
"tapi mang ucup". "tenang saja suster desi, mang ucup sekarang akan menemani suster desi untuk mencari suster dinda".
Mang ucup mengelilingi seisi rumah sakit guna mencari suster dinda. Namun hasilnya suster dinda tetap tidak di temukan. Mang ucup akhirnya mencari suster dinda di halaman rumah sakit namun tetap saja suster dinda tidak ketemu.
"bagaimana mang ucup". "maaf suster desi tapi suster dinda tidak ketemu". "bagaimana ini apa kita perlu lapor polisi saja". "jangan dulu suster desi , kita tunggu sampai besok, kalau suster dinda belum juga di temukan baru kita lapor polisi". "terus kita harus bagaimana sekarang mang ?". "coba kita hubungi orang tua suster dinda , siapa tau suster dinda ternyata bukan hilang melainkan dia hanya pulang sebentar ke rumahnya".
Suster desi menghubungi orang tua suster dinda.
"selamat malam tante". "iya selamat malam juga, maaf sebelumnya tapi ini dengan siapa ya ?" . "ini saya suster desi tante , rekan kerja suster dinda di rumah sakit". "oh iya memangnya ada apa ya suster desi sampai malam malam menghubungi tante ?". "tante ada yang ingin saya tanyakan ". "memangnya apa ya kok sampai suster desi ingin bertanya kepada tante malam malam begini ? kok sepertinya penting sekali ?". "begini tante , tante apa dinda ada di rumah ?.
Mendengar hal tersebut tentu membuat mama suster dinda menjadi sedikit kebingungan
"loh bukannya hari ini dinda shift malam , malam ini ia sedang bertugas untuk berjaga di rumah sakit kan ".
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat suster desi semakin panik.
"apa tante ?".
Mendengar suara suster desi yang terlihat panik membuat ibu suster dinda menjadi curiga
"desi memangnya ada dengan dinda ? dinda ke mana desi ?".
Suster desi sedikit kebingungan. Ia bingung bagaimana harus menjelaskan kepada mama suster dinda
"he nanti saja tante saya jelaskan , selamat malam tante". "tunggu desi jelaskan dulu kepada tante".
Suster desi segera mematikan hpnya
Suster desi hanya menggelengkan kepalanya
"suster dinda tidak ada di rumahnya mang ucup ". "lalu kita harus bagaimana sekarang suster desi ? ". "saya juga tidak tau harus berbuat apa mang ucup".
Suster desi lantas mengeluarkan air matanya
Sementara itu di tempat yang sama namun di dimensi yang berbeda terlihat suster dinda sudah terbangun dari pingsannya.
"astaga kepalaku".
Di antara sadar dan tidak sadar suster dinda melihat di sekelilingnya
"di mana aku ini ?".
Suasana yang di lihat suster dinda tetap sama seperti tadi sebelum ia pingsan yaitu rumah sakit yang gelap dan sepi. Hal tersebut membuat perasaan suster dinda sedikit ketakutan. Suster dinda berusaha mengingat apa yang terjadi dan dalam sekejap ia mengingat kejadian yang ia alami sebelum ia pingsan
"astaga aku baru ingat , apa aku masih di alam ini atau aku sudah kembali ke alam manusia ?"
Suster dinda berusaha untuk berdiri namun ternyata kaki kanannya terkilir yang membuat ia menjadi sedikit kesulitan untuk berdiri
"astaga kakiku".
suster dinda melihat ke sekelilingnya. Tidak ada siapa siapa yang ia bisa mintai tolong. Mau tidak mau suster dinda harus berusaha berdiri sendiri. Dengan berusaha sekuat tenaga untuk bisa berdiri sendiri. Namun sudah beberapa kali di coba namun tetap saja ia tidak berhasil. Suster dinda pun menyerah. Antara karena perasaan lelah bercampur ketakutan sehingga membuat suster dinda menangis. Di saat seperti ini ia menjadi teringat akan kedua orangtuanya
"mama , papa dinda takut ".