IK MIS JE

IK MIS JE
PART 63



Mas danu menyerahkan semua emas dan uang yang berada di dalam tasnya dan juga tas tuan vries.


"saya sudah menyerahkan semua yang saya dan tuan saya miliki, mohon sekarang biarkan saya dan tuan saya pergi dari sini".


Para perampok tersebut terlihat sangat kurang puas dengan apa yang mereka telah dapatkan. Mereka masih menginginkan barang barang lain. lantas pandangan mata ketua perampok tersebut tertuju ke arah mobil tuan vries


"hem ini semua masih kurang bagiku". "tapi saya dan tuan saya sudah memberikan semua yang kami miliki, kami sudah tidak memiliki apa apa lagi untuk di berikan kepada kalian semua". "masih ada yang kami inginkan dari kalian". "apa itu ?".


Ketua perampok tersebut menunjuk ke arah mobil tuan vries


"saya ingin mobil tuan kalian".


Mendengar hal tersebut tentu saja mas danu terkejut. Ia juga tidak mungkin memberikan mobil tuan vries kepada para perampok tersebut. Karena kalau sampai mas danu memberikan mobil tuan vries kepada para perampok lalu nantinya mereka pulang ke desa dengan apa ? perjalanan mereka masih sangat jauh, kalau dia dan tuan vries harus berjalan kaki maka tentu saja akan sangat lama untuk mereka sampai ke desa mereka. Belum lagi dengan keadaan tuan vries sekarang yang masih sakit dan tidak mungkin baginya untuk berjalan kaki sampai ke desa mereka


"tidak aku tidak akan memberikan mobil tuan vries kepada kalian".


Mendengar hal tersebut tentu saja membuat para penjahat menjadi sangat marah. Salah satu dari mereka mengeluarkan parang dan ingin menyerang mas danu, namun di cegah oleh tuan vries


"berhenti kalian, saya akan memberikan mobil saya kepada kalian asalkan kalian tidak membunuh danu dan saya ".


Mereka lantas mengurungkan niat mereka untuk membunuh mas danu


Tuan vries segera turun dari mobilnya dan menyerahkan kunci mobil mereka kepada para perampok


"ini kunci mobi saya, sekarang lepaskan danu dan biarkan kami pergi dari sini".


Ketua perampok tersebut mengambil kunci mobil tuan vries. Ia dan para anak buahnya sangat bahagia telah mendapatkan mobil. lantas ketua perampok dan anak buahnya langsung menaiki mobil tersebut dan segera pergi dari tempat itu . Kini tuan vries dan mas danu harus kembali ke desa mereka dengan berjalan kaki. Mas danu sebenarnya tidak masalah harus berjalan kaki tetapi yang ia khawatirkan adalah tuan vries


"tuan vries , tuan vries tidak apa apa kan". "saya tidak apa apa danu". "sekarang kita harus berjalan kaki untuk kembali ke desa tuan vries, apakah tuan vries kuat dan sanggup untuk berjalan kaki ?".


Tuan vries hanya tersenyum


"saya pasti sanggup danu"


Mereka berdua pun kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan, tuan vries mengatakan sesuatu kepada mas danu


"danu kalau pada akhirnya di tengah jalan kita tidak kunjung mendapat bantuan dan apabila keadaan ku semakin parah, kamu tinggalkan saja saya di sini, dan kamu pulang sendiri ke desa, lalu kamu tolong selamatkan putri saya". "tapi tuan ". "tolong danu , kita tidak memiliki banyak waktu, kita sedang berburu dengan waktu, kalau sampai terjadi apa apa dengan putri saya maka lebih baik saya mati saja danu".


Danu menangis mendengar permintaan dari tuannya tersebut


"baik tuan, apapun yang tuan perintahkan maka akan aku laksanakan".