Little Bride

Little Bride
Little bride 29



🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Shaka tahu, kini istrinya sedang berperang dengan perasaannya sendiri tentang hal yang pastinya tak pernah mereka pikirkan. Hadirnya Nirmala yang akan di anggap anak oleh Shaka tentu lain dengan hadirnya anak kandung yang sedang mereka programkan beberapa bulan ini. Tanpa sebuah persiapan apapun kini pasangan tersebut harus mengurus dan memenuhi semua kebutuhan seorang anak perempuan yang nampak penurut itu.


Entah lah, belum ada yang bisa menyimpulkan bagaimana Nirmala mulai hari ini esok lusa hingga waktu yang tak berbatas itu.


Sarapan pagi selesai tanpa obrolan berarti, Shaka hanya sesekali bertanya pada Nirmala sedangkan Violet cukup jadi pendengar yang baik, semua nampak masih di batas wajar jadi ia tak perlu melayangkan protes apapun.


Dan sesuai rencana, ketiganya pergi ke tiga sekolah yang semalam sudah mereka cari lewat sosial media. Ada yang dekat Apartemen, kampus dan juga Kediaman Rahardian.


"Susternya kapan datang, Kha?" tanya Violet di tengah perjalanan menuju sekolah yang pertama.


"Sore atau malam, habis ini Nirmala akan ku titipkan bersama Mommy," sahut Shaka sembari menjelaskan.


"Suster tidur di kamar Mbak atau tidur dengannya?"


"Hem, mungkin tidur di kamar Mbak, Nirmala kurasa tak takut jika tidur sendiri," jawabnya lagi, yang di tangkap oleh Shaka istrinya justru memikirkan kenyamaan anak itu meski di balut dengan nada bicara datar seolah tak acuh.


Violet tak lagi bertanya, biasanya jika mereka ada jam kuliah siang seperti ini akan di habiskan waktu yang ada berdua saja di Apartemen saling bermanja meski ujung-ujungnya akan melakukan hal yang menyenangkan.


.


.


.


Satu, dua, tiga sekolah sudah pasangan itu datangi. Kini, mereka akan pulang ke kediaman Rahardian sambil membahas tempat pendidikan mana yang akan Shaka dan Violet pilih untuk Nirmala, tentu dari ketiganya ada perbedaan yang cukup membuat bingung.


"Lala boleh ketemu Abang Akash juga Adek Azzura gak?" pinta anak itu saat mobil sudah masuk ke dalam garasi rumah mewah keturunan anak bawang.


"Tentu, tapi kalau Si kembar lagi bobo jangan di ganggu ya," pesan Shaka yang di jawab anggukan oleh Nirmala.


Mommy yang tahu anak menantinya datang lekas, menyambut dengan senyuman hangat khas keibuan, apalagi saat ada Nirmala juga.


"Mommy, Si kembar mana?"


"Ada di atas baru bangun bobo, mau kesana?" tanya Mommy sambil mengelus kepala anak perempuan cantik di depannya itu, melihat Nirmala membuat Mommy Qia ingat pada dirinya sendiri yang seorang yatim piatu sebatang kara.


"Biar Aunty antar keatas," sahut Violet yang juga ingin bertemu dengan Rubby.


Ibu dan anak itu hanya mengangguk, lalu membiarkan Violet pergi bersama Nirmala ke lantai dua rumah mewah tersebut.


"Bagaimana? apa semua baik-baik saja?" tanya Mommy ketika ia sudah duduk berdua dengan putra sulungnya.


"Baik menurutku tapi sepertinya tidak untuk istriku," jawab lirih Shaka, ia punya hati dan tentu peka dengan keadaan dalam rumah tangganya.


"Kenapa? apa Vio belum bisa menerima Nirmala?" tanya Mommy lagi yang semakin khawatir.


"Mungkin lebih tepatnya belum, Mom. Mommy bisa lihat 'kan, nada bicaranya kini datar tanpa ekspresi apapun dan aku takut ini akan berkepanjangan."


"Sabar, semua pasti tak mudah untuknya." Mommy mencoba menenangkan dengan cara mengusap punggung Si sulung.


"Ini salahku, Mom."


.


.


.


Violet seorang anak tunggal perempuan yang manja, ia terbiasa jadi pusat perhatian termasuk darimu selama belasan tahun. Ia hanya belum siap berbagi dengan Nirmala...