
"lalu keanehan apa lagi yang nona lyra lakukan atau ia alami akhir akhir ini nyonya ?".
"lyra pernah mengatakan bahwa setiap jam 12 malam panas badannya akan turun dan kembali naik di jam 1 malam".
Eyang takim pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada lyra
"tuan dan nyonya, nona lyra itu sedang di ganggu oleh arwah gentayangan setengah jiwanya sudah di ambil oleh makhluk gaib, nona lyra harus segera di sembuhkan , namun bukan dengan cara medis". "lalu dengan cara apa eyang takim ?". " bisa tuan dan nyonya tunjukkan di mana kamar nona lyra berada".
Kedua orang tua lyra mengantarkan eyang takim menuju kamar lyra. Terlihat lyra yang benar benar terlihat seperti patung di atas kasurnya
"terlebih dahulu saya ingin meminta ijin kepada tuan dan nyonya untuk mengobati nona lyra". "baik eyang".
Eyang takim pun memberikan sebotol air minum yang sedari tadi di pegangnya kepada mama lyra
"nyonya tolong pegang kan botol ini sebentar". "baik eyang".
Eyang takim pun mengajak lyra berbicara
"nona lyra ini eyang takim , eyang ingin mengatakan sama lyra kalau eyang ingin mengobati nona lyra tapi nona lyra harus mendengarkan eyang ya , nona lyra harus minum air putih yang eyang berikan , tidak harus di habiskan yang penting nona lyra harus menelan air minum yang eyang berikan".
"nyonya bisa tolong berikan air minum ini kepada nona lyra"
Mama lyra merasa kebingungan karena keadaan lyra saat ini yang benar benar seperti patung sama sekali tidak bisa di gerakkan. jadi bagaimana mungkin lyra bisa menelan air minum. namun eyang takim meyakinkan mama lyra agar percaya kepada dirinya.
"nyonya percayalah kepada saya, saya tidak berbohong, ini demi kesembuhan nona lyra".
mama lyra pun mencobanya. sang papa pun ikut mengangkat badan lyra. tiba tiba keajaiban terjadi, badan lyra tiba tiba sedikit bisa digerakkan. mama lyra segera memberikan air minum tersebut kepada lyra. awalnya lyra sama sekali tidak mau menelan air tersebut sehingga eyang takim perlu berbicara lagi kepadanya
"nona lyra mau sembuh kan , ayo nona lyra minum airnya, eyang yakin setelah nona lyra minum air putih yang di berikan eyang nona lyra pasti langsung sembuh".
Dan terjadi keajaiban , secara tiba tiba lyra bisa meneguk air putih yang di berikan eyang takim padanya. walaupun secara pelan pelan dan lyra hanya bisa sedikit menegak air putih tersebut. Dan lima menit kemudian badan lyra berangsur normal. Badan lyra kembali bisa di gerakkan. Suhu badan lyra juga tiba tiba menurun. Melihat hal tersebut membuat kedua orang tua lyra begitu senang
"lyra kamu sudah sehat kembali nak". "lyra papa merindukanmu lyra".
Lyra hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan dari kedua orang tuanya. Hal tersebut membuat kedua orang tuanya menjadi sedikit khawatir. Namun eyang takim berusaha menenangkan hati kedua orang tua lyra
"papa kenapa lyra tidak menjawab pertanyaan kita ?". "tuan , nyonya jangan khawatir, separuh nyawa nona lyra yang hilang kini baru kembali lagi ke dalam raganya, jadi wajar kalau nona lyra masih belum bisa banyak banyak berbicara, setelah nona lyra lebih tenang pasti nona lyra akan berbicara lagi seperti dulu".