KHILAF

KHILAF
KHILAF EP.62



Saat jam makan siang Alkha dan Kimora keluar untuk makan dan bertemu dengan Silvia yang juga sedang makan siang.


"eh Alkha makan di sini juga"sapa Silvia sembari tersenyum.


Alkha tak menghiraukan Silvia masih asyik menikmati makanan nya.


"gue boleh gabung nggak?soalnya meja nya udah pada penuh"tanya Silvia.


Kimora tersenyum "iya Sil boleh"jawab Kimora.


Alkha mendelik ke arah Kimora,sementara Silvia tersenyum kecewa karena dia berharap Alkha yang menjawab.


"nggak lo cari tempat lain aja"ucap Alkha sinis.


"Alkha"ucap Kimora menggenggam tangan Alkha menatap nya dan mengangguk kecil.Alkha hanya bisa mengalah.


"duduk Sil!"ucap Kimora.


Silvia menurut dan duduk gabung bersama Alkha dan Kimora.


"kalian udah nikah lama emang nggak pengen punya momongan?"tanya Silvia mulai rese.


"kepengen sih tapi Tuhan belum kasih kepercayaan ke kita"ucap Kimora menggenggam tangan Alkha yang sudah kelihatan mulai kesal.


"tapi lo pasti sangat kepengen kan Kha?"tanya Silvia ke Alkha.


"kalau lo nggak bisa diam mending pergi aja lo!"bentak Alkha membuat Silvia langsung mingkem.


"bukan hanya Alkha,gue juga sangat kepengen punya anak tapi kita yakin kok pasti kita punya entah kapan itu,kita terus berusaha"jawab Kimora tersenyum.


"lo jangan egois lah Ra,lo juga harus mikirin Alkha dia udah kepengen banget punya anak sementara lo nggak bisa kasih dia keturunan,lo harus relain Alkha dengan orang lain yang bisa ngasih Alkha keturunan"ucap Silvia yang membuat Alkha bener bener marah.


Brakkkk


Alkha menggebrak meja dan berdiri.


"Kha"ucap Kimora kaget kemudian menahan tangan Alkha karena nggak mau Alkha marah dan menyakiti Silvia.


"lo pikir lo bisa pisahin gue ama Kimora?"tanya Alkha tersenyum sinis.


"terus apa yang lo harapin dari wanita yang nggak bisa kasih lo keturunan?"tanya Silvia menghina.


"ada atau tanpa anak cinta gue ke Kimora nggak akan pernah berubah,gue justru kasihan ama lo karena lo nggak akan pernah ada orang yang mau mencintai lo tapi mereka hanya mau nidurin lo"ucap Alkha sambil tersenyum sinis membuat Silvia marah.


Alkha merasa menang karena bisa membuat Silvia terdiam dan hanya bisa menahan amarah kemudian menarik tangan istri nya meninggalkan Silvia.


Di mobil dalam perjalanan kembali ke kantor Kimora hanya terdiam.


"kamu kenapa?"tanya Alkha pelan.


"nggak apa apa"jawab Kimora tersenyum.


"nggak usah mikirin omongan Silvia,dia cuma iri lihat orang lebih beruntung dari dia,jadi dia mau hancurin kebahagiaan kita,dengan cara membuat kamu merasa bersalah"ucap Alkha meraih tangan Kimora.


Kimora tersenyum dan hanya mengangguk.


"lagian kamu kenapa sih masih aja baik ke Silvia,pasahal udah jelas dia pasti bakal rese"ucap Alkha manyun.


Alkha menatap istri nya dengan bangga dan tersenyum.


"kamu tahu nggak?kamu adalah bukti dari baik nya Tuhan pada aku,aku bangga banget jadi suami kamu"ucap Alkha tersenyum membuat Kimora tersipu.


"apaan sih"ucap Kimora malu malu.


"aku bener bener nggak salah jatuh cinta ke kamu,karena jarang ada orang seperti kamu,udah di jahatin tapi masih mau memaafkan bahkan masih mikirin perasaan orang yang udah jahatin kamu,bener bener bikin aku semakin cinta sama kamu"ucap Alkha.


"karena aku selalu yakin setiap kebaikan pasti akan kembali ke kita dengan kebaikan pula meskipun kebaikan itu nggak selamanya kembali dari orang yang pernah kita baikin"ucap Kimora tersenyum.


Alkha tersenyum kemudian menarik tangan istri nya dan mencium nya.Kimora tersenyum menatap suami nya.


****


"sayang katanya mau ke rumah ayah kok malah tidur sih?"tanya Alkha ketika selesai mandi melihat istri nya tidur.


Kimora nggak bergeming.


"Ra..Ara"ucap Alkha membangunkan Kimora.


Kimora membuka mata nya pelan.


"katanya mau ke rumah ayah,jadi nggak ?"tanya Alkha.


Kimora mengangguk pelan tapi masih males malesan buat bangun.


"buruan bangun kalau nggak..aku bakal.."ucap Alkha tersenyum.


Kimora langsung bangun dan berdiri tapi ketika berdiri dia merasa pusing.


"argh"ucap Kimora kembali terduduk dan memegangi kepala nya.


"kamu kenapa yang?"tanya Alkha panik merangkul Kimora.


"nggak tahu tiba tiba pusing"jawab Kimora masih memegangi kepala nya.


"kamu sakit?"tanya Alkha.


"nggak sayang,cuma emang beberapa hari ini sering pusing,mungkin masuk angin aja kali"ucap Kimora.


"kalau gitu kita ke dokter ya?"tanya Alkha masih panik.


Kimora menggeleng "nggak usah yang habis ini juga udah nggak apa apa"jawab Kimora.


Alkha mengangguk dan menuntun istri nya ke kamar mandi.


"Alkha ahh nakal"ucap Kimora merajuk.


"nakal gimana?aku kan cuma mau bantuin mandi doang"ucap Alkha tersenyum.


"Alkha,kapan selesai mandi nya kalau kamu nakal terus kita harus segera ke rumah ayah"sewot Kimora.


"iya iya maaf"ucap Alkha semakin melebarkan senyum nya.