IK MIS JE

IK MIS JE
PART 79



semalaman mama dan papa olivia menghabiskan waktu mereka bersama olivia. Mereka menikmati setiap detik detik terakhir waktu mereka bersama olivia. sepanjang malam mama olivia berusaha menahan air matanya. Ia tidak ingin olivia sampai curiga dengan apa yang terjadi. Tak terasa waktu pagi telah datang. Sinar matahari samar samar mulai muncul di atas langit pertanda waktu perpisahan dengan olivia semakin dekat. Air mata mama olivia semakin tidak terbendung. Mama olivia segera bersiap siap menuju pasar bersama bude marni. Begitu pulang ke rumah mama olivia segera memasak semua makanan spesial kesukaan olivia untuk sarapan. Olivia yang baru selesai mandi pun terkejut dengan apa yang di lihatnya. Semua menu sarapan pagi ini adalah menu kesukaannya.


"mama sarapan kita hari ini istimewa sekali".


Sang mama tersenyum sambil mengusap rambut olivia


"iya sayang hari ini mama masak semua menu favorit olivia". "terima kasih mama".


Di meja makan sang mama sempat menyampaikan sesuatu kepada olivia


"olivia hari ini kamu tidak usah ikut les ya". "loh memangnya kenapa ma ?". "hari ini mama ingin mengajak olivia belajar menjahit dan menyulam".


Olivia sangat senang mendengarnya. Akhirnya mamanya memiliki waktu untuknya


"olivia mau ma". "kalau begitu sehabis makan olivia langsung ikut mama ya belajar menjahit". "iya ma".


Selama seharian mama olivia menghabiskan waktu bersama olivia. Tidak ada waktu sedetikpun yang ia sia siakan. Hingga sore menjelang mamanya kembali ke dapur. Mamanya ingin memasak makan malam yang terakhir kalinya untuk keluarganya


"mbak marni malam ini saya yang masak ya ". "baik nyonya".


tanpa di sadari air mata mama olivia menetes. Ia melihat menu yang sedang ia masak. ini adalah kali terakhir ia memasak untuk keluarganya. Perasaanya benar benar tidak karuan. Namun ia berusaha untuk tetap terlihat biasa biasa saja agar olivia tidak curiga.


"makan malam siap".


Olivia begitu bahagia melihat semua menu di atas meja. Berapa bahagianya hari ini ia. hari dan kemarin ia menghabiskan waktu bersama mama dan papanya.


"terima kasih ma". "iya sayang".


"sayang tunggu dulu". "ada apa ma ?". "sayang malam ini ijinkan mama untuk menyuapi kamu ya".


Olivia sedikit merasa heran dengan mamanya


"tidak usah ma Olivia bisa makan sendiri, Olivia kan sudah besar".


Mamanya menunduk lesu. Dengan lirih ia berkata


"sayang mama mohon ya ijinkan mama menyuapi Olivia malam ini".


Walaupun dengan sedikit perasaan yang agak aneh tetapi akhirnya olivia mau di suapi mamanya


"iya ma, Olivia mau di suapi mama".


Mamanya pun tersenyum


"terima kasih sayang".


Dengan semangat mama olivia menyuapi Olivia. Sang papa yang melihat hal tersebut ikut tersenyum bahagia namun dengan tatapan mata yang sangat sendu. Hingga waktu tidurpun mama olivia masih tidak ingin berpisah dengan olivia


"sayang malam ini mama dan papa boleh tidur bersama olivia tidak". " tentu saja boleh ma".


Mama dan papa olivia tidur di samping olivia. Dengan lembut mama olivia mengelus rambut olivia. Mama olivia pun bersenandung lagu kesukaan olivia hingga olivia tertidur pulas. Melihat olivia sudah tertidur, mama olivia memandang ke arah papa olivia. Seakan akan papa olivia mengerti maksud dari mama olivia. Sang papa mengangguk pelan. Dengan langkah kaki yang pelan mama dan papa olivia berjalan pelan keluar dari kamar olivia. Namun mama olivia masih sempat berbalik menatap wajah olivia untuk yang terakhir kalinya