
Kimora yang merasa bosan di rumah mengajak Maya untuk keluar makan siang.Mereka pergi resto yang biasa mereka ke sana.
"nyonya Alkhano"sapa seorang lelaki yang ternyata adalah Arya.
"pak Arya"jawab Kimora kaget.
"sendirian aja?pak Alkhano kemana?"tanya Arya yang kemudian duduk semeja dengan Kimora.
"sama sepupu baru ke toilet,kalau suami saya masih ada kerjaan"jawab Kimora gugup karena kaget Arya tiba tiba duduk semeja dengan nya.
Mereka mengobrol sampai Maya kembali dari toilet.Kimora pun bernafas lega.
"kenalin pak Arya ini sepupu saya"ucap Kimora memperkenalkan mereka.Setelah berkenalan Arya kembali bercerita.
"tapi saya beneran salut sama pak Alkhano,dulu pernah saya ajak pak Alkhano ke BAR tapi beliau menolak padahal di BAR cewek nya cakep cakep"ucap Arya tertawa tanpa basa basi.
"suami saya emang seperti itu pak"jawab Kimora bangga.
"kalau saya jadi pak Alkhano juga pasti bakal setia karena punya istri secantik nyonya Alkhano ini"ucap Arya tersenyum dan menatap Kimora nakal membuat Kimora tak nyaman hanya tersenyum maksa.
Setelah Arya pergi Kimora bergidik membuat Maya terbahak bahak.
"wah yang ngefans sama lo ganteng banget Ra?"ucap Maya menyindir.
"hii ,apaan males banget,dia kan emang playboy kelas berat"ucap Kimora.
"iya berat lah badan segede itu masa nggak berat"ucap Maya konyol.Membuat Kimora tertawa.
"dasar wanita murahan"ucap Silvia tiba tiba di belakang mereka.
Kimora dan Maya kaget kemudian menoleh dan mengerutkan dahi.
"maksud lo apa ya?"tanya Maya sewot.
"lo kasih tahu tuh ke sepupu lo nggak usah sok cantik,apa jadi istri Alkha nggak cukup sampai harus godain bos gue"ucap Silvia sambil tersenyum sinis.
"bentar,maksud lo gimana ya Sil?gue godain bos lo?"tanya Kimora nggak paham.
"nggak usah sok bego,lo godain Arya kan ?"tanya Silvia ketus.
Silvia marah mendengar perkataan Maya.
"gue peringatin ke lo Ra,nggak usah lo sok cari perhatian,lo harus sadar lo kehilangan calon anak lo itu semua karma karena lo suka rebut milik orang lain,jadi Tuhan juga rebut anak lo"ucap Silvia yang membuat Kimora tak bisa menahan amarah.
Plakkkk
Kimora menampar pipi Silvia dengan sangat keras.Membuat Silvia terbelalak tak percaya Kimora menampar nya.Begitupun Maya tak percaya Kimora menampar Silvia yang dia tahu sangat mengharagai Silvia.
"lo bilang gue kehilangan calon anak gue itu karena karma gue yang suka rebut milik orang?gue tanya gue rebut apa dari lo?"tanya Kimora geram.
Silvia memegangi pipi nya yang di tampar Kimora dan menatap Kimora dengan tajam.
"jawab gue rebut apa dari lo!"bentak Kimora.
"lo rebut semua perhatian orang yang dekat sama gue,pertama lo rebut perhatiaan teman teman SD kita,lo rebut perhatian guru guru bahkan bibi gue selalu banding bandingin gue ama lo,dan lo juga rebut Alkha dari gue"ucap Silvia marah.
Kimora tersenyum sinis.
"teman teman dengan sendiri nya mau berteman sama gue,harus nya lo sadar kenapa teman teman kita pada ngejauhi lo,karena lo mengukur persahabatan hanya dari materi,kalau guru guru suka sama gue mungkin mereka suka karena gue berprestasi pada waktu itu,soal bibi lo yang banding bandingin lo sama gue,seharus nya lo berpikir mungkin bibi lo ingin lo berubah mengingat lo dulu orang nya suka membangkang kalau di nasehati,dan yang terakhir soal Alkha,lo sendiri yang tinggalin dia,lo yang nggak mau sama dia dan Tuhan menakdirkan gue berjodoh sama Alkha dan kami hidup bahagia karena saling mencintai"ucap Kimora panjang kali lebar yang semakin membuat Silvia marah.
"tapi lo juga harus ingat lo nggak bisa bahagiain Alkha karena lo nggak bisa kasih dia keturunan,meskipun Alkha masih bersama lo dan terlihat baik baik saja tapi di dalam hati nya di terpukul karena untuk seorang yang sudah menikah memiliki keturunan adalah hal yang sangat membahagiakan tapi lihat diri lo sekarang lo bahkan nggak bisa kasih anak ke Alkha"ucap Silvia tersenyum sinis.
Kimora agak tersentak dengan ucapan Silvia tapi dia tetap terlihat tenang.
"kalau bukan karena lo, gue dan Alkha nggak akan kehilangan calon anak kami"ucap Kimora menegaskan.
"itu yang nama nya takdir,Tuhan ingin lo pisah sama Alkha biarin Alkha bahagia dengan wanita yang bisa kasih dia keturunan"ucap Alkha.
"maksud lo wanita yang bisa membuat Alkha bahagia itu siapa? elo?"tanya Kimora.
"pinter sekali"ucap Silvia menoel dagu Kimora.
"lo nggak malu ya Sil?lo dulu yang ninggalin dan menolak Alkha karena Alkha dulu hanya seorang karyawan biasa,tapi sekarang setelah Alkha sukses jadi Direktur lo kejar kejar dia lagi bahkan terang terangan ke gue yang adalah istri Alkha?emang seorang Silvia Larasati udah nggak laku lagi ya sekarang?sampai barang yang sudah di buang dan di campakan,dia ambil kembali"ucap Kimora sembari tersenyum mengejek ke Silvia.
Maya tersenyum bangga Kimora sekarang mau melawan Silvia yang memang sudah sangat keterlaluan itu.
Kemudian Silvia pergi dengan marah meninggalkan Maya dan Kimora yang merasa puas.