
"aku berangkat dulu ya yang?!"pamit Alkha.
Kimora mengangguk dan mengantar Alkha ke depan.
"papa kerja dulu ya sayang"ucap Alkha mencium perut istri nya yang sudah mulai membesar.
"iya papa hati hati ya"ucap Kimora tersenyum.
Sementara di tempat lain Silvia ternyata juga hamil anak nya Arya merasa sedih karena Arya tidak mau bertanggung jawab malah menyuruh Silvia buat aborsi.
"ini anak kamu pak Arya"ucap Silvia menangis karena nggak mau di paksa aborsi tapi Arya bersikeras supaya Silvia menggugurkan anak nya.
"kalau kamu nggak mau,mulai sekarang kita putus dan biaya hidup kamu aku stop"ucap Arya meninggalkan Silvia.
"kamu iblis Arya,kamu tega sama darah daging mu sendiri!"teriak Silvia frustasi tapi Arya berlalu begitu saja.
"dasar brengsek!"ucap Silvia menangis.
Ketika Silvia sudah mulai frustasi dan kembali mencoba buat bunuh diri dia di tolong oleh Hans dan Rio yang kebetulan lewat mau ke kantor.
"lo apa apaan sih Sil?"bentak Rio.
"Rio"gumam Hans yang juga sedang menolong Silvia.
Rio menoleh, "Hans" gumam Rio.
"lo kenapa Sil?"tanya Hans yang kaget melihat Silvia.
Silvia tak menjawab malah menangis sejadi nya dan kemudian pingsan.Rio yang khawatir langsung membawa Silvia ke rumah sakit,di ikuti oleh Hans.
Setelah kejadian itu Silvia dan Hans mulai dekat kembali.Lebih lebih Hans dan Silvia masih sama sama sendiri setelah mereka cerai.
"Sil,lo mau nggak rujuk ama gue?"tanya Hans.
"maaf Hans lo tahu ndiri gue sekarang lagi hamil anak orang lain"ucap Silvia.
"terus kenapa?gue mau kok nrima anak itu dan akan nganggep anak itu seperti anak gue sendiri"ucap Hans yang juga merasa bersalah karena dia selingkuh dulu Silvia jadi seperti sekarang.
Silvia tak menjawab hanya tertunduk.
"apa karena gue sekarang cuma karyawan biasa?jadi lo nggak mau rujuk ama gue?"tanya Hans pelan.
Silvia menatap Hans yang terlihat kecewa kemudian meraih tangan Hans.
"apa lo beneran mau nerima anak ini?"tanya Silvia.
"iya,gue mau" jawab Hans.
"meskipun ini bukan anak lo tapi lo mau nganggep dia sebagai anak lo sendiri?"tanya Silvia lagi.
"iya,gue bakal sayang ama anak itu seperti anak gue sendiri"jawab Hans memegang tangan Silvia.
Silvia tersenyum kemudian menganggukan kepala nya, "iya gue mau rujuk sama lo"jawab Silvia yang membuat Hans mengembangkan bibir nya.
"serius?meskipun gue hanya karyawan biasa?"tanya Hans tak percaya.
Silvia mengangguk dan tersenyum kemudian Hans memeluk Silvia.
"gue janji gue bakal tebus kesalahan gue dulu,gue bakal bahagiain lo Sil"ucap Hans.
Silvia akhir nya kembali rujuk sama Hans,karena sesungguhnya dia juga butuh kasih sayang yang tulus dari seorang pria.
"sekarang aku gampang banget capek"gumam Kimora yang merasa kelelahan setelah memasak.
Kandungan Kimora sudah mulai memasuki usia 7 bulan,orang tua dan mertua nya menyiapkan acara pengajian buat syukuran 7 bulanan yang akan di adakan lusa di rumah Alkha dan Kimora.
"Din,lusa kalau kamu ada waktu,kamu datang ke rumah aku ya?!"tanya Dinda.
"da..tang ke ru..mah kamu Kha?"tanya Dinda gugup.
"iya,aku mau adain pengajian syukuran 7 bulanan istri aku"jawab Alkha.
"istri kamu?"tanya Dinda kaget.
Alkha mengangguk "iya,nih alamat nya" ucap Alkha menyodorkan kertas alamat ke Dinda.
"ternyata Alkha udah punya istri,tapi kenapa dia baik banget ya ke aku"ucap Dinda dalam hati.
"woi,malah ngalamun"seru Alkha mengagetkan Dinda.
"eh,,iya aku pasti datang kok"jawab Dinda.
"ya udah kita kan udah selesai bahas kerjaan nya aku mau balik kantor"ucap Alkha.
"nggak mau makan siang dulu Kha?"tanya Dinda.
"tadi istri aku udah bawain bekal kok buat aku"jawab Alkha berdiri dan meninggalkan kafe itu.Dinda menatap Alkha dengan kagum.
Dri awal ketemu Alkha,Dinda memang memiliki perasaan khusus buat Alkha.
*flashback*
Siang itu Dinda ketemu Alkha untuk pertama kali nya mereka mau meeting,Dinda yang sudah dengar rumor tentang Alkha menjadi penasaran kepada Alkha.
"bu Dinda ya?"tanya Alkha.
Dinda menoleh ke arah Alkha dan terpesona dengan ketampanan Alkha.
"i..ya,anda pak Alkhano?"tanya Dinda gugup.
Alkha tersenyum begitu manis sehingga membuat Dinda nggak mau berhenti memandang nya.Dinda yang kebetulan waktu itu adalah janda kembang mulai menaruh hati kepada Alkha pada pandangan pertama.
Dinda adalah juga wakil dari perusahaan yang bekerja sama dengan Alkha,mereka mulai mengobrol tentang kerjaan tapi Dinda tak henti nya mencuri pandang ke Alkha.
"meskipun terlihat dingin tapi tak membuat orang bosan memandang nya,masih muda sudah sesukses ini,tampan lagi,pasti bahagia banget bisa dekat dengan dia"ucap Dinda dalam hati menatap Alkha dengan kagum.
"oke pak Alkha semoga kerja sama kita ini berjalan dengan lancar"ucap Dinda menyalami Alkha sebagai tanda setuju dalam kerja sama.
"iya bu,senang kerja sama dengan anda,dan sampaikan salam saya ke Direktur ibu,pak Hadi"ucap Alkha.
"iya pak,ke depan nya kita akan sering ketemu pak Alkha kalau bisa jangan panggil saya ibu,panggil Dinda aja"ucap Dinda mencoba mencairkan suasana.
"oh gitu,kalau gitu jangan panggil saya pak ,panggil Alkha saja kita kayak nya juga seumuran"ucap Alkha juga.
Setelah pertemuan itu mereka menjadi semakin dekat,bahkan Dinda juga sering curhat ke Alkha tentang mantan suami nya.Karena begitu kagum dengan Alkha,Dinda nggak pernah nanya tentang status Alkha.
*flashback end*
"seperti apa sih wanita yang bisa dapatin pria seperti Alkha,dia pasti beruntung banget"gumam Dinda masih menatap Alkha yang mulai menjauh.