KHILAF

KHILAF
KHILAF EP.22



Kimora dan Maya setiap bulan seperti biasa mereka selalu pergi ke supermarket untuk belanja bulanan.Setelah selesai mereka mampir ke kafe .


"hai Sil"panggil Kimora melambaikan tangan nya ketika melihat Silvia dari kejauhan.


Silvia tersenyum kemudian mendekati meja Kimora "hai Ra"ucap nya.


"sendirian aja?"tanya Kimora


"iya"jawab Silvia menganggukkan kepala.


"gabung sini aja daripada sendirian"ajak Kimora.


Silvia mengangguk dan duduk gabung dengan Kimora dan Maya.Setelah selesai makan Kimora menawari Silvia untuk pulang bareng.


"emang lo nggak di jemput Alkha?"tanya Silvia.


"dia masih ada kerjaan"jawab Kimora.


"sekarang Kimora kemana mana nggak harus di jemput Alkha,kan Kimora sudah di beliin mobil sama Alkha,kado ulang tahun Kimora kemarin"ucap Maya.


Silvia terbelalak "ulang tahun lo di kado mobil sama Alkha?"tanya Silvia.


Kimora tersenyum kecil dan mengangguk.


"sial kenapa lo selalu beruntung sih Ra"batin Silvia marah.


Kimora mengantar Silvia sampai ke apartemen nya.


"lo lihat nggak muka Silvia tadi saat tahu lo di kasih kado Alkha sebuah mobil? muka nya kayak gimana gitu"ucap Maya tertawa.


"udah ah nggak baik kayak gitu"ucap Kimora.


"biarin aja siapa suruh jadi cewek kok matre abis"sewot Maya


Kimora melirik ke arah sepupu nya yang lagi ngomel,kemudian dia tersenyum.


****


Sementara Marcel sudah ada di apartemen Silvia. "ngapain dia ke sini lagi,berhari hari nggak kelihatan sekarng tiba tiba muncul lagi,tapi gue harus baikin dia,biar gue di beliin mobil,kayak Kimora"batin Silvia.


"eh sayang,sudah lama nunggu?"tanya Silvia.


"lumayan"jawab Marcel.


Kemudian mereka masuk ke dalam.Marcel duduk di ruang tamu sementara Silvia ke dapur membuatkan minuman untuk Marcel.


"ini sayang minum nya"ucap Silvia menaruh gelas di atas meja.


"makasih"ucap Marcel kemudian meminum nya.


"yang berhari hari nggak kelihatan kemana aja sih?aku kangen tahu"rajuk Silvia.


"Sil,aku ke aini karena ada yang mau aku omongin ke kamu"ucap Marcel.


"kebetulan kalau gitu aku juga ada yang mau aku omongin"ucap Silvia memainkan jemari nya di atas dada Marcel.


"kamu mau ngomong apa?"tanya Marcel menangkap tangan Silvia yang asyik bermain di dada nya.


Silvia tersenyum kemudian mencium Marcel dan duduk di pangkuan Marcel "yang beliin aku mobil dong,aku capek naik taksi mulu"ucap Silvia.


Marcel bangkit dari duduk nya. "Sil tujuan aku ke sini aku mau kita putus,aku mau kita akhiri hubungan terlarang kita ini"ucap Marcel.


Seketika membuat Silvia tak percaya "maksud kamu apa yang?kamu mau tinggalin aku?"tanya nya.


Marcel mengangguk "ya" jawab nya singkat kemudian berjalan keluar.


"lo nggak bisa giniin gue"ucap Silvia marah mengejar Marcel.


"sorry Sil ini keputusan aku,kamu nggak perlu kawatir apartemen ini tetap menjadi milik kamu"ucap Marcel pergi meninggalkan apartemen itu.


****


Beberapa setelah Marcel memutuskan hubungan nya dengan Silvia.Silvia menjadi bingung karena dia harus mencari nafkah untuk biaya hidup nya sehari hari.


"gue harus cari kerjaan kemana lagi"gumam Silvia kesal.


Brakk


Silvia bertabrakan dengan Mila yang sedang buru buru.


"sorry..sorry"ucap Mila.


"Mila"gumam Silvia.


"eh Silvia"ucap Mila.


"mau kemana lo buru buru amat?"tanya Silvia.


"mau ke kampung gue,orang tua gue sakit jadi gue harus pulang rawat beliau"ucap Mila.


Mila menatap Silvia yang berpakain rapi dan membawa lamaran kerja.


"lo mau kemana?"tanya Mila


"mau cari kerjaan gue,di kantor Alkha masih ada lowongan nggak ya?"tanya Silvia.


"ada sih tapi OB.kebetulan,lo gantiin gue aja sementara sampai orang tua gue sembuh,ntar baru lo pindah ke bagian lain"ucap Mila


"tapi apa Alkha akan setuju?"tanya Silvia.


"iya sih,tapi coba gue tanya ke pak Alkha dulu,lo tunggu di lobi aja dulu"ucap Mila.


Mila kemudian kembali masuk dan menemui Alkha di ruangan nya.


"permisi pak,ada yang mau saya omongin ke bapak"ucap Mila


"mau ngomong apa Mil?"tanya Alkha.


"gini pak,kan saya harus rawat orang tua saya yang sakit di kampung,jadi posisi sekretaris bapak kan kosong,gimana kalau posisi saya untuk sementara di isi sama Silvia dulu"ucap Mila.


"Silvia?"tanya Alkha


Mila mengangguk "iya pak,kebetulan tadi saya ketemu dia lagi cari kerjaan,terus saya tawarin untuk gantiin saya sementara daripada bapak nanti kerepotan urusin semua sendiri selama saya nggak ada"jelas Mila.


Alkha tak menjawab hanya terlihat seperti sedang berpikir.


"maaf pak kalau saya sudah lancang mengalihkan pekerjaan saya ke orang lain"ucap Mila takut kalau Alkha marah.


"iya nggak apa apa saya setuju,bilangin ke Silvia langsung kerja hari ini"perintah Alkha.


Mila tersenyum dan mengangguk.Mila tak tahu menahu tentang masa lalu bos nya dengan Silvia,yang dia pikir hanya dia nggak harus mikirin kerjaan yang numpuk selama dia libur karena Silvia yang akan mengerjakan semua selama dia libur.


"gimana Mil?"tanya Silvia ketika melihat Mila berjalan mendekati nya.


"pak Alkha setuju ,lo bisa mulai kerja hari ini"ucap Mila.


"serius?makasih ya Mil"ucap Silvia.


Mila mengangguk.


"gue janji bakal kerja yang rajin supaya ketika lo udah kembali pekerjaan lo nggak numpuk"ucap Silvia tersenyum.


"iya kalau gitu gue pamit dulu ya"ucap Mila berpamitan.


Silvia mengangguk dan kemudian memeluk Mila.Begitu Mila keluar Silvia menatap punggung Mila yang mulai menjauh "gue harap lo nggak akan pernah kembali Mil"gumam Silvia dengan tersenyum sinis.


"sekarang gue udah jadi sekretaris Alkha,nggak lama lagi gue bakal jadi istri Alkha"batin Silvia.