
Pulang kerja Alkha langsung menuju rumah mertua nya karena dia ingin kesalahpahaman ini nggak berlarut larut.
Tokk tokk Alkha mengetuk rumah mertua nya.
Kimora berjalan keluar kamar bermaksud membuka pintu tapi begitu sampai di ruang tamu,Darwis melarang nya.
"biar ayah saja,kamu masuk kamar!"ucap Darwis karena dia yakin itu pasti Alkha.
"tapi yah,itu pasti Alkha"ucap Kimora.
"masuk!"perintah Darwis,Kimora hanya bisa menurut.
Darwis membuka pintu dan benar dia mendapati Alkha di depan pintu.Darwis masuk kembali tanpa mau ngomong apapun sama Alkha.
"yah,Alkha mau jelasin semua"ucap Alkha sambil duduk di ruang tamu bersama Darwis dan Lina.Tapi Darwis cuma diam saja.
"kamu kenapa sakiti Kimora lagi?"tanya Lina.
"Alkha nggak sakiti Kimora lagi buk,Alkha sayang sama Kimora"ucap Alkha.
"tapi kenapa kamu pelukan ama wanita lain?"tanya Lina.
"itu yang mau Alkha jelasin buk,yah"ucap Alkha.
"mau jelasin apa?mau jelasin kalau saya salah lihat?atau mau jelasin kalau dia menggoda kamu dan kamu kembali tergoda?"tanya Darwis ketus.
"yah,Alkha nggak pelukan sama wanita lain itu sem-"
"jadi kamu mau bilang kalau saya buta?jelas jelas saya lihat kamu pelukan sama wanita itu"ucap Darwis marah memotong ucapan Alkha.
"nggak gitu yah,ayah emang bener Alkha pelukan tapi it-"
"jadi bener kamu pelukan ama wanita lain Kha?"tanya Kimora tiba tiba keluar dari kamar.Darwis,Lina dan Alkha kaget.
"nggak sayang,aku nggak pelukan sama wanita lain"ucap Alkha yang bingung mau menjelaskan.
"tadi kamu membenarkan ayah yang lihat kamu pelukan,jadi yang bener kamu pelukan apa nggak?"tanya Kimora.
Alkha semakin bingung kemudian menghela nafas panjang.
"iya emang bener ayah lihat aku pelukan ama wanita lain tapi itu nggak seperti yang ayah,ibu san kamu pikir yang"ucap Alkha meraih tangan Kimora.
"ayah bener,kalau kamu selamanya nggak akan pernah bisa berubah"ucap Kimora yang mulai berdiri.
Alkha kaget kemudian menahan tangan Kimora yang seperti nya sudah marah ke Alkha.
"kamu salah paham sayang"ucap Kimora tapi Kimora melepas tangan Alkha dan kembali ke kamar.Alkha mengejar Kimora sampai depan pintu kamar.
"dengerin aku dulu,kamu mau kemana?"tanya Alkha.
"aku capek mau tidur,mending kamu pulang aja"ucap Kimora mulai marah.
"kamu harus dengerin aku dulu,pelukan itu bukan aku yang mau,Dinda yang tiba tiba meluk aku"ucap Alkha mencoba menjelaskan.
"oh,Dinda..kamu menolak cinta nya tapi menerima pelukan nya"ucap Kimora sewot.
"nggak gitu sayang,aku juga kaget aku berus-"
"aku capek mau istirahat"potong Kimora.
"Kimora biar di sini,saya nggak mau anak saya kenapa napa"ucap Darwis.
"yah,Alkha beneran nggak ada hubungan apa apa sama wanita itu,dia menginginkan Alkha tapi Alkha menolak karena Alkha mencintai Kimora"ucap Alkha hampir frustasi.
"kamu bisa buktiin kalau kalian nggak ada hubungan apa apa?"tanya Darwis.
"bisa yah,Alkha akan buktiin ke ayah kalau Alkha nggak ada main sama dia,Alkha hanya mencintai Kimora"jawab Alkha yakin.
"oke kalau kamu bisa buktiin ke saya kamu nggak ada hubungan sama wanita itu,saya akan izinkan Kimora pulang bersama kamu"ucap Darwis.
Alkha mengangguk, "kamu harus percaya sama aku,kalau kamu nggak percaya sama aku,aku akan sulit buat buktiin kalau aku sama Dinda nggak ada hubungan apa apa,kamu percaya kan sama aku?kalau aku cuma mencintai kamu?"ucap Alkha di depan pintu kamar Kimora.
Alkha pulang ke rumah orang tua nya,di rumah orang tua nya Hendra dan Elsa marah ke Alkha.
"kamu kok bisa kayak gitu lagi sih Kha?"tanya Hendra marah.
"Alkha nggak ngapa ngapain pa"ucap Alkha.
"papa paham betul bagaimana Darwis,dia nggak akan semarah itu kalau dia nggak lihat masalah dari mata nya sendiri"ucap Hendra.
"tapi apa yang di lihat om Darwis itu nggak seperti yang om Darwis bayang kan"jawab Alkha menekankan.
"terserah kamu,semoga aja kamu bisa ngebuktiin kalau kamu emang nggak bersalah,jadi Darwis bisa kembali percaya sama kamu untuk menjadi menantu nya"ucap Hendra menyeringai.
"ada apa sih Kha?"tanya Elsa.
"mama juga nggak percaya sama Alkha?"tanya Alkha duduk di samping Elsa.
Elsa memeluk putra nya yang terlihat frustasi karena tak ada yang percaya sama dia.
"kenapa cerita sama mama! kamu mulai bosan dengan istri kamu karena dia tak secantik dulu sebelum dia hamil?"tanya Elsa pelan.
"MA"teriak Alkha seolah tak percaya kalau mama nya juga berpikiran dia selingkuh.Alkha kemudian menghela nafas nya dan melepas pelukan mama nya.
"beberapa waktu lalu Dinda yang pernah Alkha kenalin ke mama yang kata mama dia suka Alkha,mama ingat nggak?"tanya Alkha.
Elsa berpikir sejenak kemudian mengangguk, "iya mama ingat"jawab Elsa.
"Dinda mengatakan cinta nya ke Alkha ma,bahkan dia mau jadi selingkuhan Alkha,dia ngejar ngejar Alkha terus"ucap Alkha.
"terus?"tanya Elsa penasaran.
"Alkha tolak ma,karena Alkha nggak mau sakiti Ara lagi,Alkha cinta banget sama Ara ma"ucap Alkha.
"iya mama tahu"ucap Elsa mengangguk.
"tadi Alkha makan dia juga di situ,Alkha udah cuekin dia tapi tiba tiba waktu Alkha berdiri dia meluk Alkha,Alkha kaget dan mencoba melepaskan pelukan nya tapi bersamaan dengan itu om Darwis lihat dan marah ke Alkha,om Darwis pikir Alkha selingkuh lagi,padahal Alkha berusaha supaya Dinda lepasin pelukan nya ke Alkha"ucap Alkha sedih.
Elsa menatap putra nya dengan sedih, "kamu yang sabar,nanti kita jelasin pelan pelan ke mertua kamu"ucap Elsa menenangkan putra nya.
"tapi yng bikin Alkha sedih,Ara nggak percaya sama Alkha,ma"ucap Alkha pelan.
"mungkin Ara kamu masih trauma kamu selingkuh lagi,mungkin Ara kamu juga mau bukti kalau kejadian tadi bukan mau kamu,kamu harus semangat cari bukti karena Ara kamu menunggu bukti itu,bukti kalau kamu beneran cinta sama dia"ucap Elsa memeluk Alkha.
"iya,ma"ucap Alkha.