
Kimora pergi ke kantor untuk mengajukan surat pengunduran diri.
"kenapa harus resign sih Ra?"tanya Lidya.
"iya bos saya mau menenangkan diri dulu"jawab Kimora.
Lidya menghela nafas "ya udah ini saya terima tapi kapanpun kamu mau balik kerja,perusahaan saya selalu terbuka"ucap Lidya.
"makasih bos"ucap Kimora menyalami Lidya.
Kemudian Kimora berpamitan pada Lala. "Ra gue bakal kangen banget sama lo"ucap Lala memeluk Kimora.
"kalau kangen lo ke tempat nenek gue aja,ajak Farel sekalian,tempat nya enak romantis lagi"ucap Kimora tersenyum.Kemudian mereka kembali berpelukan.
Sementara di kantor Alkha masih dengan emosi yang tak terkontrol.Dia baru saja marah ke karyawan nya yang kerja nya lambat.
"lo kenapa bro?"tanya Rio.
Alkha tak menjawab dia membaringkan tubuh nya di sofa.
"hari ini Kimora resign dari kantor"ucap Rio.Alkha kaget tapi kemudian dia bersikap cuek.
"bukan urusan gue"ucap Alkha.
"lo jangan kayak gini dong Kha,biar bagaimana pun dia masih istri lo"ucap Rio.
"dia bukan istri gue lagi ketika dia memutuskan pergi dari rumah semalam"ucap Alkha.
"lo nalak dia?"tanya Rio.
"dia sendiri yang mau"ucap Alkha dingin.
"lo tahu alasan dia ninggalin lo kemarin?"tanya Rio yang mulai kesal karena Alkha terkesan cuek dengan masalah rumah tangga nya.
"alasan nya udah jelas dia tidak mencintai gue lagi"ucap Alkha ketus.
"lo salah,dia ninggalin lo karena di paksa Silvia"ucap Rio.
"kenapa nyalahin Silvia?kalau dia emang cinta sama gue,di paksa siapapun dia nggak bakal ninggalin gue"ucap Alkha sinis.
Rio tak menjawab karena dia tahu Alkha lagi marah jadi Alkha tak mau terima nasehat apapun.
****
Pulang kerja Maya datang ke kantor Alkha untuk menemui Alkha.
"Kha"panggil Maya ketika Alkha berjalan ke parkiran.
"Rio udah pulang dari tadi"ucap Alkha.
"gue nggak cari Rio,gue mau ngomong sama lo"ucap Maya.
"ngomong masalah Kimora?"tanya Alkha.
Maya mengangguk.
"sorry May gue nggak ada waktu"ucap Alkha menyeringai.
"tapi lo harus tahu alasan Kimora pergi"ucap Maya.
Maya kaget Alkha tahu tentang Silvia.
"lo udah tahu kalau Silvia yang maksa Kimora buat pergi?"tanya Maya.
"kalau dia beneran cinta sama gue di paksa siapapun dia nggak bakal mau ninggalin gue"ucap Alkha kesal.
"Kimora juga sudah nolak Kha,tapi dia terus di kejar rasa bersalah ke Silvia"ucap Maya.
Tapi Alkha tak menjawab malah beranjak,Maya menahan tangan Alkha.
"sewaktu kecil Kimora pernah hampir di culik dan Silvia yang nyelamatin Kimora waktu itu,ketika Silvia berusaha melarikan diri dia tertabrak motor dan koma,di saat itu Kimora berucap bakal nuruti permintaan Silvia apapun itu,setelah dewasa Silvia menagih janji Kimora itu dan yang Silvia mau adalah Kimora ninggalin lo"jelas Maya.
"tapi kenapa Kimora nggak pernah bilang ke gue?"tanya Alkha.
Maya menggelengkan kepala nya.
"kemarin dia pulang dia pengin lawan Silvia dan kembali ke lo tapi mungkin memang benar kalian di takdirkan untuk tidak bersama"ucap Maya meninggalkan Alkha yang bingung dengan semua nya.
Alkha pulang ke rumah dia merasa pusing kemudian membaringkan tubuh nya di atas kasur ketika dia mengambil bantal dia menemukan selembar kertas dia mengambil dan membaca nya.Betapa terkejut nya dia ternyata kertas itu adalah kertas hasil cek darah Kimora yang menyatakan kalau Kimora hamil.
"Kimora hamil,dan usia kandungan nya memasuki 10 minggu,jadi aku mau jadi bapak"gumam Alkha menangis terharu.
Dia mandi kemudian pergi ke rumah mertua nya untuk menjemput istri nya.
"ada apa Kha? kamu mau ngantar surat gugatan ke Kimora?"tanya Lina sinis.
Alkha kaget mendengar pertanyaan Lina.
"nggak bu,Alkha ke sini mau jemput Kimora"ucap Alkha.
"Kimora sudah pergi jauh dia sudah akan menemukan kebahagiaan nya"ucap Lina ketus.
Darwis meraih tangan Lina menenangkan istri nya.
"Kimora pergi kemana bu?"tanya Alkha.
Lina tak menjawab.
"Kimora kemana yah?"tanya Alkha ke Darwis.
"Kimora sudah pergi ke tempat yang bisa membuat dia bahagia"ucap Darwis.
"kami mohon ke kamu lepaskan Kimora supaya Kimora juga bisa bahagia dengan orang lain yang lebih bisa membahagiakan dia"ucap Lina.
"nggak bu,Alkha masih mencintai Kimora,Alkha nggak akan lepasin Kimora,apalagi membiarkan anak Alkha di urus sama orang lain"ucap Alkha yang membuat Darwis dan Lina terbelalak mendengar ucapan Alkha.
"maksud kamu?"tanya Darwis.
"Kimora hamil yah,bu"ucap Alkha memberikan kertas hasil cek darah Kimora.
Darwis dan Lina membaca hasil itu kemudian meneteskan air mata nya.
"aku mau jadi nenek yah"ucap Lina tak kuasa membendung air mata nya.
"aku juga mau jadi kakek"ucap Darwis kemudian mereka berpelukan dengan haru,begitu pun Alkha yang tak kuasa membendung air mata nya.