KHILAF

KHILAF
KHILAF EP.63



Alkha dan Kimora berangkat ke rumah orang tua Kimora karena Maya akan segera menikah.


"selamat ya May,akhir nya besok lo resmi jadi nyonya Rio"ucap Kimora memeluk sepupu nya.


Maya mengangguk dan balas memeluk Kimora "iya Ra,gue masih nggak nyangka,kayak mimpi gue bakal nikah besok"ucap Maya terharu.


Kimora menemui orang tua nya yang baru ngobrol dengan para kolega nya.Karena orang tua Maya sudah meninggal jadi Darwis yang menjadi wali dan menikahakan nya karena Darwis adalah kakak dari ayah nya Maya.


"ayah"sapa Kimora memberi salam ke Darwis.


"udah datang nak?Alkha mana?"tanya Darwis.


"ngobrol sama temen bisnis nya yah,tadi ketemu di depan"jawab Kimora.


"ini anak kamu Wis?siapa namanya aku lupa?"tanya salah seorang teman Darwis.


"iya,ini anak aku,Kimora"jawab Darwis.


"oh,iya Kimora,sekarang udah besar ya,cantik lagi"puji teman Darwis.


Kimora tersenyum dan memberi salam ke teman ayah nya itu.


"Kimora om"ucap Kimora.


"dulu kamu kecil waktu om masih sering main ke sini,kamu sudah punya suami sekarang,dulu waktu kamu nikah om di luar pulau jadi nggak bisa datang"ucap temen ayah nya.


"iya,nggak apa apa om,yang penting doa nya saja"jawab Kimora tersenyum.


"aku cariin"sahut Alkha dari belakang.


"eh,Alkha"ucap Kimora tersenyum.


"yah"sapa Alkha menyalami mertua nya.


"ini suami kamu Ra?"tanya temen Darwis.


Kimora mengangguk dan tersenyum,begitupun Alkha dia mengulurkan tangan nya.


"Alkhano om"ucap Alkha memperkenalkan diri.


"panggil saya om Tri,nama kamu Alkhano?kayak pernah denger"tanya Tri mengerutkan dahi.


Alkha mengangguk dan tersenyum "Alkhano Putra Hendrawan"ucap Alkha.


"Alkhano Putra Hendrawan seorang Direktur yang sukses dan terkenal itu?"tanya Tri.


Alkha hanya tersenyum.


"iya kalau orang banyak yang kenal dengan sebutan Direktur yang dingin dan tegas"jawab Darwis sembari tersenyum membuat Alkha jadi merasa tersanjung.


"jadi ini menantu kamu Wis?"tanya Tri terkejut.


Darwis mengangguk dan tersenyum.


"aduh"rintih Kimora sembari memegangi kepala nya dan agak goyang.


"kenapa yang?"tanya Alkha yang dengan sigap menangkap nya.


"nggak tiba tiba pusing"jawab Kimora.


"Kimora kenapa Kha?"tanya Darwis yang melihat anak nya hampir jatuh.


"nggak tahu yah pusing katanya"jawab Alkha.


"kalian udah makan?"tanya Darwis.


Alkha mengangguk.


"kalau gitu bawa Kimora masuk kamar biar istirahat dulu"suruh Darwis.


"kamu istirahat dulu di sini yang"ucap Alkha merebahkan tubuh istri nya di kasur.


Kimora hanya mengangguk dan menurut.


"kita ke dokter aja ya?"tanya Alkha khawatir.


Kimora menggeleng "nggak usah yang aku cuma masuk angin kok"jawab Kimora.


Alkha memgelus rambut Kimora menatap nya dengan khawatir.


"kamu ke depan aja gih,aku mau istirahat dulu"ucap Kimora.


"kamu nggak apa aku tinggal?"tanya Alkha.


"nggak apa apa sayang"jawab Kimora tersenyum.


"ya udah aku ke depan dulu,kalau butuh apa apa panggil aja ya!"ucap Alkha.


"iya"jawab Kimora sambil mengangguk.


Alkha tersenyum dan mencium kening Kimora sebelum keluar.


"kok gue sering pusing ya akhir akhir ini,gue juga belum bulanan juga,apa jangan jangan gue..."gumam Kimora senyum senyum sendiri.


Begitu Alkha sampai luar dia bertemu Lina dan Elsa yang menanyakan dimana Kimora.


"ada di kamar,pusing katanya"jawab Alkha.


"Kimora sakit?"tanya Elsa panik.


"masuk angin kayak nya ma"jawab Alkha.


Lina dan Elsa bergegas ke kamar Kimora.


"mama,ibuk"gumam Kimora ketika pintu kamar nya terbuka dan melihat ibu dan mertua nya.


"kamu sakit nak?"tanya Lina panik.


"cuma agak pusing buk,mungkin karena masuk angin"jawab Kimora.


Elsa memegang kening menantu nya.


"agak panas sih,udah minum obat belum sayang?"tanya Elsa.


"belum ma,tapi nggak usah minum obat lah buat tidur bentar pasti sembuh"jawab Kimora tersenyum.


"ya udah kalau gitu mama sama ibu keliar dulu,kamu istirahat aja biar cepet sembuh"ucap Elsa mencium kening menantu kesayangan nya.


Kimora tersenyum dan mengangguk.


"kita keluar dulu ya nak"pamit Lina.


"iya buk"jawab Kimora.


****


Silvia menatap undangan pernikahan Rio dan Maya dengan tidak suka.


"alah paling juga 4 bulan cerai kalian"gumam Silvia melempar undangan itu.


Dia selalu merasa tidak senang melihat orang lain bahagia dalam ikatan pernikahan.Mungkin karena pernikahan nya hancur dulu.


"gue juga pengen punya suami yang tulus cinta ama gue,yang bisa ngelindungi gue,seandai nya dulu gue bertahan sama Alkha pasti sekarang gue jadi wanita yang sangat bahagia karena Alkha dulu sangat mencintai gue,andai waktu itu bisa di ulang kembali gue nggak bakal ninggalin lo Kha"gumam Silvia yang tanpa terasa air mata nya menetes.


"Kimora lagi lagi yang merebut kebahagian gue,Kimora selalu merwbut apa yang gue punya,dia jahat dia rwbut Alkha dari gue,tapi gue yakin kalau Alkha masih sayang sama gue"ucap Silvia tertawa tapi sesaat kemudian dia menangis lagi.