
Tante tracy memperhatikan sekelilingnya. Samar samar dari ujung ia melihat 2 titik merah sedang diam terpaku. Samar samar ia mendengar bisikan dari hantu ika
"tracy cepat pergi dari sini, dia itu jahat, biar aku yang melawannya".
Tante tracy berdiri dengan pelan. Ia mundur dan berusaha keluar dari tempat ini. Namun entah mengapa kedua kakinya menjadi lumpuh seketika. Ia sangat sulit bergerak. Hantu ika yang melihat hal tersebut berusaha melindungi tante tracy.
"tracy tetap berdiri di belakangku".
Hantu kecil ika bersiap siap menyerang titik titik misterius tersebut. Kedua titik tersebut semakin mendekat. lama kelamaan kedua titik tersebut semakin terlihat jelas. Dan ternyata kedua titik tersebut bukanlah titik titik biasa melainkan sepasang bola mata berwarna merah yang sedang bergerak menuju mereka
"ahhhh"
Tante tracy benar benar ketakutan melihat sepasang mata berwarna merah melayang layang di udara. Samar samar terdengar suara orang berbicara
"jangan takut nyonya, ikutlah denganku".
Tidak lama kemudian tante tracy merasa ada yang menariknya. Tubuh tante tracy tiba tiba tiba terasa sangat ringan dan dalam sekejap Tante tracy menghilang dari hadapan ika. Sebenarnya hantu ika sudah berusaha untuk menahan tante tracy namun kekuatan dari hantu tersebut lebih kuat dan tentu saja sangat tidak sebanding dengan kekuatan ika.
"tracyyyyy".
Hantu ika berteriak memanggil nama tante tracy.
Tubuh tante tracy terus terbang melayang entah kemana. Tante tracy merasa tubuhnya sangat lemas sehingga ia pada akhirnya hanya pasrah ketika tubuhnya di bawa pergi entah kemana. Sementara itu hantu kecil ika mulai mencari bantuan. Ia segera berlari keluar mencari bantuan. Beruntung pada saat itu tuan vries masih dalam keadaan terjaga dan belum tidur.
"vries tolong ".
"ika , mengapa tiba tiba kamu kemari ? apa yang sedang terjadi ?".
Hantu kecil ika terlihat mulai menangis
"tolong tracy vries , tracy dalam bahaya ". "maksudmu ?". "setan botak tua itu menculik tracy". "apa".
Seakan akan sudah mengetahui apa yang terjadi tuan vries segera bergegas menuju lemari pakaiannya . Ia mengecek sesuatu dan ternyata benar dugaannya.
"astaga pasti tracy mengambil benda itu"
Dengan segera tuan vries berlari untuk menolong tante tracy. Tuan vries segera menuju kamar pakde darto untuk meminta bantuan
"darto ambil senjatamu , ikut denganku sekarang".
Pakde Darto terlihat kebingungan melihat tuan vries
"ada apa tuan, tiba tiba menyuruhku mengambil senjataku". "kita tidak punya banyak waktu lagi darto , si tua Bangka itu sudah kembali ".
Pakde darto terkejut mendengar hal tersebut.
"ternyata apa yang saya takutkan selama ini, hari terjadi juga tuan".
Tuan vries bersama pakde darto dengan segera buru buru menuju hutan di dekat danau. Sementara itu para pelayan pria lainnya di suruh untuk berjaga jaga malam itu juga. Bude marni sendiri malam itu berjaga di kamar olivia. Bude marni sendiri di bekali sebuah jimat. Sementara itu terlihat 2 orang pelayan pria sedang menjaga di depan pintu kamar olivia. Seluruh penghuni rumah dan para pelayan wanita serta anak anak mereka di larang keluar rumah sampai pagi. Hanya para pelayan pria saja yang di perbolehkan keluar untuk berjaga jaga di sekitar rumah dan perkebunan. Langit malam itu kembali terlihat mendung pertanda akan turun hujan deras. Tuan vries dan pakde darto terus berlari. Mereka takut apabila mereka terlambat sedikit saja maka tubuh tante tracy tidak akan bisa kembali ke alam mereka