
Olivia mengakhiri ceritanya. tetes demi tetes butiran air mata turun dari sepasang matanya. Mas ardi turut bersedih. Ia merasa tidak enak karena telah membuat olivia menceritakan kembali kisah masa lalunya dan membuatnya bersedih.
"olivia maafkan mas ya , mas menjadi tidak enak , gara gara mas dek olivia kembali mengingat masa masa kelam tersebut".
Olivia menghapus air matanya
"tidak apa apa mas ardi, oh iya mas ardi ada yang ingin aku tanyakan kepada mas ardi". "apa itu dek ?". "heem kira kira mas ikbal itu sudah punya pacar belum ?".
Wajah mas ardi langsung pucat dan sedikit kecewa begitu mendengar pertanyaan dari olivia
"wah mas juga kurang tau dek , soalnya mas juga baru mengenal dek ikbal". "oh seperti itu ya ". "kalau dek olivia mau lebih tau tentang ikbal , dek olivia tanya saja sama om kuswan". "oke mas".
Olivia langsung mengeluarkan sebuah sisik
"mas ardi ini aku berikan sisik ku ini kepada mas, mas bisa menggunakannya apabila mas dalam keadaan terdesak". "terima kasih dek olivia".
Sebelum kembali ke kamarnya olivia masih sempat mengatakan sesuatu kepada mas ardi
"mas ardi seandainya terjadi apa apa dengan kita nanti , mas jangan pedulikan aku , tinggalkan aku ya mas , mas harus menyelamatkan diri mas".
Walaupun tidak mengerti dengan maksud dari olivia namun mas ardi tetap mengiyakan permohonan dari olivia
Sementara itu di rumah sakit keadaan lyra sudah mulai membaik. Walaupun kini dia menjadi lebih pendiam. Seperti hari ini ketika mamanya mencoba mengajaknya mengobrol, lyra hanya mengangguk, mengatakan iya dan tidak saja. Awalnya mamanya menjadi agak khawatir tetapi para dokter mengatakan bahwa lyra menjadi seperti itu karena faktor dirinya yang baru saja sembuh sehingga ia masih sangat lemas dan masih harus terus beristirahat agar tenaganya pulih kembali.
"lyra mama pamit pulang dulu ya , besok mama kembali lagi". "iya ma".
Entah mengapa perasaan mama lyra sangatlah tidak enak. Firasatnya mengatakan bahwa ia harus menemani lyra malam ini, Namun ia harus pulang ke rumah untuk beristirahat.
Begitu mama lyra pulang , lyra kembali beristirahat.
Malam ini terdapat 2 perawat sedang berjaga yaitu suster Dinda dan suster Desi. Di saat tengah berjaga entah mengapa perasaan suster dinda tiba tiba menjadi tidak enak.
"mbak Desi kok perasaan saya jadi aneh begini ?". "maksudmu apa sih Din ?". "tidak tau juga mbak tapi perasaan aku kok gemetar begini ya jadinya". "dinda jangan bikin takut deh, nanti mbak takut kalau ke kamar mandi". "tapi mbak ". "sudah kamu jangan berfikir yang aneh aneh , lebih baik kita nonton youtube saja biar tidak bosan ". "iya mbak ".
Di tengah tengah mereka menonton tiba tiba suster dinda merasa ingin buang air kecil
"mbak desi aku pengen ke kamar mandi ". "lah terus hubungannya dengan saya apa ? kalau kamu mau ke kamar mandi ya ke kamar mandi saja". "bukannya begitu mbak , tapi ". "tapi apa dinda ?". "tapi saya takut mbak desi, mbak desi temani saya dong ke kamar mandi".
suster desi menolak permintaan dari suster dinda
"ya tidak bisalah dinda , kalau kita berdua sama sama ke kamar mandi lalu yang berjaga di sini siapa ? nanti kalau ada pasien yang memerlukan kita bagaimana ? sudah kamu ke kamar mandi sendirian saja, tenang tidak akan terjadi apa apa". "tapi mbak desi ". "sudah sana cepat kamu buruan ke kamar mandi". "iya mbak ".