
Alkha menghadiri undangan pesta dari Arya klien baru nya yang juga bos Silvia.
"hallo pak Alkha,terima kasih sudah mau datang ke pesta saya"ucap Arya menyalami Alkha.
"iya pak sama sama,kenalin ini istri saya,Kimora"ucap Alkha memperkenalkan istri nya.
"oh ini nyonya Alkha,senang bertemu dengan anda"ucap Arya mengulurkan tangan nya yang di sambut oleh Kimora.
Ehem Alkha berdehem karena Arya tak melepas genggaman tangan nya dan melihat Kimora dengan tatapan nakal.
"ternyata istri pak Alkha cantik banget makanya pak Alkha nolak waktu itu saya ajak nongkrong di Bar"bisik Arya tersenyum.
Alkha hanya mengangguk dan tersenyum kecil kemudian menarik tangan Kimora.
"saya ke sana dulu pak Arya"pamit Alkha.
Arya mengangguk dan masih tersenyum kemudian dia menyalami kolega nya yang lain.
"kamu mau makan apa yang?"tanya Alkha.
"nggak yang cuma mau minum aja"jawab Kimora.
Kemudian Alkha mengenalkan Kimora kepada kolega nya yang juga datang ke pesta itu.
"seharus nya gue yang ada di posisi lo Ra"gumam Silvia yang juga ada di situ menatap tak suka karena Alkha dengan bangga memperkenalkan Kimora kepada kolega nya.
"aku ke toilet dulu ya Kha"pamit Kimora.Alkha mengangguk.
Di toilet Kimora bertemu dengan Silvia.
"eh Sil di sini juga?"tanya Kimora tersenyum.
"lo kapan mau ninggalin Alkha?"tanya Silvia.
"sorry Sil gue nggak akan pernah ninggalin Alkha"ucap Kimora.
"jadi lo mau ngingkari janji lo?"tanya Silvia sinis.
"lo boleh minta apapun dari gue ,tapi jangan minta gue untuk ninggalin Alkha karena gue nggak bisa,Alkha adalah nyawa bagi gue"ucap Kimora.
Silvia tersenyum sinis "lo ingat waktu itu gue juga korbanin nyawa gue buat nyelamatin lo,jadi lo berhutang nyawa sama gue"ucap Silvia.
"tapi gue beneran nggak bisa tinggalin Alkha,gue cinta sama Alkha"ucap Kimora pelan dan menundukkan kepala nya.
"terserah lo!tapi lo harus ingat,lo bisa ninggalin Alkha dan cari orang lain,tapi kalau waktu itu nyawa gue hilang mau ganti pakai apa?"tanya Silvia ketus kemudian menyeringai keluar meninggalkan Kimora yang masih mematung.
Begitu Kimora balik Alkha langsung memeluk nya "kamu dari mana aja sih yang?ke toilet kok lama banget"tanya Alkha cemas.
"iya tadi aku bingung mau balik kesini"ucap Kimora berbohong.
"tenang aja sayang aku bisa jaga diri kok"ucap Kimora mengelus pipi suami nya.
****
Pulang dari pesta itu Kimora diam membuat Alkha kembali bingung.
"kamu kenapa sih yang,kok kayak nya sering banget diam seperti punya banyak beban pikiran?"tanya Alkha ketika mereka merebahkan tubuh mereka di atas kasur.
"Kha,tadi aku ketemu Silvia di pesta tadi"ucap Kimora.
"Silvia sekretaris nya Arya,tapi kayak nya mereka ada hubungan khusus deh selain sekretaris dan atasan"ucap Alkha.
"kamu masih perhatian sama Silvia,kamu masih suka sama dia?"tanya Kimora.
Alkha menatap Kimora dengan tajam "ngomong apa sih,aku sudah nggak punya perasaan apa apa lagi sama Silvia,aku cinta cuma sama kamu"ucap Alkha menarik hidung Kimora.
Kimora tak menjawab hanya tersenyum menatap suami nya.
"seluruh jiwa dan raga aku hanya milik kamu,sayang"ucap Alkha memcium pipi Kimora.
"idih,gombal"ucap Kimora.
"oh kamu nggak percaya?mau bukti?"tanya Alkha.
Kimora tersenyum dan mengangguk.Alkha berdiri dan membuka baju nya.
"kamu mau ngapain kok buka baju segala?"tanya Kimora kaget.
"katanya kamu mau bukti kalau jiwa dan raga aku hanya milik kamu,nih aku mau buktiin"ucap Alkha.
Kimora tersenyum kemudian berdiri dan berlari keluar kamar.Alkha nggak mau kalah langsung mengejar istri nya.
"kamu mau kemana?"tanya Alkha ketika berhasil menangkap Kimora dan memeluk nya dari belakang.
"mau..ee..mau ambil minum aku haus"ucap Kimora mencari alasan.
"nggak usah alasan,ayo katanya mau aku kasih bukti"bisik Alkha.
Kimora berbalik menghadap ke Alkha "aku percaya kok sama kamu"ucap Kimora mencium pipi Alkha.
"genit"ucap Alkha mencium leher Kimora.Kemudian membopong Kimora ke kamar.
"Alkha ah,aku ngantuk mau tidur"ucap Kimora.
"siapa suruh godain aku"ucap Alkha mencium pipi Kimora dengan gemas.