
Berhari hari Kimora pergi tanpa kabar dan Alkha masih mencari nya.
"kenapa kamu tega sih Ra sama aku"ucap Alkha meneteskan air mata nya.
"belum ada kabar bro dari Kimora?"tanya Rio masuk ke ruangan Alkha.
Alkha menggeleng.
"sabar ya bro"ucap Rio menyemangati Alkha.
Sementara Kimora yng ternyata di rumah nenek nya selalu mengurung diri di kamar dan menangis.
"maafin aku Kha,aku menyerah dengan cinta kita tapi aku bisa apa"gumam Kimora menangis.
Nenek nya hanya menatap kasihan dan merasa bersalah kepada Darwis waktu itu berbohong dengan mengatakan kalau Kimora tak rumah nya.
"apa kamu tak mau pulang Ra?"tanya nenek nya.
Kimora menggeleng "Kimora masih kepingin di sini nek"jawab Kimora.
"ya sudah tapi kamu harus kasih kabar ke orang tua kamu,lebih lebih ke suami kamu,supaya mereka tidak cemas"ucap nenek.
"Kimora mau menenangkan pikiran dulu,nanti Kimora sendiri yang akan kasih kabar ke mereka"ucap Kimora.
Nenek nya mengangguk dan paham.
****
Maya yang sedang belanja ke supermarket bertemu dengan Silvia.
"lo bukan nya sepupu Kimora?"tanya Silvia.
Maya menoleh "hm" jawab nya singkat.
"tumben sendirian lo,emang sepupu lo yang sok cantik itu kemana?"sinis Silvia.
Maya tak menjawab malah berlalu.
"udah belanja nya May?"tanya Rio yang menunggu di depan kasir.
Maya mengangguk lemas "biasanya aku sama Kimora yang belanja,tapi sekarang dia di mana sih"ucap Maya sedih.
Rio memeluk dan mengelus lengan Maya "yang sabar Kimora pasti akan segera ketemu"ucap Rio.
"jadi Kimora hilang?tahu diri juga dia akhirnya"ucap Silvia tiba tiba mengagetkan Maya dan Rio.
"maksud lo apa ngomong kayak gitu?"tanya Maya marah mendorong Silvia.
"maksud lo apa?jangan jangan karena lo Kimora pergi"seru Maya.
Silvia tertawa "emang,karena dia nggak pantas buat Alkha"ucap Silvia.
Rio yang sebenar nya menahan emosi nya menjadi marah.
"jadi lo yang buat Kimora pergi ninggalin Alkha?"bentak Rio mengayunkan tangan nya tapi tertahan.
"apa?lo mau pukul gue?pukul nih pukul!"ucap Silvia marah.
Rio menurunkan ayunan tangan nya "kemarin kemarin gue merasa bersalah karena papa ninggalin lo dan ibu lo,tapi hari ini gue sadar kalau lo emang nggak pantas buat di sayangi"ucap Rio geram.
Silvia terbelalak mendengar ucapan Rio begitupun Maya yang baru tahu kalau Rio adalah saudara Silvia.
"gue juga nggak butuh kasih sayang dari lo!"jawab Silvia dengan marah.
"meskipun selama ini gue nggak mau mengakui lo sebagai saudara tapi gue nggak pernah membenci lo,tapi sekarang lo buat gue malu punya saudara kayak lo"ucap Rio membayar belanjaan Maya dan menarik tangan Maya pergi.
"beneran Silvia adik kamu?"tanya Maya.
Rio mengangguk "dulu papa aku selingkuh dengan pembantu keluarga kami,sampai dia hamil dan melahirkan Silvia,tapi karena mama aku marah dan minta cerai akhir nya papa aku ninggalin Silvia dan mama nya kemudian mengusir mereka,beberapa tahun setelah itu kami dengar kabar kalau mama Silvia sudah meninggal dan akhir nya Silvia di asuh oleh bibi nya,aku memang tak mau mengakui nya sebagai adik,tapi aku tidak pernah membenci nya"jelas Rio.
Maya terdiam "kasihan juga Silvia"batin Maya.
"mungkin Silvia jadi seperti ini karena pengalaman masa lalu orang tua nya"ucap Rio.
"tapi kamu harus selalu ingat,biar bagaimana pun perilaku Silvia,dia tetap adik kamu meskipun beda ibu"ucap Maya.
Rio menatap Maya dan kemudian mengangguk.
****
"Kha gue tahu kenapa Kimora ninggalin lo"ucap Rio ketika sampai di kantor.
"udah lah Io,gue mau fokus ke pekerjaan dulu"ucap Alkha yang sudah mulai frustasi dengan hubungan rumah tangga nya.
"tapi soal Kimora"
"kalau dia mau pulang dia istri gue tapi kalau nggak mau ya udah berati dia sudah tidak mencintai gue lagi"ucap Alkha memotong omongan Rio.
Rio mengerti perasaan Alkha kemudian dia pamit keluar dari ruangan Alkha.Setelah Rio keluar Alkha menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi dan memijit kening nya.
"kenapa kamu tega Ra"gumam Alkha kembali meneteskan air mata nya.