KHILAF

KHILAF
KHILAF EP.38



"Kha" panggil Silvia ketika Alkha sedang meeting di kantor Arya.


Alkha menoleh dan mendapati Silvia menunggu nya di depan mobil nya.Tapi Alkha tak menghiraukan dan langsung masuk ke mobil nya.


"gue mau ngomong"ucap Silvia menahan pintu mobil Alkha ketika Alkha hendak masuk.


"gue sibuk"jawab Alkha ketus.


Silvia langsung memeluk Alkha seketika Alkha mendorong nya.


"lo gila ya"bentak Alkha.


"kenapa sih Kha?masih cinta kan sama gue?"tanya Silvia mencoba memeluk Alkha kembali.


"Sil jangan buat gue mandang rendah lo"ucap Alkha mendorong kembali Silvia.


"tapi Alkha gue masih cinta ama lo,gue nyesel waktu itu ninggalin lo,kita mulai dari awal lagi ya?"ucap Silvia pelan.


"antara gue ama lo itu hanya akan jadi masa lalu,karena masa depan gue adalah Kimora"tegas Alkha.


Silvia menahan amarah nya di memejamkan matanya dan menggelengkan kepala nya.


"Kimora ,Kimora,Kimora kenapa semua harus dia yang dapat, kenapa dia harus lebih beruntung sari gue?apa yang dia miliki sehingga semua orang lebih suka ke dia daripada ke gue"teriak Silvia marah.


Alkha tercengang melihat Silvia teriak teriak.


"Kimora kan sahabat lo dari kecil"ucap Alkha.


"sahabat?"tanya Silvia tertawa "dari SD dia merebut semua perhatian teman teman gue,dia memiliki orang tua yang sangat menyanyangi nya,dimana pun dia berada orang akan dengan mudah menyayangi nya,dan gue hanya akan jadi orang yang terlupakan karena semua perhatian tertuju pada dia,itu yang membuat gue nggak suka sama Kimora"ucap Silvia marah.


"lo harus nya intropeksi kenapa orang lebih suka sama Kimora di banding sama lo"ucap Alkha.


"gue jauh lebih cantik dari Kimora,gue jauh lebih modis apa yang harus gue intropeksi?"tanya Silvia.


"tapi Kimora memiliki hati yang jauh lebih cantik dari lo"ucap Alkha.


"bullshit!semua laki laki pasti akan lebih suka sama wanita yang cantik secara fisik"ucap Silvia bangga.


"wanita yang hanya mengandalkan kecantikan wajah dia bagaikan sebuah bola dalam pertandingan sepak bola,di rebutkan oleh banyak orang dan kalau pun dia kena sial,masih ada penjaga gawang yang akan melindungi dan menangkap nya,akan tetapi semakin lama dia akan seperti bola voly,yang di lempar ke sana ke sini tapi tak ada yang mau menangkap nya,bahkan akan di smash sekeras keras nya, jadi jangan pernah bangga dengan kecantikan wajah karena itu bisa berubah"ucap Alkha tegas kemudian dia masuk ke mobil nya meinggalkan Silvia yang terpaku mendengar ucapan Alkha.


Silvia mendatangi kantor Kimora dia menunggu Kimora sampai pulang kerja.


"Ra" panggil nya ketika Kimora berjalan ke mobil nya.


"eh,lo Sil,ada apa tumben ke sini?"tanya Kimora.


"gue mau ajak lo ngopi bentar boleh?"tanya Silvia.


Kimora mengangguk dan mengajak Silvia masuk ke mobil nya,mereka minum kopi di kedai biasa mereka nongkrong.


"ada apa Sil?"tanya Kimora.


"gue nggak usah basa basi,lo kapan mau ninggalin Alkha buat gue?"tanya Silvia to the poin.


"sorry Sil,gue nggak bisa nurutin permintaan lo"ucap Kimora.


"jadi lo mau persahabatan kita sampai di sini?"tanya Silvia.


Kimora terbelalak mendengar ucapan Silvia.


"kok lo gitu sih Sil?gue bakal turuti semua mau lo tapi tidak buat ninggalin Alkha,gue sama Alkha bukan lagi pacaran tapi kami udah suami istri,nggak akan semudah itu gue ninggalin Alkha"ucap Kimora.


"jika aja waktu itu gue nggak selamatin lo dari penculik itu lo juga nggak bakal jadi istri Alkha,gue nyesel tahu nggak selamatin lo waktu itu kalau gue tahu lo orang yang tak tahu terima kasih"ucap Silvia marah.


"gue minta maaf Sil"ucap Kimora pelan.


"minta maaf lo nggak bakal bisa gantiin nyawa gue yang hampir hilang waktu nyelamatin lo"geram Silvia.


Kimora menunduk dan menangis. "seandainya gue tinggalin Alkha apa lo yakin bisa bahagiain Alkha?"tanya Kimora.


"sebelum sama lo Alkha pernah bahagia di samping gue,lo punya orang tua yang menyayangi lo sementara gue nggak punya,lo punya sahabat yang juga menyayangi lo,gue cuma minta Alkha karena hanya dia yang gue punya saat ini,apa susah nya buat lo ketika lo tinggalin Alkha lo masih punya semua yang sayang sama lo,sementara gue nggak punya siapa siapa"ucap Silvia pelan


"tapi maaf gue nggak bisa nuruti permintaan lo buat ninggalin Alkha"ucap Kimora meneteskan air mata nya.


"oke kalau gitu mulai sekarang lo bukan sahabat gue lagi,lo orang yang tak tahu terima kasih,gue nyesel pernah kenal sama lo,kalau gue tahu lo kayak gini mending dulu gue biarin lo mati di tangan penculik itu"ucap Silvia marah dan meninggalkan Kimora yang menangis.


"Sil,Silvia"seru Kimora ketika Silvia berlalu.Silvia meninggalkan kedai itu dengan marah.