IK MIS JE

IK MIS JE
PART 90



Ternyata yang datang adalah tidak lain dan tidak bukan lagi dan lagi adalah vina yang datang dengan membawa baskom. Melihat hal tersebut membuat tante tracy merasa muak sekaligus ketakutan. Tante tracy tidak berbicara sama sekali dengan Vina sekalipun vina menegurnya


"permisi nyonya tracy".


Tante tracy hanya diam saja


"nyonya sedang apa ?".


Tante tracy hanya diam saja. Vina pun melanjutkan kalimatnya


"kenapa nyonya tidak menyuruh saya atau pelayan yang lain ? kenapa nyonya repot repot membuatnya sendiri ?".


Vina tetap berbicara sekalipun tidak di tanggapi oleh tante tracy sama sekali


"kalau begitu saya pamit dulu ke dapur ya nyonya".


Tante tracy benar benar ketakutan. Apalagi ia baru menyadari bahwa senyum dari vina benar benar sangat misterius. Membuatnya sangat merinding. Rasa takut bercampur lelah membuat tante tracy menjadi lemas dan nyaris pingsan. Entah berapa lama ia terdiam di sana sampai sampai lagi lagi ia mendengar suara langkah kaki seseorang dan lagi lagi itu Vina. Tante tracy yang sudah mulai merasa muak ingin sekali menghabisi vina jadi jadian ini. Tiba tiba matanya tertuju kepada sebuah pisau dapur yang berada di bawah meja.


"permisi nyonya ".


Dengan langkah kaki yang sangat pelan, tante tracy mendekat ke arah Vina


"iya". "nyonya sedang apa ?".


Tante tracy pun menjawab


"saya pergi ke dapur sebentar untuk membuat kopi".


Lantas Vina pun kembali bertanya


"mengapa nyonya tidak menyuruh saya atau para pelayan yang lain ? mengapa nyonya mesti repot repot membuatnya sendiri ?".


Tante tracy yang benar benar sudah muak mendengar jawaban dari vina langsung naik darah dan tanpa pikir panjang menusukkan pisau tersebut ke arah jantung Vina


"diam kamu".


"kalau begitu saya pamit dulu ya nyonya".


Tante tracy sangat shock bercampur ketakutan melihat hal tersebut. Lututnya terasa lemas dan nyaris pingsan. Namun baru beberapa langkah vina meninggalkan tante tracy tiba tiba vina berbalik ke arah tante tracy . Dengan tatapan kosong ia berkata


"jadi nyonya sudah tau siapa saya ".


Vina lantas menarik pisau tersebut dari jantungnya . Dan dalam sekejap bekas luka dan darah di jantung Vina menghilang. Vina menatap dingin dan misterius ke arah tante tracy


"nyonya pisau ini milik nyonya kan ?".


Tante tracy hanya terdiam lemas


"sekarang aku akan mengembalikannya kepada nyonya".


Tante Vina semakin merasa ketakutan


"aku akan mengembalikan pisau ini kepada nyonya tapi dengan cara yang sama seperti nyonya lakukan tadi kepada saya".


Tiba tiba wajah Vina berubah menjadi sangat mengerikan. Wajahnya di penuhi dengan darah dan bola matanya berubah menjadi merah. Tante tracy berlari ketakutan. Sementara itu Vina berlari sambil tertawa mengejar Tante tracy


"nyonya tunggu saya mau kembalikan pisau nyonya, sekaligus menikmati jantung nyonya".


Tante tracy berlari ketakutan. Baru kali ini dalam hidupnya ia benar benar ketakutan yang sangat luar biasa. Tante tracy terus berlari sampai tanpa sengaja kakinya tersandung oleh meja dan membuatnya terjatuh. Vina yang melihat hal tersebut tersenyum bahagia. Ia tidak perlu repot repot lagi mengejar tante tracy


"nyonya kalah , nyonya tertangkap, sekarang giliranku".


Tante tracy sudah benar benar siap dengan apa yang akan terjadi padanya. Tante tracy menutup kedua matanya. Vina dalam sekejap akan menusukkan pisau tersebut ke jantung tante tracy. Namun tiba tiba


"aahhhh"


Tante tracy mendengar suara jeritan vina. Tante tracy membuka kedua matanya. Ia terkejut dengan apa yang sedang terjadi dengan vina. Terlihat ada seorang yg berpakaian serba hitam sedang menusukan sebilah pisau kepada vina. Orang misterius tersebut segera menggenggam tangan tante tracy dan membawa lari tante tracy pergi dari tempat ini