
Alkha yang sedang senang,memakai sepatu kado dari Kimora.
"wuih senyum senyum sendiri"ucap Rio
"lagi happy gue"ucap Alkha
Rio melihat Alkha dari ujung rambut hingga kaki "oh,gue tahu,dasar lebay lo"ucap Rio menoyor kepala Alkha
"tahu apaan lo?"tanya Alkha kesal
"pakai sepatu baru kan lo"tebak Rio
Alkha hanya tersenyum dan menaik turun kan alis nya.
"idih lo bisa lebay juga ya lo?"sewot Rio
"sepatu ini kado dari Ara tauk"ucap Alkha menyeringai sembari masih senyum senyum membuat Rio geleng geleng kepala.
"seorang Alkha yang biasa nya dingin ternyata bisa lebay juga"gumam Rio.
****
Brakkkk
Silvia bertabrakan dengan sorang wanita paruh baya.
"mbak kalau jalan hati hati dong"sewot wanita paruh baya itu yang ternyata adalah Lidya.
"eh ibuk ya yang jalan nggak lihat lihat"Silvia balas sewot
"jelas jelas kamu yang nabrak saya"ucap Lidya mendorong Silvia,Akhirnya mereka saling dorong.
Marcel yang berada tak jauh dari tempat kejadian langsung berlari untuk melerai.
"udah ma ,udah jangan ribut"ucap Marcel menarik tangan Lidya
"jadi orang yang sopan sama orang tua"ketus Lidya
Silvia tak menjawab,dia membenahi rambut nya yang acak acakan.
"tahu nggak buk ini perawatan nya mahal"kesal Silvia masih membenahi rambut nya.
Marcel yang hafal dengan suara Silvia langsung menoleh "Silvia"gumam Marcel yang hanya bisa di dengar nya sendiri.
Silvia yang masih marah menoleh ke arah Lidya "Marcel"gumam Silvia membulatkan mata nya.Akan tetapi dia langsung sadar kalau wanita paruh baya itu adalah istri Marcel,karena Marcel setengah memeluk Lidya.
"kamu kenal dia pa?"tanya Lidya yang melihat sedari tadi Marcel menatap Silvia.
Marcel menunduk kemudian menggeleng "enggak"jawab nya.
Silvia kembali membulatkan mata nya dan menatap Marcel tajam yang berlalu bersama istri nya.
"lucu nggak sih seorang Silvia Larasati yang sewaktu sekolah cowok cowok pada ngantri mau ajak kencan,sekarang dia adalah seorang simpanan,tapi nggak apa lah yang terpenting gue nggak kehilangan pohon uang gue"gumam nya lagi kemudian melangkah kan kaki nya pergi.
****
"kemana Ra?nganter makan siang buat Alkha?"tanya Lala teman kuliah Kimora dan juga teman kantor nya sekarang.
Kimora mengangguk "iya"jawab nya
"bukan nya di kantor suami lo ada catering untuk makan siang ya?"tanya Lala
"ada,catering sepupu gue ,tapi Alkha nggak mau,dia mau nya gue bawain dari rumah"jawab Kimora
"tapi kok nggak sekalian di bawa tadi dari rumah ,jadi lo nggak perlu repot repot ke sana"ucap Lala
Kimora tersenyum "ntar jadi nggak ketemu gue dong kalau di bawa sendiri,ntar gue kangen dong"ucap Kimora lebay
"ish,kalau gitu lo nya aja yang kerja di kantor Alkha kan bisa barengan terus"ucap Lala
"nggak ah gue masih betah kok kerja bareng lo,meskipun lo kadang ngeselin sih"ucap Kimora tersenyum kemudian menyeringai.
"sialan lo"ucap Lala tersenyum menatap Kimora yang berlalu.
****
"maaf sayang agak lama,tadi susah cari ojek nya"ucap Kimora
Alkha mengangguk kemudian memeluk istri nya "maaf ya yang kalau jadi ngerepotin kamu"ucap nya
"apaan sih,nggak ngerepotin kok kan udah tugas aku nurut apa mau kamu"jawab Kimora.Alkha kemudian mencium kening Kimora.
"besok jadi kan ke pantai?sekalian ke rumah nenek"tanya Kimora sambil menyuapin Alkha.
"iya"jawab Alkha mengangguk.
"udah ajak Rio?"tanya Kimora
Alkha mengangguk "dia rencana nya juga mau melamar Maya di sana sekalian minta restu nenek katanya"ucap Alkha.
Kimora terdiam kemudian menunduk "iya,semenjak ayah Maya kecelakaan dan meninggal saat cari ikan di laut,ibu nya jadi sering sakit sakitan dan kemudian meninggal,saat itu Maya masih kecil masih SD kelas 6,karena ayah hanya dua bersaudara ,Ayah sama ayah nya Maya,jadi ayah berinisiatif mengajak Maya untuk tinggal bareng kita,tapi nenek nggak ngebolehin katanya biar temenin nenek di sana,jadi nenek yang menjadi wali nya"Kimora bercerita tentang Maya
"sekarang nenek sendiri dong?,Maya kan sekarang tinggal di sini"tanya Alkha
Kimora mengangguk "karena kalau terus di sana sulit untuk mencari pekerjaan,paling jadi penjual ikan asin"jawab Kimora.
Alkha sudah selesai makan dan Kimora berpamitan untuk kembali ke kantor.
"aku anter aja ya"pinta Alkha.Kimora hanya mengangguk dan tersenyum.