
Alkha dan Kimora pergi untuk berlibur bersama Maya dan Rio yang bulan madu.Mereka berempat terlihat sangat bahagia.Sementara di sisi lain Silvia sedang ribut hebat dengan Arya karena Arya ganti pacar lagi.
"kan sudah aku bilang kamu hanya simpanan aku jadi kamu nggak berhak ikut campur urusan pribadi aku,yang terpenting biaya hidup kamu sudah aku penuhi"ucapan Arya yang masih sangat jelas terngiang ngiang di telinga Silvia.
"gue juga butuh orang yang bisa lindungi gue,sayangi gue,gue juga mau bahagia hidup dalam ikatan pernikahan"ucap Silvia yang mulai menangis.
Silvia teringat Alkha dan Kimora serta Maya dan Rio yang bahagia dalam ikatan pernikahan mereka.
"gue juga pengen kayak mereka"gumam Silvia meneteskan air mata nya.
****
Seminggu sudah Alkha dan Kimora liburan mereka pulang ke rumah orang tua mereka untuk memberikan oleh oleh.
"gimana honey moon nya?"tanya Elsa.
"liburan ma bukan honey moon,kalau honey moon mah tiap hari di rumah juga honey moon"jawab Alkha tersenyum dan menyenggol lengan istri nya,membuat Kimora malu.
"ya udah deh,gimana liburan nya menyenangkan?"tanya Elsa kembali.
Kimora mengangguk "iya ma,yang bikin sangat menyenangkan karena Alkha punya waktu lebih liburan sama Kimora"jawab Kimora.
"jangankan cuma waktu hidup ku aja aku kasih ke kamu"ucap Alkha memeluk istri nya.
"wah kayak nya habis ini cucu ibuk launching nih"ucap Lina tersenyum dan membuat semua nya tertawa.
Ke esokan pagi nya Kimora mulai mual ketika bangun tidur.Dia berlari ke kamar mandi.
"aku kenapa sih udah seminggu kok masih aja pusing dan mual"gumam Kimora membasuh muka nya.
"yang kenapa?"tanya Alkha di depan pintu kamar mandi.
"nggak apa apa sayang cuma mual"jawab Kimora.
"udah seminggu lebih kok masih mual aja jangan jangan..."Alkha tersenyum penuh arti.
"jangan jangan apa?"tanya Kimora berjalan ke tempat tidur dan di ikuti oleh Alkha.
"jangan jangan kamu hamil yang?"ucap Alkh tersenyum.
Kimora menatap suami nya yang masih tersenyum senang,kemudian menunduk dengan sedih.
"kamu beneran kepengen banget punya anak Kha?"tanya Kimora masih menunduk.
Alkha mengangguk "kamu nggak pengen?"tanya Alkha mendongakkan kepala Kimora.
Kimora menatap suami nya dengan sedih "pengen tapi aku nggak mau berharap lebih,takut nya itu semua hanya ilusi kita"jawab Kimora.
Alkha menarik istri nya ke dalam pelukan nya dan mencium pncak kepala Kimora.
"jangan sedih ah"ucap Alkha menenangkan istri nya.
Alkha paham betul kalau Kimora masih sangat terpukul karena kehilangan calon anak nya waktu itu.Padahal waktu itu mereka bahagia banget dan sangat berharap,tapi Tuhan berkata lain.
"kamu mau berangkat kantor?"tanya Kimora.
Alkha malah menatap Kimora dengan tatapan aneh.
"kamu kok malah natap aku dengan tatapan aneh sih?"dumel Kimora.
Alkha mencubit kedua pipi Kimora. "ini kan hari minggu sayang"jawab Alkha yang membuat Kimora nyengir.
"ya udah kalau gitu aku bikin sarapan dulu"ucap Kimora beranjak dari tempat tidur tapi Alkha menarik tangan Kimora sehingga Kimora terjatuh di atas kasur.
Kimora menatap suami nya yang sudah mulai nakal.
****
Kimora yang merasa aneh dengan tubuh nya sendiri mencoba melakukan test urine di rumah ketika Alkha Alkha pergi bekerja.
Kimora mondar mandir menunggu hasil test nya dia nggak sabar dan penasaran.
titt tiitttt
Alarm nya berbunyi Kimora langsung melihat hasil test nya.Dia memejamkan mata nya berharap hasil yang baik.Ketika dia membuka mata mengembanglah senyum di bibir nya.
Terlihat jelas dua garis merah di test pack itu.
"positif"gumam Kimora meneteskan air mata nya seolah tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
Kimora mengelus perut nya dan masih mengembang senyuman di bibir nya di sertai tetesan air mata nya.
"aku hamil"ucap nya.
Kimora yang sangat bahagia,menunggu Alkha pulang dari kantor dengan tidak sabar.Dia mondar mandir dan sesekali melihat ponsel nya.Begitu terdengar suara mobil Alkha,Kimora tersenyum bahagia.Kimora berlari kecil dan langsung memeluk suami nya.
"eh,kamu kenapa kok kayak seneng banget gitu?"tanya Alkha yang kaget Kimora tiba tiba memeluk nya.
"ayo makan dulu,aku punya kabar gembira buat kamu"ucap Kimora menarik tangan Alkha ke meja makan.
Selesai makan Alkha menuju kamar untuk bersih bersih.Sementara Kimora yang selesai mencuci piring langsung menunggu Alkha di tas kasur dengan tidak sabar.
"kamu kok senyum senyum sendiri dari tadi yang?"tanya Alkha sambil duduk di depan Kimora.
Kimora tersenyum kemudian menunjukan test pack hasil urine nya.
"taraaa,kamu mau jadi ayah Kha"ucap Kimora yang membuat Alkha terkejut.
"beneran?"tanya Alkha gugup.
Kimora mengangguk sembari tersenyum kemudian Alkha menundukkan kepala nya.
"kamu kenapa yang?kamu nggak senang?kamu nggak mau anak ini?"tanya Kimora kesal kemudian berdiri Alkha menahan tangan Kimora.
"bukan gitu yang,aku seneng kok tapi kan kita nggak boleh berharap terlalu jauh,takut nya ini semua hanya ilusi kita yang sudah kepengen banget punya anak"jawab Alkha.
"tapi ini beneran test urine aku,aku udah 2 bulan nggak haid,sering pusing dan mual juga makanya aku test sendiri"ucap Kimora.
"kita ke rumah sakit buat mastiin ya!"ajak Alkha.
Alkha mondar mandir juga nggak sabar nunggu hasil cek darah Kimora.Sementara Kimora hanya terduduk juga dengan gelisah.
"gimana dok?"tanya Alkha ketika dokter kembali ke ruangan nya.
Dokter menatap nanar ke arah Alkha dan Kimora membuat Alkha sedikit kecewa dan menundukkan kepala, tapi kemudian dokter itu tersenyum.
"selamat pak Alkhano,bu Kimora anda akan menjadi orang tua,ibu Kimora positif hamil"ucap dokter itu.
Alkha dan Kimora saling berpandangan "serius dok?"tanya Alkha.
"iya,usia kandungan nya udah memasuki 12 minggu,ini adalah sebuah mukjizat mengingat bu Kimora yang di vonis akan sulit hamil akibat benturan yang keras beberapa waktu lalu"ucap dokter.
Alkha memeluk Kimora dan mencium kening nya "kita akan punya anak"ucap Alkha sementara Kimora tak bisa berkata hanya menangis bahagia.