Kill & Love

Kill & Love
43: Akhir Yang Tragis



Jessica menoleh dan mendapati Luhan berjalan kearahnya. Ada yang berbeda pada pemuda itu. Luhan memakai pakaian formal putih hitam, rambut coklatnya di tata rapi, pipi kanannya yang selama ini di hiasi tatto tampak mulus. Luhan baru saja menghapus tatto tempel pada pipi kanannya.


Berbeda dengan tatto di lengan kanannya yang permanent, di pipi kanannya hanya tatto tempel. Luhan sadar jika suatu saat ia akan menikah dan memiliki anak. Di lengan mungkin biasa dan mudah di mengerti, namun tatto permanent di wajah itu akan merusak citranya sebagai seorang ayah yang baik suatu sat nanti.


Jessica di buat tercengang dengan penampilan Luhan. Pemuda itu terlihat tampan dalam balutan pakaian formalnya, ini pertama kalinya Jessica melihat Luhan berpenampilan rapi seperti itu. Sudut bibirnya tertarik keatas membentuk lengkungan indah di wajah cantiknya.


"Kau terlihat berbeda, Lu. Kau... sangat tampan."


"Tunggu dulu." Yunna menghampiri Jessica dan Luhan kemudian menatap keduanya bergantian. "Apa ini acara pernikahan kalian?" tanyanya memastikan.


"Memang, hari ini Sica nunna dan Luhan hyung memang akan menikah." sahut Dio menimpali.


"Apa??"


Yunna jatuh pingsan dan kejang-kejang mendengar Luhan akan menikahi Jessica. Dio mendecih dan menatap Yunna yang terkapar di tanah dengan pandangan kesal


"Dasar merepotkan." Dio mendesis, mengangkat tubuh Yunna seperti karung goni dan membawanya meninggalkan tempat pemberkatan.


Setelah menjalani prosesi yang sangat panjang. Akhirnya pernikahan itu berjalan lancar tanpa ada hambatan, kedua mempelai saling berhadapan dan memandang dengan senyum terkembang. Jia naik keatas altar sambil membawa cincin pernikahan mereka, mereka bertukar cincin yang menandakan jika sekarang mereka berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri.


"Nah, Luhan. Cium mempelaimu sekarang."


Luhan menakup wajah Jessica dan ******* bibirnya. Ciuman itu tidak berlangsung lama namun penuh makna. Setelah berciuman, Jessica berdiri dalam posisi memunggungi kemudian melemparkan bunga kearah orang-orang yang berdiri di belakang dan...??


Bunga itu di dapatkan oleh L dan dokter cantik. Membuat Dio bersorak saking girangnya. "Huaaa...!! Nunna, hyung lihatlah tak lama lagi akan ada yang menyusul kalian berdua." serunya.


Jessica terkekeh lalu menghampiri dokter cantik itu dan memeluknya "Eonni-ya, selamat ya."


"Dasar bodoh, seharusnya aku yang mengucapkan selamat. Selamat untuk pernikahanmu." Jessica tersenyum kemudian mengangguk.


"Aku doakan supaya kau dan L lancar. Kekekk." perempuan itu menjitak kepala Jessica lalu kembali memeluk gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu.


Di saat yang sama Bian menghampiri Jessica dan memeluknya. "Selamat untukmu, Sica. Sebagai seorang sahabat, aku lega kau mendapatkan pendamping yang tepat. Aku yakin Luhan adalah pria yang baik dan bisa membahagiakanmu." ujarnya panjang lebar


"Kau harus bahagia." Imbuhnya.


Jessica mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Bian. "Kau juga harus bahagia. Lupakan mantan kekasihmu dan segera cari penggantinya. Jangan memberinya beban dengan kau selalu bersedih, dia sudah tenang du sana." nasehat Jessica pada Bian.


Bian menyeka air matanya dan mengangguk."Tentu."


Dari kejauhan. Luhan hanya bisa menatap mereka dengan pandangan gamang, meskipun ia tidak masalah Jessica di peluk oleh pria lain namun tetap saja ia merasa cemburu meskipun Luhan tau jika orang itu adalah sahabat terdekat Jessica.


Tepat pukul 7 malam acara di lanjutkan dengan pesta barbekyu. Namun pesta tidak di adakan di taman melainkan halaman belakang kediaman mereka, tidak banyak yang datang. Hanya ada Bian, dokter cantik dan JB sebagai orang luar.


Semua begitu bergembira apalagi pasangan pengantin baru kita, sementara Yunna langsung di larikan ke rumah sakit karna kejang dan syok mengetahui pernikahan Luhan-Jessica.


Sehun dan JB mendapat tugas membakar dagingnya, sementara L terlihat melakukan pendekatan dengan Dokter cantik. Bian berbincang dengan Luhan serta Jessica. Jessica merasa senang melihat suami dan sahabatnya itu bisa cepat akrab.


"Lu, aku lelah. Aku masuk dulu." kata Jessica yang segera di balas anggukan oleh Luhan .


Jessica memisahkan diri dari suami dan para sahabatnya. Namun setibanya di ruang tamu, ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tidak pernah ia harapkan. Dan kedatangan Jessica langsung di sambut oleh sebuah timah panas yang menembus perut kirinya.


Dorrr...!!!


'Aahhh..' darah segar tampak memenuhi tangan Jessica yang ia gunakan untuk menekan perutnya. Air matanya mengalir dari sudut matanya.


"Matilah kau!!"


Kembali satu tembakan lagi dan kali ini bersarang pada dada kirinya. Tubuh jessica nyaris saja ambruk jika saja tidak ada seseorang yang menahannya "Sica." gumam Luhan terbata.


Luhan membawa sang istri bersimpuh di lantai dengan Jessica berada dalam pelukannya. "Sica, aku mohon bertahanlah." lirih Luhan memohon.


Jessica meraih pistol yang ada di balik pakaian yang Luhan kenakan, dengan tangan gemetar Jessica mengarahkan pistol itu pada Ye Won yang menatapnya penuh kemenangan. Jessica menarik pelatuknya dan??


Dorrr...!!


Dorrr...!!!


Dua tembakan Jessica lepaskan membuat tubuh wanita itu ambruk seketika karna timah yang bersarang pada kepala dan dadanya. Jessica mengangkat tangannya yang berlumur darah yang kemudian ia arahkan pada wajah Luhan


"Terimakasih karna sudah memberikan hari..hari yang membahagiakan untukku. Maaf, Lu. Jika aku tidak bisa berada lagi di sisimu. Hi..dup..lah dengan baik. Aku ingin kau berhenti dari pekerjaan ini, penuhi keinginan terakhirku. Bangunlah sebuah tempat di mana kebahagiaan tercipta, aku akan selalu mencintaimu dan menunggumu di Surga. Aku mencintai..!!" Jessica menutup matanya sebelum menyelesaikan kalimatnya.


Luhan memeluk tubuh tak bernyawa itu dengan sangat erat. Dio, L dan JB menjatuhkan tubuhnya di samping jasad Jessica dan menangis sejadi-jadinya. Mereka tidak percaya jika gadis itu akan pergi secepat ini meninggalkan luka yang mendalam di hati setiap orang yang di tinggalkan.


"JESSICA!!"


.


.


Bersambung.