan tentanh anak itu sebagai apa bagi kita, bukan begitu?"


Violet yang masih diam terus menitikkan air mata, apa yang ada di otaknya benar-benar terlontar dari bibir suaminya sekarang.


"Aku tak memaksamu, Sayang. Tenang lah."


Shaka menangkup wajah Violet sambil di ciumi juga pipi dan kening termasuk bibirnya meski sekilas, ada rasa sesal juga yang dirasakan pria itu yang sudah membicarakan hal ini terlalu cepat.


.


.


.


.


Jadi, aku akan menjadi ManDa bagi Nirmala?