Kill & Love

Kill & Love
31: Mencintaimu Dengan Caraku



"Pftt...!"


"Hahaha.!"


Tiba-tiba keduanya tertawa keras dan saling mengalihkan pandangan masing-masing. Luhan berdiri sambil memegangi perutnya dengan satu tangan berpegangan pada tembok di sisi kirinya, sementara Jessica menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya.


Mereka tidak menyangka. Jika pertengkaran pertama mereka setelah berkencan hanya karna hal sepele dan kecemburuan yang tidak berdasar. Konyol memang, namun itulah yang terjadi di antara pasangan itu.


"Sampai kapan kau akan tertawa seperti orang bodoh, hm?"


"Entahlah, Lu. Aku rasa pertengkaran kita terlalu konyol dan kekanakan. Aku sulit mempercayai jika pertengkaran pertama kita setelah berkencan hanya karna hal sepele. Bukankah itu sangat menggelikan." ujar Jessica panjang.


Mereka terus tertawa seolah menertawai diri masing-masing. Namun setelah beberapa detik berlalu, tawa itu pun berhenti dan keduanya saling pandang membiarkan kedua mata mereka saling mengunci. Senyum tipis sama-sama tersungging di bibir keduanya, sama-sama mendekat kemudian mereka berdua berpelukan.


Luhan menutup matanya menghirup aroma sakura yang menguar dari tubuh dan rambut Jessica. Harumnya begitu lembut dan menenangkan. Jessica juga ikut memejamkan matanya, merasakan hangatnya pelukan Luhan pada tubuhnya.


"Kau tau?" Luhan membuka percakapan tanpa melepaskan pelukannya. "Kau salah jika berfikir aku tidak pernah mencintaimu, karena pada kenyataannya aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali menatap matamu. Selama ini aku bersikap kasar dan memperlakukanmu dengan buruk karna aku tidak tau bagaimana harus bersikap."


"Selama bertahun-tahun aku hidup tanpa ada satu pun wanita dan tiba-tiba kau datang. Hal itu membuatku merasa bingung , harus seperti apa caranya aku menghadapimu. Aku selalu memperlakukanmu dengan buruk, membentakmu dan berkata kasar padamu agar kau segera pergi dari rumah ini. Selama ini aku tidak pernah membencimu karna pada kenyataannya aku sangat-sangat mencintaimu. Maaf jika sikapku selama ini telah melukai perasaanmu." ungkap Luhan menuturkan.


Jessica membisu mendengar penuturan itu. Ia bingung harus menjawab apa, ini sangat mengejutkan, Luhan baru saja membuat pengakuan yang menggemparkan .


"Luhan, aku...!!"


"Sssttt. Aku tau kau ingin mengatakan apa, tidak perlu membahasnya lagi. Dan maaf jika sikapku membuatmu kurang nyaman, karna memang seperti inilah diriku, aku tidak suka menjadi orang lain. Mungkin aku tidak bisa menjanjikan dunia untukmu, mungkin aku memang bukan tipe pria romantis dan puitis, yang selalu memberimu bunga dan mengatakan kalimat-kalimat manis dan selalu mengatakan cinta pada setiap detiknya. Untuk itu, biarkan aku mencintaimu dengan caraku."


Jessica mengangkat wajahnya dan menatap mata abu-abu Luhan yang menatapnya dalam. Setetes kristal bening jatuh dari pelupuk matanya beriringan dengan sebuah lengkungan indah yang menghiasi wajah cantiknya. Jessica kembali kedalam pelukan Luhan dan memeluk tubuh sang kekasih erat.


"Aku mengerti."


"Terimakasih, Sayang."


"Sama-sama."


.......


.......


Seorang wanita muda tidak dapat menahan kekesalannya karna usahanya untuk menyingkirkan saudari lagi-lagi mengalami kegagalan. Gadis itu selamat dari para pembunuh bayaran yang telah ia sewa, padahal tidak hanya 1 kali tapi berkali-kali.


"Ye Won, ada apa ini? Kenapa kau membuat kamarmu menjadi berantakan seperti ini?"


Wanita itu 'Kim Ye Won' menoleh dan menatap kesal sang ibu. Mengabaikan wanita itu, Ye Won berjalan menuju tempat tidurnya dan mendaratkan pantatnya dengan kasar di sana .


"Apa Mama buta? Apa Mama tidak melihat jika aku sedang kesal." bentak perempuan itu dengan marah.


Wanita paruh baya itu mendesah panjang. Meletakkan kembali beberapa benda yang berserakan di lantai kemudian menghampiri putri tunggalnya itu


"Sekarang jelaskan pada, Mama." pintanya sambil mengusap rambut panjang Ye Won


"Jessica, kenapa sulit sekali untuk melenyapkan dia dari muka bumi ini. Kita sudah berhasil menghabisi tua bangka itu, tapi putrinya?? Entah keberuntungan seperti apa yang sebenarnya dia miliki sampai-sampai dia berhasil lolos lagi dari kematian." ujar Ye Won dengan nada berapi-api.


"Jadi itu masalahnya, serahkan saja masalah itu pada, Mama. Lagi pula Mama tidak akan membiarkannya tetap hidup dan suatu saat akan menjadi boomerang untuk kita berdua. Susah payah kita mendapatkan harta keluarga Valerie, dan Mama tidak akan membiarkan gadis sialan itu mendapatkannya. Lagi pula apa yang bisa gadis lemah seperti dia lakukan untuk melawan kita?"


"Jadi Mama sudah memiliki rencana untuk menyingkirkannya?" tanya Ye Won antusias. Wanita itu menyeringai dan menatap putrinya dengan raut wajah yang tak terbaca.


"Kau meragukan Mamamu? Sebaiknya kau duduk manis dan tunggu hasilnya. Lebih baik sekarang bereskan kamarmu, Mama keluar."


.......


.......


...Bersambung...


.