Kill & Love

Kill & Love
41: Setan Mesumm!!



"Kau belum tidur?"


Jessica mengangkat wajahnya dan mendapati Luhan menghampirinya. Pemuda itu melepas rompi hitamnya dan menyampirkan di balik pintu. Menyisakan singlet hitam pula yang melekat pas di tubuh kekarnya. Luhan mengambil tempat di samping Jessica duduk, salah satu tangannya menarik bahu Jessica dan menyandarkan di atas dada bidangnya.


"Sebaiknya persiapkan dirimu. Karna aku akan menikahmu dalam waktu cepat, tapi maaf jika aku tidak bisa memberikan pesta meriah untukmu dan hanya teman-teman terdekat kita yang akan menghadiri pernikahan itu." ujar Luhan seraya meletakkan dagunya di atas kepala Jessica.


Jessica menggeleng, mengangkat wajahnya menatap mata abu-abu milik Luhan "Aku tidak masalah, yang terpenting ada cincin dan gaun pernikahan. Tapi jika bisa kita menikah di sebuah taman." ujar gadis itu dengan senyum mereka.


"Seperti yang kau inginkan, sayang." balas Luhan dan semakin mengeratkan pelukannya. Jessica mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Luhan. Rasa bahagia menyelimuti perasaannya, ia sungguh bahagia memiliki Luhan di sisinya. Jessica berharap agar kebahagiaan ini bertahan selamanya.


Luhan melepaskan pelukannya dan menatap wajah ayu Jessica yang tengah tersenyum hangat padanya. Menakup wajah Jessica dan ******* bibirnya, Jessica memeluk pinggang Luhan saat pemuda itu semakin memperdalam ciumannya. Menutup perlahan matanya merasakan pagutan bibir Luhan yang menginvasi bibirnya.


Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi panas dan frontal. Menyadari Jessica membalas ciumannya, Luhan merubah posisinya dengan Jessica berada di atas pangkuannya, kedua gadis itu melingkari pinggang Luhan sementara tangannya memeluk mesra leher pemuda itu.


Mereka saling menggerakkan kepalanya seirama, rasa hangat seketika Jessica rasakan ketika Luhan membawanya untuk bertukar saliva. Lidah mereka menari dan saling membelit, bagaikan tarian erotis yang di iringi irama sensual yang menghanyutkan.


Jessica menggeram seraya mencengkram rambut Luhan saat pemuda itu menjelajahi leher jenjangnya menggunakan lidah panjangnya. Saliva nya yang hangat menyentuh kulit leher Jessica yang putih tanpa noda, menggigitnya kecil dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana.


Luhan tersenyum melihat wajah merona Jessica, dan bibirnya kembali ******* bibir Jessica namun ciuman kali ini lebih singkat dari ciuman sebelumnya.


"Kau semakin mahir saja, sayang?" bisik Luhan seraya menyeringai nakal. Jessica terkekeh "Aku belajar banyak darimu, Luney." jawabnya seraya memeluk mesra leher Luhan.


"Aku akan mengajarkan sesuatu yang lebih gila dari pada ini setelah aku mempersunting mu, Jess." ujar Luhan sambil membelai wajah Jessica lembut. "Dan aku menantikannya."


Luhan menurunkan Jessica dari pangkuannya kemudian menarik lengannya untuk berbaring di sampingnya "Sudah malam. Sebaiknya kita tidur." Luhan mengecup singkat kening Jessica lalu merengkuh tubuhnya "Aku menciummu." bisik Jessica kemudian mengecup singkat bibir Luhan.


"Aku juga." dan dalam hitungan detik. Keduanya sudah menutup mata dan pergi menuju alam mimpi.


.......


.......


Teriakan nyaring itu membuat seluruh penghuni rumah terkejut dan berhamburan dari kamar masing-masing dan mendapati Yunna keluar dari kamarnya dengan wajah yang memerah. "Ada apa?" tanya L melihat kepanikan Yunna.


Yunna mengangkat wajahnya dan menunjuk kedalam kamarnya menggunakan telunjuknya. "Si..si.. mesum itu. Dia tidur di ranjangku hanya memakai kolor saja."


Tak lama berselang. Dio keluar hanya memakai celana boxer pink bergambar hello kitty di bagian pantatnya sambil mengucek matanya. Sesekali pemuda itu menguap karna rasa kantuk yang tak kunjung hilang, Luhan yang berdiri di ujung tangga segera membenamkan wajah Jessica di dadanya kemudian membawa gadis itu masuk kembali ke kamarnya.


"Ada ini hyung?" tanyanya polos.


"Setan pink mesum, apa-apaan kau ini? Kenapa kau tidur di ranjangku juga eo?" amuk Yunna pada Dio.


Dio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sesekali ia menguap dan menatap Yunna tidak berminat "Jika tidak karna terpaksa aku juga tidak sudi untuk tidur satu ranjang denganmu. Luhan hyung sendiri yang memintaku untuk mengawasimu jadi sudah selayaknya aku berada terus bersamamu."


"Iya , tapi tidak perlu tidur di kamarku juga. Awas minggir."


Dio dan L terlonjak kaget karna ulah Yunna. Gadis itu membanting pintu kamarnya dan menghasilkan suara yang memekatkan telinga. Dio tersenyum tiga jari melihat tatapan horor L, pemuda itu segera melesat menuju kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya.


L mendesah dan menggelengkan kepalanya."Dasar bocah itu, ada saja kelakuannya."


.......


.......


...Bersambung...