
Alkha dan Kimora pulang ke rumah dengan sangat bahagia.Bahkan saking bahagia nya Alkha tak mengijinkan Kimora tuun dari tempat tidur.
"kamu nggak boleh banyak bergerak,mau apa?aku ambilkan"perintah Alkha.
"aku bisa sendiri sayang"ucap Kimora mengambil gelas untuk minum.
"nggak boleh banyak gerak!"seru Alkha.
Kimora tersenyum melihat tingkah suami nya,mungkin karena Alkha trauma kehilangan calon anak nya jadi ketika tahu istri nya hamil lagi dia jadi lebih protectiv.
"aku cariin pembantu ya?"tanya Alkha.
"nggak usah ntar aku malah nggak gerak kasihan dedek nya"jawab Kimora.
Alkha menghela nafas dan hanya menurut.Selama ini dia bukan nya nggak bisa bayar pembantu tapi karena Kimora selalu menolak mempunyai pembantu dengan alasan Kimora nggak mau suami nya lebih bergantung dengan pembantu dari pada istri nya sendiri.
Keesokan pagi nya Alkha bangun lebih pagi untuk nyiapin sarapan untuk mereka berdua.Ketika lagi menyiapkan sarapan terdengar suara Kimora yang mual dan muntah,Alkha pun langsung bergegas ke kamar.
"kamu nggak apa apa yang?"tanya Alkha panik.
"nggak kan wajar kalau lagi hamil muda kayak gini"jawab Kimora masih dengan mual.
"obat dari dokter kemarin di minun dulu ya?"tanya Alkha yang panik melihat istri nya lemas.Alkha masih saja sangat panik,meskipun waktu hamil pertama juga gitu kayak gitu,tapi nggak separah hamil ke dua ini.
Kimora mengangguk lemas kemudian Alkha membaringkan nya di kasur.
"aku ambilin sarapan dulu,terus baru minum obat"ucap Alkha bergegas ke dapur untuk mengambil sarapan.
"hoek..hoek"Kimora kembali mual ketika makanan masuk ke mulut nya.Alkha nggak tega melihat istri nya kayak gini.
"ke dokter aja ya?"tanya Alkha pelan.Akan tetapi Kimora menggeleng.
"kamu nggak ke kantor?"tanya Kimora karena hari sudah mulai siang.
"aku nggak tega ninggalin kamu sendiri dengan keadaan kamu yang kayak gini"ucap Alkha.
"aku nggak ap,,hoek"ucap Kimora kembali muntah.Hampir tiap hari Kimora mengalami fase ngidam membuat Alkha sering ninggalin kerjaan nya karena merasa kasihan ke istri nya.
****
Maya yang sudah selesai kerja mampir ke rumah sepupu nya buat nemenin Kimora.
"gimana keadaan lo?"tanya Maya ketika masuk rumah mendapati Kimora nyantai sambil lihat tivi.
"eh,lo May,baik gue May"jawab Kimora.
"keponakan aunty jangan nakal ya di perut mama"ucap Maya mengelus perut Kimora.
"iya aunty"jawab Kimora tersenyum.Kemudian mereka tertawa bersama dan mulai ngobrol.
Nggak lama kemudian Alkha pulang bareng Rio,karena Rio mau jemput Maya sekalian mau jenguk Kimora.
"sayang,aku pulang"ucap Alkha ketika membuka pintu.Kimora berjalan menuju ke arah suami nya yang baru pulang kemudian memeluk dan menggandeng nya.
"kok sendirian Kha?Rio mana?"tanya Maya.
"Rio tadi dah pulang bareng temen kantor nya emang nggak ngomong sama lo?"tanya Alkha.
"nggak tuh,tadi dia bilang mau kesini jemput gue"ucap Maya agak manyun.Tiba tiba Rio memeluk Maya dari belakang.
"enak kan kalau udah halal?"tanya Kimora berjalan ke sofa.
"hati hati sayang"ucap Alkha membantu istri nya duduk.
"gimana Ra keadaan lo?"tanya Rio.
"baik Io,alhamdulilah sehat"jawab Kimora.
Setelah ngobrol beberapa saat kemudian mereka makan bareng,tadi Maya dan Kimora yang masak.Setelah selesai makan Rio dan Maya berpamitan pulang.
"aku mandi dulu ya yang?!"pamit Alkha.
Tittt tiitttt
Ponsel Alkha berbunyi.Kimora mengambil ponsel suami nya dan melihat chat dari siapa.
"Dinda?siapa sih Dinda kok wapri ke Alkha"gumam Kimora membuka isi chat itu karena penasaran.
"lagi apa Kha?" tulis Dinda.
Kimora merasa curiga dan penasaran sama Dinda akhir nya bertanya ke Alkha yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kha"panggil Kimora.
"iya"jawab Alkha sembari mencari baju buat ganti.
"Dinda siapa?"tanya Kimora sewot.
Alkha kaget kemudian menghentikan aktifitas nya dan menoleh ke arah istri nya yang sudah cemberut.
"kok kamu tahu Dinda yang?"tanya Alkha.
"tadi WA kamu,kayak nya deket banget ya sama kamu?"tanya Kimora kesal.
Alkha berjalan mendekat ke istri nya yang sudah ngambek.
"dia cuma klien aku sayang,nggak usah marah gitu lah"jawab Alkha meraih tangan Kimora.
"tapi kayaknya deket banget sama kamu"ucap Kimora.
Alkha mengakui kalau emang Dinda sering wapri dia karena Dinda membutuhkan seorang teman dan kebetulan mereka adalah klien juga sering bahas tentang kerjaan.
"jangan ngambek dong"rayu Alkha menggenggam tangan Kimora.
Kimora mendukkan kepala nya, "aku cuma takut kamu ke goda lagi sama wanita lain"lirih Kimora.
Alkha tersenyum kemudian mendongakkan kepala Kimora, "lihat aku!tangisanmu adalah deritaku,kamu adalah nyawa aku,jadi aku nggak akan pernh sakiti kamu lagi,karena itu sama aja aku menghilangkan nyawa aku sendiri"ucap Alkha mencium kening Kimora.
Kimora merasa terharu dengan ucapan suami nya dia memeluk Alkha dan menangis di pelukan Alkha.
"kamu nggak usah khawatir cinta aku udah habis buat kamu dan calon anak kita"ucap Alkha mencium perut Kimora.
Kimora mengangguk dan tersenyum, "jangan mikir yang aneh aneh kasihan dedek nya"ucap Alkha mengelus perut istri nya.
"eh,nendang dedek nya nendang yang,,iya sayang ini papa sayang" ucap Alkha tersenyum mengajak ngobrol anak di dalam perut istri nya.Kimora hanya tersenyum melihat tingkah suami nya.