
Alkha pulang lebih awal dia melihat istri nya yang lagi sibuk di dapur tiba tiba dia memeluk istri nya dari belakang.
"kamu udah pulang sayang?"tanya Kimora yang sedikit terkejut.
Alkha hanya menganggukkan kepala dan mencium pundak istri nya.
"bersih bersih dulu sana aku siapin makan buat kamu"ucap Kimora.
"tadi aku ketemu Silvia"ucap Alkha tanpa melepas pelukan nya.
"terus kamu marah ke dia?"tanya Kimora.
"iya lah karena dia kita kehilangan anak kita"ucap Alkha pelan.
"kamu kecewa?"tanya Kimora.
Alkha mengangguk pelan "karena kita kan sudah lama menantikan nya,tapi ya sudahlah semua sudah kelewat juga"ucap Alkha.
Kimora berbalik badan "maafin aku ya Kha yang belum bisa jadi istri yang membanggakan buat kamu"ucap Kimora menundukkan kepala nya.
"kamu ngomong apa sih?nggak usah punya pikiran yang aneh aneh,apapun yang terjadi,ada atau tanpa anak pun aku akan tetap mencintai kamu sayang"ucap Alkha mencium kening istri nya.
"tapi kan sebuah keluarga nggak sempurna jika nggak ada anak di dalam nya"ucap Kimora sedih.
"kita terus berdoa san berusaha ya yang,Tuhan pasti akan jawab doa kita"ucap Alkha memluk Kimora.
Kimora merasa sangat sedih bukan hanya karena kehilangan calon anak nya tapi juga karena dia susah untuk hamil lagi.
****
"May,enam bulan lagi kita kan mau nikah,aku boleh minta satu hal nggak sama kamu?"tanya Rio.
Maya mengangguk "boleh,apa?"tanya Maya.
"meskipun aku nggak pernah mau mengakui Silvia sebagai saudara tapi kamu tahu aku tidak pernah membenci nya,aku mohon ke kamu,kamu juga jangan membenci nya karena perilaku nya kepada Kimora kemarin ya?"mohon Rio menatap Maya.
Maya menunduk tak menjawab.Dia masih marah kepada Silvia karena sudah mendorong sepupu nya yang mengakibatkan Kimora kehilangan calon anak nya.
"kamu dulu pernah bilang,bagaimana pun perilaku Silvia dia tetap adik aku,jadi please ya May?"tanya Rio lagi.
Maya masih belum menjawab kemudian dia menghela nafas dan mengangguk.
"iya,meskipun aku masih sedikit marah tapi aku akan berusaha untuk tidak membenci nya"ucap Maya yang membuat Rio mengembangkan bibir nya.
"makasih ya May?"ucap Rio meraih tangan Maya.
Maya tersenyum dan mengangguk.
Maya menggeleng pelan.
"kata dokter Kimora akan susah untuk hamil lagi"ucap Maya sedih.
"Alkha juga masih terlihat sedih kalau lagi sendiri di kantor"ucap Rio.
"pastilah,mereka pasti sangat terpukul, dua tahun lebih mereka menikah dan hampir di kasih keturunan tapi harus kehilangan calon anak nya tanpa tahu seperti apa wujud dan rupa anak nya,bahkan sekarang mereka harus di hadapkan lagi dengan ujian karena Kimora yang akan sulit untuk hamil lagi"ucap Maya sedih bahkan hampir meneteskan air mata.
Rio hanya mengangguk mengerti perasaan calon istri nya dan menggenggam tangan Maya untuk menenangkan nya.
"aku bahkan nggak bisa bayangin betapa hancurnya Kimora saat ini,tapi yang aku salut dia masih bisa tersenyum dan bahkan memaafkan Silvia"jelas Maya.
"jujur aku juga salut kepada Kimora yang mampu mengubah sebuah batu es menjadi orang yang begitu hangat sekarang,dulu Alkha adalah orang yang sangat dingin bahkan sampai sekarang pun sebutan itu masih melekat pada diri nya,tapi setelah menikah dengan Kimora dia menjadi lelaki yang lembut,hangat terlihat jelas dengan sikap nya yang manja ke Kimora,padahal dulu sewaktu sama Silvia nggak seperti itu"jelas Rio panjang lebar.
"semoga mereka bisa melewati ujian ini,dan masih akan tetap saling mencintai dan menyayangi apapun yang terjadi"ucap Maya mendoakan untuk sepupu nya.
"Aamiin" timpal Rio.
"Silvia kan adik kamu,kenapa kamu malah dukung hubungan Alkha dan Kimora?"tanya Maya penasaraan.
"Alkha sahabat aku dari SMA,aku tahu betul betapa terluka nya Alkha ketika Silvia ninggalin dia dan menikah dengan sahabat kami,tapi setelah dia ketemu Kimora aku juga tahu seberapa besar cinta nya untuk Kimora bahkan melebihi cinta nya ke Silvia,meskipun Silvia adik aku tapi Alkha juga sahabat aku kita melewati masalah bersama sama,aku juga mau Alkha bahagia dengan pilihan nya sendiri dan kebahagiaan Alkha adalah Kimora bukan Silvia"jawab Rio yang membuat Maya tertegun.
****
Silvia melihat Arya bersenang senang bersama wanita lain di kantor nya.
"Sil,bawain minuman untuk pacar saya ke ruangan saya"ucap Arya memerintah Silvia.
"pacar bapak?terus bapak anggap saya apaan pak?"tanya Silvia sedikit marah.
"kamu juga pacar saya"jawab Arya santai.
"bapak keterlaluan ya!"ucap Silvia sedikit marah.
"kamu mau marah?kamu sudah nggak mau beli barang barang mewah lagi?lagian suka suka saya dong mau macarin siapapun kamu nggak berhak untuk marah karena kamu juga hanya salah satu mainan saya"tanya Arya marah.
"jadi bapak jadikan saya cuma sebagai mainan?"tanya Silvia mulai marah.
"emang nya kamu pikir saya serius sama kamu?jangan konyol deh kamu juga jadikan saya hanya sebagai sumber uang kamu kan,buat menuhin gaya hidup kamu yang hedonis itu?jadi kita tuh sama,sama sama saling menguntungkan"ucap Arya tertawa kemudian masuk kembali ke ruangan nya.
"brengsek lo Arya"gumam Silvia marah.
"tapi gue harus sabar dia kan ATM gue jadi gue harus sabar dan bertahan kalau gue nggak mau hidup susah lagi"gumam Silvia menenangkan diri nya sendiri.