KHILAF

KHILAF
KHILAF EP.40



Kimora berangkat ke kantor sendiri tapi di jalan dia melihat seseorang yang mau bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan.


"apaan sih rame rame gini"gumam Kimora di dalam mobil.


Tapi karena ramai jadi mobil nggak di perbolehkan berhenti.Kimora pun meneruskan laju mobil nya menuju kantor.


"Ra,lo tahu nggak kalau Silvia mencoba bunuh diri dengan loncat dari atas jembatan tadi pagi" chat dari Maya.


"serius?terus gimana keadaan nya sekarang?lo tahu dari siapa?" balas Kimora.


"sekarang di rawat,gue tahu dari Rio sekarang Rio dan Alkha di rumah sakit" balas Maya lagi.


Kimora mau ke rumah sakit tapi karena masih jam kerja akhirnya dia mengurungkan niat nya,tapi setelah jam makan siang dia langsung bergegas menuju rumah sakit.


"gimana keadaan lo Sil?"tanya Kimora.


"ngapain lo ke sini?"tanya Silvia ketus.


"gue kuatir sama lo"jawab Kimora.


"nggak usah sok peduli ama gue"sinis Silvia.


Kimora meraih tangan Silvia "kenapa lo bisa nekad kayak gini?"tanya Kimora.


"untuk apa gue hidup,gue nggak punya siapa siapa yang bisa gue ajak berkeluh kesah,gue merasa kesepian"lirih Silvia.


"kan ada gue Sil"ucap Kimora menggenggam tangan Silvia tapi Silvia menepis.


"gue mau istirahat lo pergi aja"usir Silvia.


Kimora hanya bisa menurut karena dia nggak mau buat keributan di rumah sakit.Ketika dia keluar dia melihat Alkha yang juga di rumah sakit bersama Rio.Kimora mengikuti mereka dan menguping di balik pintu kamar rawat Silvia.


"lo udah minum obat?"tanya Rio


Silvia menggeleng "belum" ucap nya.


"gue ajak Alkha ke sini biar lo cepet pulih,karena biar bagaimana pun lo adalah saudara tiri gue meski sebenarnya gue nggak mau ngakuin lo"ucap Rio ketus.


Kimora terbelalak kalau ternyata Silvia adalah saudara tiri Rio.


"gue juga nggak mau ngakuin lo sebagai abang,setelah bokap lo ninggalin kami,nyokap gue meninggal dan gue harus ikut bibi gue yang galak,lo pikir gue mau ngakuin lo"ucap Silvia marah.


"terserah lo yang terpenting lo jangan sampai lakuin hal yang bisa rugiin diri lo sendiri"ucap Rio.


"gue mau minum obat dan makan kalau lo suapin Kha"mohon Silvia ke Alkha.


Alkha menghela nafas kemudian melirik ke arah Rio dan menuruti permintaan Silvia.Alkha juga baru tahu tadi kalau Rio dan Silvia adalah saudara satu bapak tapi beda ibu.Makanya ketika Rio meminta Alkha untuk ke rumah sakit buat nenangin Silvia,Alkha langsung mau karena nggak enak sama Rio.


"makasih ya Kha lo mau nyuapin gue"ucap Silvia tersenyum ,Alkha hanya mengangguk.


Kimora melihat raut wajah Silvia yang begitu bahagia ketika Alkha di samping nya.


Kimora berjalan keluar rumah sakit dia teringat senyum Silvia yang begitu bahagia ketika Alkha di dekat nya dan teringat canda tawa nya bersama Silvia waktu dulu.


"lo bahagia banget di dekat Alkha,senyum yang lama banget nggak pernah gue lihat dari lo Sil,tapi kenapa harus suami gue"batin Kimora yang masih merasakan dilema.


****


Alkha pulang ke rumah tapi tak mendapati Kimora di rumah.Dia mencari ke dapur,ke kamar,ke kamar mandi tapi tak mendapati dimana istri nya berada.


"Ra..ARA"panggil Alkha dengan keras tapi tak ada sahutan.


"masa belum pulang,itu di depan mobil nya ada"gumam Alkha.Kemudian Alkha berjalan ke kamar dia membaringkan tubuh nya di atas kasur tapi kemudian berdiri karena apa sebuah kertas yang di dapat.


"Sayang mungkin ketika kamu membaca surat ini aku sudah pergi jauh,kamu jaga diri kamu baik baik ya,aku bersyukur kenal kamu dan bisa menjadi istri kamu itu adalah anugrah yang sangat berharga tapi maafin aku Kha,aku harus pergi,aku nggak bisa jelasin kenapa tapi yang harus selalu kamu tahu aku akan dan selalu mencintai kamu suamiku,maafin aku sayang mungkin di dunia ini kita nggak bisa bersama tapi aku harap di kehidupan yang akan datang kita akan bersama dan tak akan ada yang bisa misahin kita lagi,aku sayang kamu Alkhano Putra Hendrawan,suamiku"


Alkha tak bisa menahan amarah nya dia menggenggam erat kertas itu.Meraih ponsel dan menelepon Kimora tapi tidak tersambung.


Kemudian dia membuka lemari pakaian,baju Kimora juga sudah tidak ada.Dia berlari ke mobil mencoba mencari Kimora dia menghubungi teman teman Kimora tapi tak ada yang tahu Kimora kemana.


Akhir nya dia kembali ke rumah "kamu kemana sih Ra,kamu kenapa?"gumam Alkha marah membanting pintu.


"kamu udah janji nggak bakal tinggalin aku,apa karena hari ini maka nya beberapa hari ini kamu selalu ngomong mau pergi mulu"ucap Alkha meneteskan air mata nya.


Kemudian dia bangkit dan melajukan mobil nya ke rumah orang tua nya dan rumah mertua nya.


"emang kalian kenapa lagi Kha?"tanya Elsa.


Alkha menggeleng "kita baik baik aja tapi emang akhir akhir ini Kimora selalu bilang kalau dia mau pergi,Alkha pikir itu cuma bercanda"ungkap Alkha menangis.


"saya telepon nenek nya katanya Kimora juga nggak ke sana,terus dia kemana sekarang"ucap Darwis panik.


"mana di luar juga hujan dia sekarang pasti ketakutan sekarang"ucap Alkha mengusap air mata nya melihat ke jendela hujan turun dengan lebat nya di sertai kilat.


"kamu jangan nangis terus Kha,nanti mama kamu ikutan panik"ucap Hendra menepuk pundak Alkha.


"tapi Alkha kuatir banget pa sama Kimora"ucap Alkha.


"tante juga jangan nangis terus,besuk Maya bakal cari Kimora"ucap Maya memeluk Lina.


Alkha berlari keluar tapi di tarik oleh Darwis dan Hendra.


"kamu mau kemana?"tanya Hendra.


"Alkha mau cari Kimora pa,Kimora pasti sedang ketakutan sekarang di luar ada petir"ucap Alkha.


"kamu jangan nekad Kha,Kimora pasti bisa jaga diri nya"ucap Darwis.


"tapi apa salah Alkha yah?sampai Kimora pergi ninggalin Alkha?"tanya Alkha menangis membuat Darwis memeluk menantu nya karena iba.


Darwis dan Lina pun juga bingung kenapa tiba tiba Kimora menghilang tanpa kabar.