
Tuan vries hanya tersenyum
"tidak apa apa tracy, mas juga yakin mbakmu tidak akan marah apabila kamu meminjam bajunya". "terima kasih ya mas". "sama sama tracy, pakailah baju mbakmu selama kamu masih di sini". "sekali lagi terima kasih mas"
Tante tracy dan bude marni pun berjalan menuju kamar mama olivia.
"ini nyonya lemari pakaian nyonya arini, nyonya tracy silahkan pilih sendiri baju mana yang nyonya mau, saya mau pamit dulu ya nyonya , saya mau kembali ke dapur". "terima ya bude marni". "sama sama nyonya tracy".
Tante tracy pun mulai memilih milih baju mana yang akan ia pakai. Namun tiba tiba sepasang matanya tertuju kepada sebuah kotak kecil berwarna merah. Awalnya Tante tracy tidak terlalu perduli dengan benda tersebut namun tiba tiba ia mendengar ada seseorang yang membisikan sesuatu di telinganya
"nyonya tolong buka kotak tersebut".
Tante tracy langsung terkejut begitu mendengar suara tersebut. Ia melirik ke segala arah namun tidak menemukan sumber suara tadi. Lantas tante tracy berusaha melupakan suara tadi. Tante tracy berfikir mungkin ia hanya salah mendengar. Namun lagi lagi suara parau tadi terdengar di telinga tante tracy.
"nyonya tolong saya, buka kotak tersebut".
Kali ini tante tracy tidak salah dengar. Tante tracy benar benar ketakutan setengah mati. Setelah mengambil baju milik mama olivia , buru buru tante tracy keluar dari kamar tersebut. Saking ketakutannya tante tracy sampai menabrak mang darto.
"astaga nyonya tracy ada apa kok kelihatannya nyonya tracy ketakutan sekali ?". "tidak apa apa mang darto". "nyonya tracy yakin ? tidak ada yang ingin menyakiti nyonya tracy kan ? kalau ada bilang saja sama mang darto nyonya, biar mang darto yang selesaikan ". "benar mang darto , tidak ada apa apa , saya balik dulu ke kamar saya ya mang darto". "iya nyonya silahkan".
Tante tracy pergi dengan wajah yang masih sangat pucat yang membuat mang darto sedikit curiga. Lantas mang darto berbalik arah melihat kamar tuan vries. Dan dari tatapan matanya sepertinya mang darto mengetahui sesuatu
"tok tok tok". "siapa ya itu ?". "ini saya bude marni nyonya tracy ". "oh bude marni, silahkan masuk bude marni".
Bude marni masuk ke dalam kamar tante tracy. Ia membawakan banyak makan malam dan juga segelas teh hangat untuk tante tracy
"terima kasih bude marni, maaf merepotkan loh". "tidak apa apa nyonya tracy, apanya yang merepotkan toh nyonya, inikan sudah menjadi tugas saya ". "sekali lagi terima kasih ya bude marni". "sama sama nyonya , silahkan di nikmati sup jagungnya nyonya mumpung masih hangat". "terima kasih bude ".
Bude marni memalingkan pandangannya ke arah jendela kamar Tante tracy yang belum tertutup
"nyonya tracy saya minta ijin mau menutup jendela kamar nyonya tracy". "oh silahkan bude". "maaf ya nyonya soalnya ini sudah sangat larut malam, takutnya nanti ada orang yang masuk ke dalam kamar nyonya dan juga sebentar lagi kelihatannya akan hujan deras, jadi saya tutup biar nyonya tracy tidak kedinginan". "terima kasih bude marni".
Di saat bude marni akan pergi tiba tiba tante tracy memanggil. Sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu kepada bude marni
"bude marni tunggu". "iya nyonya ada apa ?". "sebenarnya saya ingin menanyakan sesuatu kepada bude tapi ?". "nyonya ingin bertanya apa ? kalau saya tau jawabannya pasti akan saya jawab".
Namun tiba tiba tante tracy merasa ragu untuk bertanya kepada bude marni
"tidak apa apa bude marni , tidak jadi , bukan sesuatu yang penting juga". "tidak apa apa nyonya , jangan malu malu, tanya saja , kalau bude tau pasti bude akan memberitahukannya kepada nyonya tracy". "benar bude tidak apa apa bude". "ya sudah kalau begitu bude balik lagi ke dapur ya nyonya , nanti bude kembali lagi untuk ambil piring kotornya". "terima kasih bude". "sama sama nyonya".